Persiapan Pengajian Nuzulul Qur’an.

Tiada henti ucap syukur Alhamdullillah kepada Alloh SWT yang telah memberikan segala nikmat khususnya nikmat sehat, sehingga saya, keluarga dan teman-teman (yang membaca tulisan ini) masih bisa menjalankan ibadah puasa ramadhan dengan baik. Hari ini adalah hari ke enam belas pada bulan ramadhan, yang berarti nanti malam adalah malam ke tujuh belas. 🙂 Malam ke tujuh belas pada bulan ramadhan biasa disebut dengan malam Nuzulul Qur’an.

Nuzulul Qur’an secara singkat diartikan sebagai malam turunnya Al Qur’an, yaitu sesuai dengan makna dari kata Nuzul dan Qu’ran. Nuzulul Qur’an adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi terakhir agama Islam yaitu Nabi Muhammad SAW. Waktu turunnya Al-Qur’an bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Di dalam Al-Qur’an juga dijelaskan, Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan merupakan malam yang mulia. Jika malam Nuzulul Qur’an jatuh pada malam ke tujuh belas pada bulan ramadhan, untuk Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27 atau 29) Pada malam Lailatul Qadar, segala doa dapat dikabulkan oleh Allah SWT, segala dosa dapat diampuni oleh Allah SWT. Semoga kita semua dapat menjumpai malam yang istimewa ini. Aamiin.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap malam Nuzulul Qur’an tempat tinggal saya di selalu mengadakan pengajian. Untuk acara pengajian nanti malam sudah ada panitia tersendiri. Persiapan Pengajian Nuzulul Qur’an di mulai dari tempat, penceramah, suguhan semua sudah disediakan.

Tempat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk pengajian Nuzulul Qur’an bertempat di Mushalla Ar-Ridha. Biasanya pengajian ini dilaksanakan setelah ba’da shalat tarawih, tetapi untuk malam nanti berbeda. Berbeda dengan tahun sebelumnya, karena tahun ini setelah tarawih ada sebagian orang yang ikut nderes atau ngaji di tempat pakde saya. Pengajian untuk mendoakan almarhumah bude saya yang baru meninggal tanggal 1 Agustus kemarin. Dengan kesepakatan bersama, akhirnya pelaksanaan pengajian setelah selesai nderes kira-kira  pukul 08.30 WIB.

Penceramah. Waktu sedang rapat panitia, saya sedikit mendengarkan dari ruang tengah. Untuk orang yang mengisi pengajian atau penceramah nanti malam adalah Bapak Kyai Muslih dari Banjarmangu, Banjarnegara.

Suguhan.Suguhan atau Prasmanan untuk pengajian nanti malam sudah disediakan oleh panitia dengan bantuan dan kerjasama masyarakat. Setiap rumah diminta keikhlasannya untuk membuat snack dan makan masing-masing dua buah. Dua dus box untuk snack dan makan sudah disediakan oleh panitia dan masyarakat tinggal mengisi se ikhlasnya saja. Malam Nuzulul Qur’an juga bertepatan dengan meninggalnya Mbah Kakung delapan tahun yang lalu, jadi keluarga saya mempunyai kebiasaan yang sudah menjadi kewajiban tersendiri yaitu membuat unjed pada malam Nuzulul Qur’an untuk di kepung bersama-sama oleh jama’ah shalat tarawih. Unjed yaitu nasi yang dicetak menggunakan mangkok dan berjumlah tujuh cetakan. Untuk pendamping unjed ada makanan lain, seperti lodeh, gorengan dan lauk pauk lainnya. Di tempat tingal saya terdapat 2 Mushalla dan 1 Masjid, jadi kami membuat 6 unjed untuk mushalla dan masjid tersebut.

Persiapan Pengajian Nuzulul Qur’an sudah hampir selesai, tinggal masak-masak saja untuk membuat suguhan, unjed dan makanan lainnya. Saatnya ikut membantu (melihat) orang masak. 🙂 Semoga acara untuk malam Nuzulul Qur’an nanti berjalan dengan baik. Semoga nanti malam setan tidak main mata dengan saya, sehingga bisa menghadiri pengajian Nuzulul Qur’an. Jika tidak bisa hadir ya kebangeten, pengajiaanya saja di depan rumah koq ya. 🙂

Bagaimana persiapan untuk malam Nuzulul Qur’an di tempat tinggal teman-teman? Ada pengajian tidak?

Salam Senyum

Iklan

26 komentar

  1. mg sukses ya neeeeeng ❤

    Iyya mimi, Terimakasiiih. ^_*

  2. onesetia82 · · Balas

    pertamaX …
    o iya nanti malam tanggal 17 Ramadhan ya …
    saya lupa non … 😦
    siang-siang gini denger yg masak jadi bunyi nih perut … 😉

    Pertamini. .. 🙂
    Wah, koq lupa, Om. 🙂
    Tahan dan tahan. . 🙄

  3. kalau di sana masih tepat malam ke-17 ya mbak Nuzulul Qur’annya? kalau di tempat saya mah sudah bergeser gak tentu waktunya
    malah ada yang pas awal-awal Ramadhan kemarin
    dan sudah gak ada tradisi apapun, ya tinggal pengajian seperti biasa saja 😀

    Iyya masih tepat pada malam 17, Mba.
    Wah, jadi tambah pengetahuan ni. 🙂
    Makasih ya? 🙂

  4. semoga acaranya lancar mbak …

    Aamiin. . .semoga Mas. .. 🙂

  5. Amin. Semoga satu kali saja dalam hidup saya mendapat malam lailatul qadar dan mereka yang mendambakannya 🙂

    Aamiin, Bu. 🙂

  6. Al-Quran sebagai petunjuk bagi kita agar jalan kita benar. Tentu, petunjuk itu harus difahami, bukan hanya dibaca saja.

    Salam hangat dari Surabaya

    Benar sekali, Pakde.
    Dikaji jugaa isinya. . .

  7. Alhamdulillah sudah masuk malam ke 17 Ramadhan.

  8. Nuzulul Qur’an ngaji di rumah aja sama keluarga.
    Semoga sukses ya acaranya…

    Terimaksih, Bunda. 🙂

  9. Kalau di tempat saya, malam Lailatul qadar diwarnai dengan MTQ se kecamatan. :

    Sepertinya lebih meriah ya, mas. 🙂

  10. Assalaamu’alaikum wr.wb, Idah….

    Wah… meriah sekali acara malam Nuzul al-Quran di sana ya. Tentu berlainan mengikut tempat dan negara. Di Malaysia juga mempunyai acara meriah sedemikian tetapi berbeda mengikut negeri, daerah dan kampung masing-masing. Ada yang meriah dan ada yang simple sahaja.

    Kalau di tempat bunda – Sarikei, juga ada acaranya seperti di petang 16 Ramadhan diadakan majlis ceramah agama, membaca al-Quran sehingga waktu berbuka puasa. Malamnya diadalah solat Terawih dan Tadarrus seperti biasa dan makan moreh.

    Masakan Unjed membuat bunda teringin hendak merasakannya terutama masak lodeh, bunda suka sekali dengan sayur lodeh. 😀 Alhamdulillah, ternyata sambutan Nuzul al-Quran bisa menggabung sekalian keluarga dan masyarakat untuk meraikannya.

    Salam manis buat Idah. 😀

    Wa’alikumsalaam Bunda. 🙂
    Beda waktu ya Bun, kalau tempat idah kan setelah tarawih, nderes. 🙂
    Makan Moreh itu apa ya, Bun?
    Unjed, lodeh sudah habis tadi malam, Bunda. hihihih 😉
    Salam Sayang buat Bunda. 🙂

  11. bagus kegiatannya Idah.. klo di kampung Bundo hanya pengajian saja gak ada acara makan2nya.. hehhe.. memang meriah klo ada makan2nya, jadi semangat deh.

    selamat mempersiapkan acara ya Idah.. semiga lancar.

    Tetap semangat walau tak ada makanan. 🙂
    Acaranya sudah tadi malam lho, Bundo. 🙂

  12. wah ditempat saya, baru saja dilaksanakan malam tadi.. acaranya bahkan sampai pukul 24.00..
    akibatnya.. semua pada telat sahur, ada juga yang ga sempat sahur karena ga kebangun..
    siapa coba? he.. saya

    Sama, tempatku juga tadi malam. 🙂
    Sampai pukul 23.00, sahur sekalian. 🙂
    Siapa ya? 🙂

  13. kok membantunya cuma dengan melihat, jadi mandor dong!
    Di kantor kebetulan siang nanti jam 13 juga ada peringatan nuzulul qur’an. Klo di masjid kampung udah hari jumat kemarin.
    Semoga acaraya sukses, jangan lupa liputannya, terutama foto unjed 🙂

    Hehehhee, gak koq Bunda.
    ikut racik2 juga. 🙂
    Unjednya udah habis, lupa tak difoto. 😉

  14. yeah, yisha ngga tau dan ngga penting lah bagi yisha untuk tau, yisha kan ngga ikut…. 😦

    Ditempat Yisha gak ada ya?

  15. Sama seperti acara peringatan Nuzulul Quran yang ‘dihapus’ dari program TVRI ( ingat jaman dulu selalau ada acara untuk memperingati Nuzulul Qur’an ), di mushola ataupun masjid di lingkungan saya juga tidak mengadakan acara ini secara khusus,namun semoga tidak mengurangi semangat kaum muslimin untuk membaca dan mengkajinya karena dialah ( Al Quran ) petunjuk dan pembeda yang nyata.

    Semoga almarhumah bude diterima Allah swt, dan keluarga yang ditinggalkan dapat mempertahankan kesabaran, ketabahan dan juga keikhlasan. Amin….

    Kenapa gak ada acara ini, Abi?
    Aamiin, terimakasih doanya. 🙂

  16. wah, kalo saya sih sudah tadi malam nuzulul qurannya.. 😀
    fokus ke laitatul qadar dulu dah.. 🙂

    Sama mas. .. 🙂

  17. salam senyum ^_*

    kunjungan perdana nie.
    aq aja trawih nggak pull.
    pakei acara ngaji.

    mendingan kabur aja deh :p

    Terimaksih sudah berkunjung. . . ^_*

  18. Di tempat saya tidak ada peringatan nuzulul qur’an juga, maklum di daerah kos kosan
    Hanya saja kemarin masjid di daerah saya melakukan khataman dadakan, karena pengumumannya cuman dari mulut ke mulut, jadinya ndak tahu kejelasan acaranya.

    Terus ikut khataman gak, mas. 🙂

  19. Kalo sisa makanannya masih banyak tolong kirim buat akang yaa 🙂 (becanda looh!!!)

    Hihihihi, sudah hbis.
    tapi idah nanti masak lagi ko, kang.
    pingin dikirim apa? 🙂

  20. pengin ikutan makan unjed-nya. penasaran baru denger nama ini 😀

    Hyah, tadi malam gak ikut penagjian si, unjed udah habis. 🙂

  21. gak ada masak2nya kalo di tempat sy 😀

    Full Pengajian ya, bunda? 🙂

  22. semoga acaranya sukses ya Idah

    Semoga, Mom. 🙂
    Terimaksih ya. . . 🙂

  23. semoga kita dapat malam yang di rindu kan semua umat islam

    Idah mengamini doanya, mas. 🙂

  24. Semoga tidak hanya diperingati tetapi yang lebih penting adalah dipelajari untuk diamalkan..aamiin

    Iya, benar mas.
    Memperingati setelah itu mengamalkan apa yang sudah di dpat. 🙂

  25. aku belom tau nih Dah kebiasaan di mesjid deket rumah, seru kyknya ya kalo ad pengajian dan makan2 gituh 😀

    Ngajinya jadi tambah ramai, Teh. 🙂

  26. Hiiii… rame neh idah…
    Tambah mantab aja neh..
    Slam kenal buat yg belum kenal ya… heheh 😉

    Apa kabar,mas jacky. . 😉

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: