Tenaga Kerja Lanjut Usia

Apa yang ada dibenak pikiran Anda, ketika ada yang menyebut Tenaga Kerja Lanjut Usia? Kesan positif atau negatifkah yang muncul?

Tenaga Kerja Lanjut Usia yang saya maksud di sini, tentunya mereka yang masih memiliki potensi bekerja. Lansia, namun tenaga dan pikiran masih bisa didayagunakan. Ada atau tidak, ya? Ada dong. :) Menurut saya, bekerja sama halnya dengan mencari ilmu. Sama-sama bisa dikerjakan, tanpa mengenal batas usia, asalkan masih ada kemauan dan kemampuan. Terlebih mereka yang mempunyai usaha sendiri, tidak ada yang berhak melarang, bukan? Atau mereka yang hanya sekedar bekerja disebuah toko kecil, tidak menutup kemungkinan dan dengan mempertimbangkan beberapa hal, para wirausahawan tetap menggunakan jasa Tenaga Kerja Lanjut Usia. Meski banyak terjadi pro dan kontra tentang Tenaga kerja lansia ini. Ada yang mengatakan, “sudah berumur, saatnya istirahat“. Ada juga yang mengatakan, “kalau Anda tidak bekerja, bagaimana kelangsungan hidup Anak dan istri Anda?”. Hal ini tetap harus bisa disesuaikan dengan kondisi dan situasi, kan?

Bukan rahasia lagi, bahwa di negeri kita tercinta ini sangat susah untuk mencari pekerjaan, apalagi bagi mereka yang terlalu memilih jenis kerja tanpa mengukur kemampuan yang dimiliki. Sebagai contoh, kasus ini sering terjadi di tempat tinggal saya tercinta. Sering saya lihat dan rasakan, mereka para alumnus SMU sangat selektif dalam memilih pekerjaan. Entah apa yang digunakan sebagai bahan pertimbangan mereka. Apakah karena mereka sekolah di SMU Negeri? Atau, apa karena mereka merasa tidak layak bekerja sebagai buruh? Atau, apa karena upah yang dibayarkan tidak sebanding? Tiga alasan ini sepertinya sangat mendominasi argumen dan pola pikir mereka untuk sok selektif dalam memilih pekerjaan. Tidak ada salahnya sih, mereka memilah dan memilih pekerjaan. ;) Kembali lagi pada Tenaga Kerja Lanjut Usia.

Saya sering melihat, masih ada beberapa toko di Banjarnegara yang masih menggunakan jasa Tenaga Kerja Lanjut Usia. Toko yang menjual aneka gerabah (perlengkapan rumah tangga), misalnya. Toko ini milik seorang pengusaha china, beberapa pelayannya adalah mereka para lanjut usia. Ada lagi, Toko yang memberi jasa pemotongan kertas. Mereka memang para lanjut usia, tapi dalam hal pekerjaan dan pelayanan insya Allah tidak kalah gesit dengan anak muda. Karena, mereka masih mempunyai kemauan dan kemampuan untuk bekerja. Tentunya bukan bekerja yang memberatkan, ya.

Tenaga Kerja Lanjug Usia

Tetap serius dalam bekerja

Bagaimana jika dikaitkan dengan UU Tenaga Kerja? Menurut UU  No. 13 Tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan, bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna mengahasilkan barang dan atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Sudah jelas, bukan? Jika dikaitkan dengan undang-undang tenaga kerja, tentunya ada batas-batas usia bekerja yang sudah dicantumkan pada UU. Berdasarkan klasifikasinya terdiri dari Tenaga Kerja (17-64 tahun), Bukan Tenaga Kerja (dibawah 17 tahun, di atas 64 tahun).

Kemudian, Bagaimana dengan kedua lansia di atas. Setelah bincang bintang, tahun ini mereka berumur 67 tahun. Artinya, termasuk dalam kategori BUKAN TENAGA KERJA, tapi nyatanya mereka masih mampu melakukan pekerjaan. :mrgreen: Hya memang sudah ada undang-undang, tapi kenyaatan dalam implementasinya belum optimal. Konsep yang selalu disosialisasikan oleh Komnas Lansia kepada masyarakat adalah active ageing, yang tujuannya untuk meningkatkan usia harapan hidup sehat, baik dari segi fisik, mental, sosial dan kualitas hidup secara keseluruhan bagi penduduk Lansia.

Selanjutnya, Bagiamana jika dikatikan dengan kemajuan IT? Apakah Tenaga Kerja Lanjut Usia mampu menggunakan IT untuk menyelesaikan pekerjaanya? Hya, kalau ini sih namanya ngece. Para wirausahawan yang memilih untuk tetap mempekerjakan para Lansia, tentunya berpikir juga jenis pekerjaan yang sekiranya bisa mereka kerjakan. Kalau mereka memang mau dan mampu memanfaatkan teknologi, mengapa tidak? Tada hal yang tak mungkin, bukan? :mrgreen:

Mengenai Tenaga Kerja Lanjut Usia, saya bangga dengan mereka yang sudah lanjut usia, tapi memutuskan untuk tetap bekerja. Bagaimana pendapat Anda mengenai Tenaga Kerja Lanjut Usia?

About these ads

48 komentar

  1. kalo udh terbiasa bekerja, memang malah stres kalo di rumah terus keknya Dah. Bapakku jg gitu soalnya, jd walopun udh pensiun tetap kerja heuheuheu

    1. Waah, masih semangattt ya, Teh. Saluut. . .

  2. hidup itu perjuangan,mungkin tepatnya itu sebagian alasan mengapa mereka tetap bekerja.untuk kelangsungan hidup anak istri mereka,mungkin ada juga yang mengisi waktu kosong :D

    1. Padahal anak2nya udah gede ya, MBa. :)
      Pas saya tanya sih karena sumpek di rumah, jadi mending aktifitas. :)

  3. Menurutku, tenaga kerja lansia, positif atau negatifnya tergantung sikon Mbak Idah. Kalau dia bekerja untuk hobbi atau sekedar membunuh waktu tentu ini positif karena diusia tua dia masih produktif..

    Tapi berbeda dengan lansia yg bekerja karena terpaksa, harus memberi makan anak cucu..Itu negatif..Negatifnya bukan karena pekerjaannya tapi pada kondisi sosial, mengapa orang setua itu masih harus bekerja untuk makan? Pasti ada yang salah :)

    1. Iya, lansia yang bekerja sebenarnya harus sesuai hati nurani juga ya, Bu. :)

  4. Rata2, tenaga kerja lanjut usia ini bekerja karena terpaksa. Ironisnya lagi, biasanya jenis pekerjaannya justru yang relatif berat.
    Dan yang paling kasihan adalah para lanjut usia yang bekerja secara mandiri. Di Kendal ada penjual pot dari tanah yang dipikul. Berat sekali tapi nggak laku karena kebanyakan pada beli pot plastik.

    1. Waah, pekerja lansia di Kendal koq ekstrim gitu, Pak?

  5. Ada kalanya tenaga lanjut usia itu tetep ngotot bekerja dengan dalih kalo gak kerja malah jadi sakit…contohnya : ya Bapakku..sama simbahku..sudah pensiun lama tetep saja aktif bekerja.. :)

    1. Berarti masih banyak lansia yang produktif ya, MBa. . :)

  6. Kalau mrk masih mampu, aku pikir sih boleh2 aja hehe. Kan bosen jg yaa dirumah

    1. Iyya. . .
      Selagi memiliki semagnat kerja, wajar ya, Nooon?

  7. rafraf · · Balas

    kembali pada orangnya sendiri ,,, kakek saya juga sampai akhir usianya masih suka kerja,, di larang juga keukeuh aja mau kerja.. padahal kerjanya lumayan berat.. bikin mebeul

    1. Karena hatinya lebih gembria kalau kerja mungkin ya, Pak?

  8. Memang masih banyak mbak tenaga kerja lanjut usia, tidak usah jauh2, keluarga saya juga banyak yang begitu, alasannya sederhana
    1. ingin mencari makan sendiri
    2. tidak ingin merepotkan anak

    1. Berarti pribadi yang bertanggungjawab tuh, Mas. .

  9. biasanya orang tua yang pensiu suka stress kalau gak ada kegiatan

  10. wuih,…….idah pengin gini? :P

    1. Pingin Yisha ke Banjar ajah. . .

  11. Tenaga Kerja … berapapun usianya … mau dia lansia atau pun bukan …
    harus digali dan dimanfaatkan potensi dan kemampuannya semaksimal mungkin …

    (tentu sesuai dengan kondisi masing-masing)

    Salam saya

    1. Benar, Om. . .
      Sesuai dengan kemampuan juga. . .

  12. Memang salut sih dengan Tenaga Kerja Lanjut usia yang masih mendedikasikan dirinya untuk berkarya. tapi sayangnya banyak perusahaan yang menolak para tenaga kerja lanjut usia ini, alasannya masih banyak tenaga yang lebih kuat dan lebih muda.
    Kasian mereka..

    1. Kalau perusahaan kan ada standard umur bisanya, MBa. . .
      Kalau toko2 kecil lha ttidak. . :)

  13. kalo di luar negeri (setau gue), ngga pernah ada batasan umur untuk masuk suatu kantor. makin tua, justru dianggap makin punya pengalaman dan skill yang bagus. CMIIW

    1. Saya malah kuran tahu kalu di luar negeri. . Hihihihi

  14. Bekerja sebagai aktualisasi diri hingga lanjut usia mengapa tidak….
    Terpaksa bekerja di usia tua karena keadaan tertentu, kenapa ya, ada keliru kelolakah?
    Selamat berkarya Idah….

    1. Yang paling penting adalah sesuai dengan hari nurani ya, Bu. . .

  15. Mungkin yang mau mem-PHK juga kasian, kalau itu satu2nya mata pencaharian mereka…. kalau kondisinya begitu dan mereka memang masih mampu, menurutku perlu ada pengecualian / perlakuan khusus pada para LANSIA produktif ini… Yg paling nyesek adalah menemui LANSIA yang mengemis :(

    1. Aduuh, kalau yang mengemis itu sungguh memilukan ya, Mba. . .

  16. selama masih mampu tidak masalah sih.

    1. Benaaaar. . :)

  17. Lansia memilih tetap bekerja dengan tujuan yang berbeda2. Dari banyak orang tua yang aku kenal dan mrk tetap bekerja diusia lansia, alasannya adlh tak mau bergantung kpd anak2nya, tidak ingin cepat pikun, ingin tetap sehat krn beraktifitas. Bahkan si mbok tetanggaku, tetap jualan warung rokok dan kopi krn merasa, hidup harus punya arti, paling tidak utk diri sendiri.

    1. Waaaaaaaah, semangatnya tinggi si Mbok ya, Bund. ..

  18. KAdang mereka yang lanjut usia malah pengen bekerja arna bosan di rumah..

    1. Iya, mencari kesibukan ya. . .

  19. Seperti kalau kita ke SIngapura, di sana rata-rata pekerja di restoran yang tukang angkat piring serta bersih-bersih semuanya sudah lanjut usia. Tentu karena di sana memang mereka diharuskan bekerja.
    Dan memang, kalau masih bisa bekerja, dan memang dia niat kerja, tak masalah kan ya.

    1. Benar, yang penting jangan karena paksaan. .
      Gitu kan?

  20. gpp juga, sih, lansia tetep bekerja. Sy pernah ty ke bbrp lansia, katanya drd di rumah aja gak ngapa2in nanti cpt pikun

    1. Siiip, Teh. .
      Semangat. . :)

  21. menurut saya gak masalah, selama mereka (lansia) masih mampu mengerjakanya… disini banyak para pedagang yang sudah lansia….

    1. Saya dukuuung. . :)

  22. Saya seringkali menjumpai pekerja lansia. Malahan pekerjaan yg mereka lakoni sangat berat, sangat menguras tenaga. Sering saya lihat mereka mengerjakan dengan penuh tenaga, bahkan seringkali kehabisan tenaga.

    Kalau ditanya mengapa mereka tetap harus bekerja di usianya yang telah lanjut? Rasanya nelangsa memikirkannya…

    1. Semoga mereka tidak bekerja dibawah tekanan ya, Om?

  23. Lansia yang aktif agak kesulitan untuk tidak aktif bekerja lagi sehingga mereka cenderung suka untuk bekerja :)

    1. Benarrr, palagi kalau memang dulunya adalah pekerja ya, MBa. . :)

  24. Dikampung kebanyakan orang tua tidak mengenal kata “pensiun”, selama masih bisa bekerja mereka pasti akan mengerjakan apapun yang mampu dilakukan.

  25. apa usia pensiun itu = usia tidak boleh lagi bekerja teh..

Tolong tinggalkan goresan manis disini. . . "salam senyuum" ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: