Ketika orang yang kita cinta tidak bisa kita miliki?

Saat cinta merekah, semua terasa indah. Tak bisa dipungkiri, bahwa cinta ini dipercaya banyak orang memilki kekuatan yang unik dan dahsyat.🙂

Bisa mendekatkan yang jauh,

Bisa menyatukan yang berbeda,

Bisa menyulap yang sederhana menjadi sangat istimewa.

Kerja cinta memang mengikat. Mengikat antara dua insan sehingga menjadi sepasang kekasih, mengikat dua insan sehingga menjadi saudara, mengikat dua insan sehingga menjadi sahabat.

Semua bisa seperti itu karena kerja cinta.

Dalam kehidupan kita apalagi untuk yang sudah berumah tangga, cinta perlu dihadirkan di sana. Bukan hanya memberi warna, namun juga menjadi ruh yang senantiasa menjaga nadi pernikahan agar tetap berdenyut.

Jika cinta sudah tak ada, maka biasanya selesailah sebuah rumah tangga, karena tak ada lagi kekuatan yang mendorong masing-masing untuk tetap bersama atas nama cinta.

Perselisihan bukanlah akhir dari segalanya di antara kita, berapa banyak perselisihan yang justru melahirkan kebersamaan.

Kalimat syair di atas hanya akan terjadi jika masih ada cinta yang terus bekerja dan menyemai antara seseorang dengan pasangannya.

Namun, melihat dimensi keagungan cinta, apakah ia sudah merupakan segalanya dalam kehidupan rumah tangga kita?

Perlu kita sadari, bahwa keluarga muslim adalah keluarga yang berorientasi akhirat. Artinya, kebersamaan bersama dengan pasangan kita tentu juga harus diorientasikan jauh ke akhirat sana. Bukan hanya sebatas kehidupan dunia saja. Ketika jiwa meregang nyawa kemudian kebersamaan menjadi selesai begitu saja, namun kebersamaan di sini harus berujung kebersamaan kelak di surga.

Akan tetapi, meskipun mereka di dunia memiliki kualitas cinta yang luar biasa, ternyata itu tidak cukup untuk membuat mereka bisa bersanding di surga. Tentu ada kekuatan lain, selain cinta, yang bisa menyatukan kita dengan pasangan kita kelak di Surga.  Appa kekuatan itu??

Allah mengatakan, “kecuali orang-orang yang bertakwa.” Artinya, orang-orang yang bertakwa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan estafet cintanya sampai kelak di Surga. Pasangan Suami-Istri yang bertakwa kelak akan terus memadu cinta sampai ke Surga.

Bagaimana hal itu bisa terjadi???

Itu karena mereka melandaskan cinta mereka kepada pasangannya di atas pondasi ketakwaan kepada Allah Ta’ala. Bangunan rumah tangga Muslim memang harus berdiri di atas pondasi takwa. Adapun cinta, tempatkan ia sebagaimana bidangnya, mengikat dan menyatukan kita dengan pasangan kita. Karena itu memang kerja cinta, bukan sebagai pondasi. Pondasinya adalah takwa. Jika itu tidak kita lakukan, maka bangunan rumah tangga kita terlalu ‘ringkih’ dan lemah untuk sanggup menopang kebersamaan sampai kelak di Surga.

Sebuah rumah tangga yang dibangun di atas pondasi takwa akan hidup nuansa kebaikan di dalamnya. Mereka akan saling mengingatkan untuk senantiasa meniti jalur keta’atan kepada Allah. Bila pasangan khilaf dan kurang maksimal dalam beribadah kepada Allah, maka ia mengingatkannya dan memotivasinya agar terus meningkatkan kualitas ibadahnya.

Inilah cinta yang hakiki. Cinta di atas pilar takwa. Cinta yang membuat seorang Suami tidak tega jika istrinya kelak sengsara di akhirat. Cinta yang membuat seorang Istri tidak rela jika Suaminya kelak dijadikan bahan bakar api Neraka. Sehingga kekuatan takwalah yang kini bicara.

Kekuatan takwa yang akan mendorong Istri untuk selalu ta’at kepada Suami. Kekuatan takwa yang akan membuat Suami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk masa depan akhirat Istri. Konteks bicaranya adalah akhirat, sehingga jarum kompas biduk rumah tangga selalu diarahkan ke sana.

Untuk keluarga yang seperti ini, kelak Allah akan berkata kepada mereka, “Masuklah kamu ke dalam surga dan isteri-isterimu (lalu) kamu akan dimuliakan.” (QS. Az-Zukhruf [9] : 70)

Ternyata, ada kekuatan yang lebih dahsyat dari cinta. Kekuatan takwa, sehingga sangatlah layak jika kita sampaikan risalah hati kita kepada pasangan kita. Dengan ucapan, Cintaku kepadamu menjadi tidak berarti jika tidak melahirkan rasa takut pada Ilahi.

Biarkan cinta tetap bersemi, biarkan takwa selalu memberi arti, karena sesungguhnya aku ingin kita kelak tetap bisa bersama sampai meraih Surga-Nya.

“Syair kehidupan”

ju

23 komentar

  1. Abed Saragih · · Balas

    Salam kenal dan salam persahabatan🙂

    http://www.disave.blogspot.com

    1. ok mas abed. . .

      segeraaaa. . .🙂

  2. Begitu besar kuasa cinta,… dia mampu merubah yang khayalan menjadi seperti kenyataan.
    Dalam cinta, baik dan buruk terasa hambar,
    Dalam cinta, …. semua menjadi tidak berarti kecuali cinta itu sendiri.
    Tak peduli apa kata dunia,
    Tak peduli apa yang akan terjadi nanti.
    Datangilah aku wahai para pecinta

    1. idah dataaaaang. . .🙂

      begituwLh cinta mas. . deritanya tiada akhir.
      tetapi apabila berakhir dengan kebahagiaan beruntunglah kita. . . 🙂

  3. nice post,,,,

    oh ya saya punya sesuatu buat tante silahkan diambil…
    http://mycoretanz.wordpress.com/2012/01/13/my-first-award/

    1. makasiih. . .

      ok segera berkunjung. . .🙂

    1. waaaaah. ..
      mantaap bneran gak nii. . .🙂

      makasih udah berkunjung. . .
      nanti idah coba kunjung balik. . .🙂

  4. hehehe…
    cinta.. Ciuman Itu Nakal Tapi Asik…!!
    wkwkwk….

    1. hahahah. . .

      lebih nakal lagi yang nyium.😀

  5. mungkin sama istilahnya dengan cinta bertepuk sebelah lengan…😀

  6. ahaaaaaaa. . .
    kak gusti salaaaaah. . .gak bertepuk hoo,hanya saja gak bisa memiliki untuk selamanya.😀

  7. elfarizi · · Balas

    Subhanallah dapat bekal cinta nih buat masa depan nanti, hehehe …
    Nice writing.

    Mbak, izin tukeran link yaaa🙂
    Salam

    1. alkhamdulilah yaaa?🙂

      ok. . .dengan senang hatii.😀

      1. elfarizi · · Balas

        yaaa, semoga jadi sesuatu🙂

        1. hehehe. .

          sesuatu yang menjadi anugrah.😀
          eh. . .blog km apa?
          namanya gak ngeling e.. .🙂

          1. hmmm, iya nih baru ngeh, kok iso yooo hehe😀
            coba test sekali lagi, kalau nggak aku tulis aja deh😀
            http://www.elfarizi.wordpress.com

          2. tetap gak bisa. . .hehehe

            tapi aku udah berkunjung koq. . .🙂

  8. “Cintaku kepadamu menjadi tidak berarti jika tidak melahirkan rasa takut pada Ilahi.”..
    Noted!!🙂

  9. tam taraaaaaaam. . .

    betul ittuw. . .

    setujuuuu. . .
    mksiih udah berkunjung.🙂

  10. hem…..,boleh jg posting amu…salam knal (penilai jalanan)

    1. makasiih tafix. . .🙂

  11. Cinta itu apa?..

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: