Jalan-jalan ke Kesesi, Pekalongan.

Pada hari Sabtu, 29 Juli 2012 Pukul 11.00 WIB,aku sampai di Kantor POS untuk mengirim Apukat untuk Bumil di Kesesi. Mengalami sedikit hambatan, yaitu pihak kantor pos tidak menerima kirimanku dengan alasan terlalu berat.😆 Apukat dengan berat 3 kg itu ditolak sama penjaga loket. Setahuku kalau memaketkan itu tidak ada batasnya, mau 1 kwintalpun tak masalah kan? Okelah tidak apa-apa aku terima kembali Apukat tersebut. Tanpa bertanya lebih detail kepada petugas loket, aku langsung keluar. Di depan kantor pos ada seorang laki-laki, dia meminta uang. Sambil menyodorkan tangan dia bilang padaku “Mba, bagi uang dong”. Aku gak jawab apa-apa tapi aku kasih sepunyaku. Aku langsung starter fitty, lha koq laki-laki itu pegang-pegang bodi belakang fitty. Aku merasa takut dan langsung ingin mabur, lha koq dia malah ngejar aku. Huwaaaaaaaaaaaaa, ternyata dia laki-laki tidak normal (wong edan). Mimpi apa aku semalam dikejar laki-laki itu.😦 Untung ada abang parkir yang menolongku.🙄

Kuceritakan kejadian diatas kepada Bumil, tanpa merasa berdosa dia menertawakanku dengan kerasnya.😆 Melihat Apukat itu rasanya kasian sekali, terombang-ambing sejak hari Jum’at.😆 Bumil mencarian solusi supaya Apukat itu cepat terkirim dalam waktu 2 jam. Bagaimana bisa dalam waktu 2 jam, jasa pengiriman manapun ya minimal 1 hari. Ternyata eh ternyata, dia memberikan solusi untuk datang langsung ke kesesi.😆 Bumil ada-ada saja, ngidam koq ya Apukat, yang keren dikir dong, ngidam siomay atau batagor.😆 Apukat ini kalau dibiarkan sampai beberapa bakal hangus. Dengan melihat dan menimbang saat mencari Apukat ini sangat susah, akhirnya ku putuskan untuk mengantarkan Apukat ini. Mengantar Apukat dengan siapa? Sendirian? Tidak mungkin, mintalah pertolongan pada sang Varioners sejati.

Sim salabim bim, abarak kedubrugan. Hari Minggu, 30 Juli 2012 Pukul 07.30, aku kembali SMS sang varioners saudara ferry martin (ponakannya ricky martin) ternyata dan ternyata dia sudah ada di depan rumaku.😆 On Time, Mode On.🙂 Tanpa basa-basi langsung cap cus sekalian jalan-jalan Kesesi Kota Rt 02 Rw 03, Pekalongan, Jawa Tengah.

Cuaca pada pagi itu sangat mendukung, cerah tapi dingiiiins. Kita meimilih jalan terobosan untuk menuju ke Kesesi. Banjarmangu-Kalibening-Kesesi, ini route secara singkat. Walaupun sudah tahu kalau jalan Banjarmangu itu penuh dengan kroakan atau jalan rusak, tetapi kita tetap lewat jalan tersebut, karena bisa lebih cepat sampai ke kesesi.😉 Jika ada yang ingin tahu saat aku jalan-jalan ke Kesesi, Pekalongaan, ini ada dokumentasinya.😆

Pasar Wage Banjarmangu

Pasar Wage Banjarmangu

Jalanan sedikit macet di Pasar Wage, Banjarmangu. Karena hari minggu adalah hari pasaran jadi banyak pengunjung dan banyak pula kendaraan bermotor yang parkir tidak pada tempatnya sehingga jalan macet.

Jalan Kalibening.

Jalan Kalibening.

Salah satu jalan menuju kalibening, banyak dijumpai kayu-kayu berkode yang sepertinya sudah lama di tebang.😉 Banyak tanjakan dan banyak juga jalan tikungan. Harus hati-hatijika melintasi jalan ini, cek kondisi kendaraan,rem, bensin dan semuanya di cek.😆

Desa Paninggaran Pekalongan.

Desa Paninggaran, Pekalongan.

Terlihat masjid di dekat jalan, itu adalah masjid painggaran. Hanya masjid ini yang aku ingat, karena dulu pertama kali ke Pekalongan di masjid inilah aku singgah untuk sholat. Belum  ada yang berubah dari masjid ini, tetapi sekarang sedang di renovasi untuk bagian depan masjid.🙂 Oiya, rumah teman saya (yasir) terletak tidak jauh dari masjid ini. Yasir lah yang mengantarkan saya dan very sampai ke Kesesi.🙂

Terminal Kajen, Pekalongan.

Terminal Bus  Kajen, Pekalongan.

Yups, kami sudah melewati Terminal Bus Kajen. Terminalnya sepi, masih ramai terminal Banjarnegara.😆 Aku tidak melihat ada aktivitas atau Bus yang keluar atau masuk di Terminal ini. Mungkin Busnya pada puasa kali ya?🙂 Kajen-Kesesi ternyata masih lama, kurang lebih 45 menit. Ternyata Kesesi jauh juga ya?😛

Jembatan Paris, Kesesi.

Jembatan Paris, Kesesi.

Lho ini sudah duduk di jembatan paris?🙂 Jembatan paris adalah jembatan yang menghubungkan rumah Ahli gigi dengan rumah mba noorma.😆 Kami sampai Kesesi kira-kira pukul 10.30 WIB.🙂 Iyya, itu aku mulai eksis dengan teman Blog kita.😆 She is Mrs. Noorma Fitriana M. Zain, empunya blog Cah Kesesi Ayu Tooa😆 yang ber background Batik.😆 Mba Pipit atau yang biasa kita sapa Mba Noorma dalam dunmay, sekarang sedang hamil dan waktu itu sedang ngidam Apukat.😆 Usia kandungannya sekarang jalan 9 bulan, eh iya kan 9 bulan, Bumil?🙂 Senangnya bisa bertemu dengan mba pipit secara langsung, biasanya hanya komen2 di efbi dan telphone2an dowang.😆 Aku tidak hanya bertemu dengan bumil tetapi bertemu juga dengan abinya bumil. Seorang blogger juga yang tak kalah tenarnya dengan mba noorma. Siapa lagi kalau bukan Abinya mba norma yaitu Mas Andim.

Eksis bersama Bumil.

Tetap Eksis bersama Bumil.

Bumil minta senyumnya dong, takut sama kamera ya?😆 Bumil Cantik dan sexy kan? 😉 Perutnya gak dipegang ni, nanti kalau gak dipegang lari lho.😆

Mas Andim, mba Noorma, Idah dan Veri.

Mas Andim, mba Noorma, Idah dan Very.

Lihatlah senyum Mas Andim, senyumnya mengandung umpan.😆 Mungkin Mas Andim tersenyum karena ngereyen baju batik baru kiriman dari pakdhe,  yang waktu itu menang dalam kontes di BlogCamp.🙂 Aduuh, Bumil ekspresinya tuh sereeeeem, gak ada senyumnya.😆 Very sepertinya masih malu-malu, mau senyum masih ragu.🙄

Nogbrol ngalor ngidul ngetan ngulon, ternyta eh ternyata Mas Andim kenal dengan saudaranya very yang katanya juga teman akrab Mas Andim.🙂 Kata Bumil, dunia ini memang sempit.🙂 Sebenarnya masih ingin istirahat, duduk santai sambil ngopi-ngopi dan ngobrol.😆 Ngopi, ini kan bulan Puasa.😛 Pantat masih panas, tapi mengingat perjalanan pulang ke Banjarnegara jaraknya lumayan bikin boyok pegel, akhirnya setelah dzuhur kami kembali ke Banjarnegara gilar-gilar.🙂 Sebelum pulang abadikan momen lagi ayoooo. . .😆

narsis, biar tetap eksis.

Harus narsis, biar tetap eksis.😆

Mas Andim tetap dengan gayanya yang mengandung umpan, Bumil senyumnya dikit banget dan Aku tetap dengan gaya yang khas yaitu Jari Piss.😆 Selalu sehat ya Bumil, Mas Andim dan Keluarga, semoga aku besok-besok bisa main ke Kesesi kembali untuk menimang cucunya Pak Guru Miftah.😆

15 komentar

  1. Wahhh, kenapa gak sekalian ke pemalang mba e? Hehehe
    Kan tetanggaan tuh sama pekalongan.😀

    hihihi. .pinginnya si jalan terus, tapi takut gak bisa pulang.😆

  2. Perjalanannnya jauh tapi seneng yoo ketemu bukmil, eeh itu foto2 ne bukmil ayu2 gawe ungu garai ketok unyu, wakakak😀

    Aihihih. . .seneng dong bisa jalan2.😆
    Iyya, berasa masih imuut soale. kwkawkkwkwwkwk

  3. Terminal Wage tu di Purwokerto bukan?

    Bahasane, kroakan. Khas banget.

    Terminal wage?
    Yang mana, Mba?🙂

  4. yah begitulah orang ngidam Id…. inget teh Nenk istrinya kang Asep yg ngidam pingin jambu mede nyari kesana ke mari kagak ada.. saya bantuin nyari dg cara bertanya ke setiap pelanggan yg datang kali aja ada yg punya.. paling banter jawabnya “daunya ada a jambunya lagi kagak musim….”

    di photo yang ke dua lupa ya Id narsisnya gak dg gaya yang khasnya itu Jari Piss…? hehe

    Memang katanya pingin sekaliii ya, mas.🙂
    Aaah, itu gaya yang lain. wkwkakwkwkwk

  5. Agung Rangga · · Balas

    err, apukat itu maksudnya alpukat ya kak?😐
    kok bisa “hangus”?😐

    Iyya, buah alpukat. . .
    Masksudnya Bosok.🙂

  6. jalanan di daerah jawa tengah atau timur itu khas banget ya…
    ga bisa ngegambarin, pokoknya ada sesuatu aja…

    Segeeeeeeeeeer dan penuh tikungan. . .:lol:

  7. lozz akbar · · Balas

    ciye..ciye yang lagi kopdaran. napa gak judule Kopdar Apokat aja?

    Tadinya mau judul itu, Kanda.
    Tapi sama Bumil tak boleh.🙂

  8. critanya berpetualang tho ini😀

    Berpetualang dan silaturahim, Mas.🙂

  9. Kliling-kliling-kliling ling..😀

  10. wah habis kopdar ya sama noorma

    Iyya, Mom.🙂
    Kapan bisa kopdar sama Cal-Vin ya?😆

  11. Selamat Mbak…
    Kata orang, bagi yg pernah lewat Kajen akan tambah Kajen…
    Jadi kalau mau Kajen, harus sering2 lewat Kajen.
    Laporannya komplit, ada Pasar Banjarmangu juga😀

    Terimakasih, Pak.
    Walaupun jarang lewat Kajen, semoga tetap Kajen.😆

  12. coba kalo ke ujung timur lagi mampir ke terminal arjosari malang, pasti nemu apel,,,
    boyok e rasane gmn ya kalo tambahin lagi rutenya ?

    wwwwwwwwe, jauuh dong, Kak.😛

  13. Wah orang ngidam ternyata seru ya sampai harus import alpukat dari kabupaten lain.
    Pertemuan yang menyenangkan ya nduk
    Semoga amal ibadahmu diterima dan dibalas berlipat ganda oleh Allah swt. Amin

    Salam hangat dari Surabaya

    Disana sini memang lagi gak musin alpukat, Pakde.
    Di Banjarnegara saja pesen sama mba2 yang jual buah.🙂
    Sangat menyenangkan, dhe. .. 🙂

  14. Kunjungan perdana😀 salam kenal mbak ^^ belum pernah ke pekalongan hhe

    Salam kenal kembali dari Idah. . .🙂
    mari main ke pekalongan, jalannya bagus lho. .. 🙂

  15. pernah nyetir kesini.. daerahnya pelosok, hampir dekat banjarnegara..🙂

    2Jam kalau dari Banjarengara, Mas.🙂
    jangan bilang pelosok, nanti diantemi mba noorma lho.😆

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: