Belajar Tanggung Jawab, dalam kehidupan.

Tanggung jawab. Kata yang sering saya dengar ini memang mudah diucapkan, mudah diiyakan tetapi susah dilaksanakan apalagi menjaganya. Untuk kesehariannya, ada beberapa percakapan sering saya dengar :

  • Okelah, idah mengerjakan kata pengantar ya? Untuk Pendahuluan dan seterusnya, serahkan pada saya. #Tugas dalam waktu 1 minggu, H-1 saya tanyakan kembali dan ternyata belum dikerjakan. Tanggung Jawab kah? #Amburadul.
  • Idah, gak usah membawa apa-apa ya? Semua kebutuhan, termasuk transportasi dan makan semua saya yang tanggung. #Hari H, waktu akan berangkat saya tanyakan untuk transportasi, ternyata belum menemukan transportasi untuk pergi ke acara dengan berbagai alasan. Tanggungjawab kah? #Amburadul.

Β Arti dari tanggung jawab menurut Kamus Bahasa Indonesia yaitu keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dsb) sedangkan Bertanggungjawab yaitu berkewajiban menanggung; memikul tanggung jawab. Tangung Jawab menurut saya hampir sama dangan menjaga komitmen. Benar adanya kalau Tanggung jawab merupakan kewajiban yang berat, semisal bisa diibaratkan barang dan ditimbang tidak ada yang bisa mengalahkan besarnya atau jumlah berat beban dari sebuah tanggung jawab, karena memang untuk menjalankannya membutuhkan sesuatu yang sangat istimewa.πŸ˜‰ Dalam aplikasi keseharian, sifat ini sangat diperlukan untuk menentukan langkah kehidupan, karena dengan bekal sifat inilah kita dapat memperoleh penghargaan yaitu sebuah β€œkepercayaan” dari orang lain.

Hampir setiap orang tua mengenalkan sifat tersebut kepada anak-anaknya, dengan maksud memberi pengertian bahwa dia tidak sendiri, bahwa tanggung jawab itu adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan, bahwa memelihara komitmen itu perlu untuk mencapai cita-citanya.😳 Sifat itu juga sudah dikenalkan oleh orang tua saya, sejak saya masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Dulu ya masih bingung apa arti tanggung jawab, yang jelas kalau dikasih uang jajan Rp. 500,- yang Rp. 100,- harus dikasihkan ke ibu guru untuk simpanan wajib, J itulah arti tanggung jawab versi saya waktu SD. Masih banyak sifat yang dikenalkan oleh orang tua saya selain Tanggung Jawab, seperti; jujur, disiplin, tegas, tegar dan siap.😳 Tetapi tidak tahu kenapa yang selalu beliau tekankan adalah tanggung jawab, apalagi untuk bidang pendidikan. Beliau tak henti-hentinya menanamkan sifat tersebut dan sampai sekarangpun saya masih belajar tanggung jawab dalam kehidupan, yang tentunya untuk masa depan.

Tegas, itulah sosok belaiau yang saya kenal. Terlebih dalam dunia pendidikan, beliau sangat tegas dalam mengarahkan pendidikan untuk anak-anaknya. Kalau tentang sekolah, saya dari TK sampai SMK itu semua Orang tua yang memilih dan menentukan, saya hanya berani bilang β€œenggih” dengan semua keputusan beliau untuk dunia pendidikan. Betapa susahnya bisa mendapatkan suasana belajar yang nyaman kala itu, tapi saya selalu ingat bahwa kewajiban seorang Pelajar adalah Belajar. Walaupun rasa nyaman dalam belajar kurang, saya tidak pernah tinggal kelas, apalagi mendapat nilai pakai tinta merah. #bukannya sombong ya.😎 Saya selalu percaya, kalau itu memang keinginan orang tua insyaAlloh Tuhan meridhoi, karena tidak ada orang tua yang akan menuntun anaknya ke hal yang buruk.😳

Saya yang terkenal ngeyelan, keras kepala tapi selama 13 tahun saya mampu dan selalu mengikuti pilihan serta keinginan orang tua. Pada akhirnya, menginjak lulusan SMK ada perang dingin antara saya dengan Orang tua (khususnya Bapak), karena Beliau menginginkan saya melanjutkan pendidikan dengan pilihannya yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tetapi saya bersikeras tidak mau. Sifat ngeyel dan keras kepala tiba-tiba hadir seketika, mungkin karena pas lulus SMK merasa sudah gede, seakan-akan bisa sendiri dan sifat ngeyel se ngeyel-ngeyelnya saya sampai lepas landas.😦 Beliau semakin yakin dengan keputusannya,Β  saat ada teman-teman main kerumah dan ditanya β€œkamu mau melanjutkan kemana, jurusan apa?” dan sebagian besar dari mereka memilih PGSD.Β  Waktu saya lulus SMK, jurusan itu di tempat saya menjadi fenomena dan merupakan salah satu jurusan terlaris. Tak heran banyak yang ingin masuk dan memperebutkan kursi pada jurusan ini, apalagi jurusan ini sebagian besar berada di universitas negeri. Dulu banyak yang berasumsi bahwa jurusan ini mempunyai aspek masa depan yang cerah. Tidak tahu ini aneh atau kebetulan, Bapak juga berasumsi seperti itu. Perbincangan dengan Bapak, yang masih saya ingat kala itu:

  1. Masuk ke PGSD itu mudah. #kan ada tes, jadi tidak mudah ❓
  2. Jurusan ini ringan, karena materi kuliahnya semua mapel yang sudah pernah didapat disekolah. #seperti makanan saja, ringan❓
  3. Jurusan PGSD itu mudah lulusnya, karena sebagian besar pembelajarnya teori. #saya tidak suka banyak teori, pusing ❓
  4. Kalau mengambil PGSD, Tugas Akhirnya mudah. Karena hanya penelitian ke Sekolah. #mulai mikir❓
  5. Lulusan dari PGSD itu mudah mencari kerja. #kalau sudah banyak mengahasilkan lulusan gimana❓
  6. Prospek untuk masa depan, PGSD itu banyak yang membutuhkan. Karena Sekolah Dasar akan selalu membutuhkan guru sesuai dengan bidangnya. #banyak bidang atau mta pelajaran khususΒ  yang dibutuhkan oleh SD, tidak harus PGSD❓

Beliau mencoba mengarahkan saya dengan berbagai cara supaya mau masuk PGSD untuk pendidikan selanjutnya, karena memang beliau menginginkan saya menjadi seorang Guru yang juga cita-cita saya. Guru adalah elemen penting yang sangat berpengaruh pada berhasil atau tidaknya sebuah pembelajaran di kelas, tetapi tidak harus PGSD kan?πŸ˜‰ Sepertinya saya akan merana, kalau masuk PGSD, karena saya tidak suka pembelajaran yang terlalu banyak teori, lebih suka ke praktikum.

Setelah lulus SMK, beristirahat sejenak dengan mengikuti kursus serta pelatihan yang diteruskan dengan mendaftar ke Perguran Tinggi (PT). Saya pergi ke suatu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Wonosobo, dimana letak kampusnya tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal saya.πŸ˜‰ Mulailah mencari brosur.πŸ˜† Akhirnya, dengan rekomendasi dari teman-teman saya temukan Fakultas itu. #bukan PGSD tapi FASTIKOM.πŸ˜† Fastikom Jurusan Teknik Informatika, itulah jurusan yang sesuai dengan keinginan saya. Tidak tahu kenapa, saya langsung yakin masuk FASTIKOM, padahal saya tidak mempunyai bakat dalam Informatika. Jangankan bakat, basic saya atau latar belakang saya adalah lulusan dari SMK jurusan Administrasi Perkantoran.πŸ˜† Hanya bermodal nekat dan tekad, saya mengambil brosur dan formulir pendaftaran.πŸ˜‰ #insting, brosur pertama yang saya pegang adalah brosur Fastikom.

Pendaftaran dimulai, bincang bintang juga dimulai.😳

Saya: Maaf pak, saya mau kuliah di Wonosobo, mengambil jurusan Teknik.

Bapak: Teknik? Jurusan yang didominasi laki-laki, nanti banyak kegiatan, bisa-bisa gak selesai-selai kuliahnya.

Saya: Bismillaah.πŸ˜‰

Bapak: Terserah, kalau ada apa-apa nantinya saya tidak mau tau, karena kamu tidak nurut.

Rasanya kalau sudah keluar kata β€œterserah”, serasa jarum jam berhenti seketika. #karena baterai habis.πŸ˜† Keadaan semakin panas, tapi inilah yang saya inginkan, saya keras kepala, ngeyelan dan jurusan inilah yang tetap saya pegang. Saya tidak tahu, beliau meridhoi jalan saya atau tidak karena tidak ada kata β€œya” pada saat itu. Tapi, inilah saya dengan kehidupan saya sekarang. Saya harus tetap meneruskan pendidikan saya walaupun tidak sesuai dengan keingingan orang tua. Pembelajaran di kelas, di lab selaIu saya ikuti, kalau ada tugas juga selalu saya kerjakan, tapi tidak tahu kenapa diawal semester Ganjil nilai saya turun, turun dan turun terus. Betapa sedihnya kala itu, sedih, taku menjelma menjadi galau. Walaupun Orang tua tidak akan menanyakan tentang nilai, tapi saya tetap cerita dengan ibu pas di ruang tengah supaya hati saya sedikit plong. Tiba-tiba bapak dengar perbincangan kami. Oh My God, terpaksa saya harus mendengarkan Bapak melantunkan suara emasnya selama kurang lebih 2 jam tanpa ngantuk.πŸ˜› Hanya takut yang saya rasakan, inilah suara emas yang paling menusuk jantung:

Bapak: β€œkamu sudah semester berapa? Harusnya kamu bisa konsekuensi dengan semua keputusan yang sudah kamu ambil. Kamu harus tanggung jawab, Β jangan sampai nilai turun? Tugasmu hanya tinggal belajar saja, koq bisa sampai mengulang seperti ini ?”

Saya: β€œowalah, Bapak? Yang namanya nilai ya kalau tidak naik pasti turun, masa iya disuruh kesamping? #dalam hati.πŸ˜€

Mulai saat itu, saya mulai belajar tanggung jawab lagi dalam kehidupan, bangkit dan berjuang untuk segera menyelesaikan kewajiban saya, belajar tanpa batas, mengerjakan tugas dengan lepas.:lol: Saya tidak peduli, teman saya tidak berangkat kuliah, tidak mau mengerjakan tugas kelompok maupun individu, tapi biasanya kalau ada tugas teman-teman masih aktif sms untuk setor nama, nim, gula, teh, roti, chitato dllπŸ˜† biarkan saja mereka, yang penting saya mengerjakan, karena suara emas itu benar-benar selalu terngiang ditelinga kiri saya.😳 Jalan kehidupan tidak mungkin selamanya lurus, karena semua sudah digariskan oleh-Nya, rintangan atau cobaan dari yang maha kuasa pasti ada. Kehidupan adalah sebuah proses, proses untuk menuju ke hal yang lebih baik atau lebih buruk.

Harapan saya, saya bisa menyelesaikan tanggung jawab terakhir saya sebagai mahasiswa yaitu menyelesaikan Tugas Akhir (TA) tahun ini, agar saya bisa mendapatkan kepercayaan dari orang tua sehingga dapat merealisasikan cita-cita saya dan orang tua yaitu sebagai Guru SD.πŸ˜† aamiin ya robbal’alamiin.😳 #do’akan temans.

Belajar Tanggung Jawab dalam kehidupan (khususnya) untuk masa depan akan terasa berat jika kita melaksanakannya dengan sebelah hati, tetapi akan terasa ringan manakala kita melaksanakannya dengan ikhlas. Keikhlasan hati dan ketegasan sikap, akan menjadikan kita lebih siap dan lebih berani dalam menyelesaikan setiap masalah. β€œApapun yang kamu rencanakan, apapun yang kamu ingin lakukan tetap awalilah dengan do’a”. #kata motivasi dari teman. Medali, piagam itu bukan hal yang penting, karenaΒ  yang terpenting adalah ketika anak mampu mengendalikan diri untuk keluar dari zona nyamannya demi mencapai cita-citanya. Kalau diibaratkan, dalam dunia anak-anak adalah dunia bermain, dia sangat suka bermain. Bermain adalah area yang sangat nyaman baginya. Namun kemampuan mengarahkan diri untuk melakukan sesuatu yang berbeda namun baik, harus dipelajari pula.πŸ˜‰

Niat boleh berbeda, tetapi untuk tujuan diharapkan bisa sama, seirama dan selaras.πŸ˜†

Orang Tua: Niat memasukkan saya ke PGSD, dengan tujuan menjadi Guru SD.πŸ˜‰

Saya: Niat masuk Teknik, dengan tujuan jadi Guru TIK di SD.πŸ˜‰ aaminn.😳

Ehem, tak lupa idah ucapkan selamat ulang tahun untuk mbakyuuuu. . .semoga senantiasa dalam lindungan-Nya, berkah umur, rizki dan berkah sehat.πŸ™‚ Bulan mei yang bahagia untuk mba noorma, semoga bahagia selalu berkelanjutan utnuk bulan-bulan berikutnya. aamiin.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Cah Kesesi AyuTea yang diselenggarakan oleh Noorma Fitriana M. Zain.

Referensi:

http://kamusbahasaindonesia.org/tanggung jawab

http://kamusbahasaindonesia.org/bertanggung%20jawab#ixzz1vTvPgi2X

23 komentar

  1. Artikel yg bagus Idah, yuks sama2 belajar bertanggung jawab dg lebih baik lgπŸ˜‰
    Gudlak ngontesnya yaa… pgn ikutan jg tapi blm dapet pangsit hihihihi
    ======================================================

    pangsiiiiiiiiiit datang, teh oriiin.πŸ˜†
    mari kita hidupkan tanggung jawab kita masing-masing.πŸ˜€

  2. tanggung jawab, kata yg mudah di ucapkan tapi sangat susah dalam melaksanakanya.

    belajarlah sejak dini untuk memiliki rasa tanggung jawab…

    semoga menang dalam kontesnya….
    ======================================================

    yuppppppps, mas uya kuya. .. ^_*

  3. hadaaawww…
    jawab terus kalo ditanya ma orangtua,,,
    lanjutkan Dik perjalanan ini masih panjang, seiring berjalannya waktu semoga apa yang menjadi harapan segera terwujud.
    Sukses selalu …
    ======================================================

    hahahahahap. . .
    jawabnya dalm hati ko. . .πŸ˜›

  4. goresan yang tak kan bisa orang melakukannya adalah belajar tanggung jawab semoga kontesnya menang yah
    ========================================================

    emmmmmmmmm. . .goresan? ^_*
    goresan tanggung jawab.πŸ˜‰ unik juga.πŸ™‚
    terimaksihhh sudah berkunjung. . . ^_*

  5. Eh… beneran disuruh jadi guru SD?
    Hmm… unik juga. Karena kebanyakan orang tua pengen anaknya kerja di tempat yang bonafid, bergaji gedeπŸ˜€
    Semoga kita bisa lebih bertanggung jawab atas tugas2 kita atau atas pilihan yang kita ambil.
    ================================================

    iya, serius ini mba akiin. ..πŸ˜†
    mungkin, menjadi guru SD sudah merupakan pekerjaan yang Bonafide versi orang tua idah.πŸ˜†
    aamiin, mba akiin. . . ^_*

  6. semoga TA mu ndang cepet barr yoo cah ayuuu…..

    yen harapanku ma kamu, mestkipun kamu nggak nanya.. tapi aku pengen kopdaran ma kamu.. ahihihihi

    okeyy pora?
    ==========================================================

    aaaamin aamiin aaaaaaamiin ya Alloh. . . ^_*
    aihihihihihhii. . okeylah, tapi kapan ya?
    kalau TA belum kelar, gak nyaman pergi2. . .πŸ˜†

  7. Hai Idah…
    maap baru sempat kunjungan balik yaaaaπŸ™‚

    Setelah menjadi Ibu kayak ginih, baru menyadari arti sesungguhnya tentang tanggung jawab Idah…kita belajar sama sama yaaaπŸ™‚

    Dan semoga sukses berlaga di kontesnya Noorma yaaaaπŸ™‚
    ==========================================================

    hayooooooooooo, si bibi lagi sibuk ya sekarang.πŸ˜†
    ok, belajar bersama untuk tanggung jawab masingmasing. .. πŸ˜†

    terimaksih, bibi? ^_*

  8. kehidupan ini mmg tdk pernah terlepas dari yg namanya tanggungjawab…πŸ™‚
    sukses ya kontesnya !
    ==========================================================

    benarrrrrrrrr sekali. . .πŸ˜†
    terimaksih, om bens. ^_*

  9. Tanggung jawab itu keknya hanya sebuah istilah yang siple, tapi nyatanya sangat kompleks dan luas. Buktinya, dari tema tanggung jawab saja muncul kisah yang sangat panjang kek gini.πŸ™‚
    Sukses dengan giveaway-nya.
    ==========================================================

    hehehe,
    iyya, om alam. . .
    cerita panjang ini merupakan sebagian dari kisah tangung jawab dan pasti masih banyak cerita lain yang berhubungan dengan tanggung jawab.πŸ˜‰
    terimaksih sudah berkunjung. ^_*

  10. Tanggung jawab itu penting banget, belajar tanggung jawab dari diri sendiri karena pada kehidupan di luar akan dipertemukan dengan berbagai tanggung jawab, contoh di dunia kerja, pasti sudah jelas akan ada tanggung jawab yg harus di emban.. ayoo kita sama-sama belajar menjadi orang yg selalu bertanggung jawabπŸ™‚

    sukses kontesnya ya IdahπŸ™‚
    ==========================================================

    dimana-mana selalu bertemu dengan tangung jawab ya mba?
    semoga kita bisa mengemban tanggung jawab tersebut dengan baik.πŸ˜‰

    ok, terimaksih ya mba? ^_*

  11. belajar bertanggung jawab sebaiknya emang sedini mungkin.. Kr kalo enggak bakalan lebih berat ngejalaninnya.. Sukses buat kontesnya yaπŸ™‚
    ==========================================================

    betul sekali, mba myra.
    ini idah juga masih belajar terus walaupun sudah segeda ini. . .πŸ˜†
    terimakasih sudah berkunjung. . . ^_*

  12. heheehe ngeyel tohπŸ™‚
    Aamiin semgoga TAnya kelar tahun ini ya Idah dan mendapatkan masa depan yang diinginkan
    ==========================================================

    begitulah, ngyeel. mode on.πŸ˜€
    aaminn ya rabb. . . ^_*

  13. moga menang! πŸ™‚
    ==========================================================

    terimakasih, yisha. . . ^_*

  14. Tanggung jawab itu berat, makanya memang harus dibiasakan sedari kecil.
    Semoga menang kontesnya ya
    ==========================================================

    iyya, Bunda.
    belajar dari kecil. . .πŸ˜‰
    terimakasih ya, Bunda. ayuh ikut kontesnya mba noorma.πŸ˜†

  15. Sofyan · · Balas

    Oooo.. baru tahu kalau Mbak Idah ini lulusan SMK #toss dulu MbakπŸ˜€

    Terakadang ortu gak bisa memahami kehendak anaknya, bukankah ortu itu hanya mendukung #eh malah ikut dukung Mbak IdahπŸ˜€

    Semoga citaΒ² menjadi guru SD dan sukses ngontesnya MbakπŸ™‚
    ==========================================================
    tooooooooos, kang sofi.πŸ˜†
    hehehe, begitulah orang tua idah. . ^_* amiin ya rabb. . .πŸ˜‰
    terimaksih sudah berkunjung. .. πŸ˜†

  16. Mudah2an bisa goal ya cita2nya jadi guru SD meski jalurnya beda. Dulu aku juga mau jadi guru, tapi keknya udah terlanjur salah jalur deh.:mrgreen:
    ======================================

    aamiin. . .
    semoga ya mba phiy?
    supaya semua merasa pas dihati. . . ^_*

    salah jalur, memangnya kenapa ni, mba?
    bagi cerita dong. . .πŸ™‚

  17. wah, gambaran dari tanggung jawab yg mudah dipahami ya, tp bener emang, mudah di pahami susah dalam pengerjaannyaπŸ˜€
    sukses ya GA nya
    ======================================

    susah, bahkan susah sekali, om?πŸ˜†
    ok, terimakasiiih. . . ^_*

  18. waaah, selamat belajar kalau gt.. dari mulai hal2 kecil. selamat. selamat…
    ======================================

    belajar teruus, tidak muluk-muluk pingin pinter tapi pingin paham.πŸ˜†

  19. yuk mari belajar bertanggung jawabπŸ™‚ hehehe
    ======================================

    ayoo, dimulai dari pemakaian sandal. . .πŸ˜€

  20. Idah kok sama sih kisahnya kyk aq…
    dulu waktu menentukan tempat kuliah dan jurusannya
    aq sempat bersitegang dgn ibu
    ibu inginnya aq masuk UPI atau PGSD biar jadi dosen kyk kakakku *yg jd dosen PGSD*
    tapi aq maunya mask teknik,dgn dukungan bpkku akhirnya aq masuk teknik sipil dan tau gak aq hanya bisa bertahan 1 tahun *kyknya aq salah pilih jurusan*
    dan akhirnya masuk kuliah di PAAN Politeknik ITB dan alhamdulillah sampai lulus

    tapi kalau skrg dipikir2 aq nyesel juga gak nurut sm ibuku,coba kalau dulu nurut mungkin skrg aq udah jd PNS atau setidaknya jadi guru SD
    ===============================================

    waaaah, iyakah mama rafi?
    dan jalan kedua kita sama. . .
    ambil Teknik sipil, terus mundur ditengah jalan. hihihihi
    ya kadang begitu, kita merasa pilihan kita paling TOP.πŸ™‚

    yang penting sekarang janganlah ada kata penyesalan, mama rafi?
    karena semua sudah ada jalannya masing-masing.

    Salam Senyuum. . . ^_*

  21. bravoo mbak idah… smua akan trasa mudah jka dilakukan dngn ikhlas.πŸ˜€
    ===============================================

    terimaksih, mas zumy. . .πŸ˜†
    semoga bisa terlewati dengan mudah.πŸ˜†

  22. sukses kontesnya yach Idahh…

  23. […] Inilah Berkah Membuat SIM C yang saya maksud. Setelah lulus SMK, Adik sebenarnya ingin langsung bekerja. Maklu, orientasi anak SMK memang langsung kerja, meski berbeda dengan keinginan orang tua. Perbedaan pendapat untuk melanjutkan dan mengambil mata kuliah sesuai keinginan sendiri tidak terjadi pada Adik saja. Saya pun dulu seperti itu. […]

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: