Dawet Ayu “DA’ LELE” Khas Banjarnegara

Hari ini, 20 Januari 2013 seluruh Blogger Banjarnegara berkumpul di Hotel Central Banjarnegara dalam acara Pesta Blogger Banjarnegara. Acara Pesta Blogger ini dihadiri kurang lebih 500 Blogger asli Banjarnegara. Pesta Blogger ini diselenggarakan oleh Ruang Belajar Masyarakan (RBM) Banjarnegara dengan mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Banjarnegara. Mulai fokus dengan judul nih. 😉

” NEK DOLAN MARING MBANJAR, URUNG LENGKAP NEK URUNG NYERUPUT DAWET AYU KHAS BANJARNEGARA”

Sebagai warga Banjarnegara yang peka akan perkembangan daerahnya, kutipan kalimat di atas sudah seharusnya kita kampanyekan kepada khalayak ramai atau sahabat-sahabat kita yang berada di luar Banjarnegara. Tidak ada maksud lain, karena ini merupakan salah satu cara untuk mempromosikan apa yang ada di daerah kita. 😉

Anda yang mengaku sebagai warga Banjarnegara (seperti saya) asli mBanjar sudah seharusnya bangga karena memiliki minuman khas. Minuman Khas? Ya, untuk sebagian besar sahabat Langkah Catatanku, sepertinya sudah tidak asing lagi dengan minuman khas Banjarnegara. 😆

Banjarnegara memang mempunyai minuman khas nan unik, apalagi kalau bukan “Dawet Ayu”. 😳 Keberadaan minuman khas ini, membawa Banjarnegara semakin dikenal oleh daerah lain. Perlu sahabat ketahui, sekarang minuman khas Dawet Ayu sudah ada perkembangan atau inovasi. Inovasi yang saya maksud yaitu inovasi isi dari Dawet. Dawet Ayu Da’ Lele atau Dawet Ayu Daging Lele. Pembutan isi Dawet atau cendol yang dulu hanya menggunakan bahan dasar tepung hunkwe, sekarang ditambah dengan Daging Lele. Da’ Lele ini tercipta karena adanya program dari pemerintah yaitu Gerakan Memasyarakatkan Ikan (GEMARIKAN). Dengan adanya program dari pemerintah tersebut, akhirnya Bu Anggi (inovator Da’ Lele) yang juga alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Perikanan membuat inovasi untuk minuman khas Banjarnegara.

Bersama Bu Anggi

Bersama Bu Anggi

Mengapa sang inovator menggunakan Daging Lele? Ada beberapa alasan yang saya dapat dari Bu Anggi, antara lain;

  1. Daging Lele mempunyai protein yang tinggi
  2. Daging Lele mudah didapat di Banjarnegara
  3. Daging Lele harganya murah
  4. Daging dari Lele lebih banyak dibanding daging ikan lainnya. Seperti; ikan Mujair dsb.

Dari alasan di atas lah, Bu Anggi mencoba menggunakan Daging Lele untuk digunakan sebagai bahan dasar Dawet. 😉 Saya yakin, sahabat beranggapan kalau Da’ Lele ini terasa amis. Buang jauh-jauh anggapan tersebut, karena anggapan itu salah. 😛 Pembuatan Da’ Lele yang menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam ini, membuat rasa dari Da’ Lele semakin segar,  gurih dan tidak amis. Kenapa tidak amis? Jawabannya, karena Bu Anggi sangat memperhatikan proses pembuatannya, terlebih pada saat proses Villeting. Supaya tidak hilang kandungan proteinnya, Daging Lele dicampurkan dengan tepung hunkwe kurang lebih 5 menit sebelum ditiriskan.

Selain proses pembuatan, yang perlu diperhatikan dan perlu diketahui yaitu; Lele yang digunakan untuk bahan dasar Da’ Lele ini bukan Lele sembarangan. Lele yang digunakan bukan Lele ini didapat langsung dari Mandiraja, dan ada sebagian yang didapat dari ternak sendiri. Jadi, jangan khawatir kalau Lele ini adalah lele yang diternak dikolam sembarangan yang biasa untuk buang hajat. 😆

Dawet Ayu Da' Lele

Paling penting! Saya adalah salah satu orang yang tidak suka dengan Daging Lele, karena penampakan Lele menurut saya nggilani dan sepertinya tidak enak. Tetapi, entah kenapa saat mengkonsumsi Da’ Lele ini saya tidak merasakan adanya campuran dari Daging Lele ya? Mungkin saja sangking menikmatinya, bisa juga karena tidak ada penampakan lele. 😆 Dengan menikmati Da’ Lele ini, berarti sekarang saya doyan Lele, tapi sepertinya lele yang terselit di Daet. 😆

Dengan adanya inovasi Da’ Lele ini, sahabat bisa juga belajar membuat Da’ Lele bersama Bu Anggi atau bekerjasama dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang ada di daerah masing-masing dengan mengajak Bu Anggi sebagai pamandunya. 😉 Sahabat bisa mencicipi Dawet Ayu “DA’ LELE” Khas Banjarnegara dengan datang langsung ke UMKM Banjarnegara yang bertempat di komplek terminal Banjarnegara. Jika tidak sempat untuk datang langsung, sahabat bisa memesan Dawet Ayu “DA’ LELE”  Khas Banjarnegara melalui Contact Person Bu Anggi atau melalui saya. 😆 #sambil jualan nih. 😛

Iklan

22 komentar

  1. wow . mantap dah

    hihihihi. . .
    makasih, Om. 😛

  2. Di Jalan Kertajaya Surabaya banyak penjual dawet dengan label Dawet Ayu, ternyata dari Banjarnegara yo nduk.
    Di hypermarket Giant juga ada counter Dawet Ayu.
    Berarti Dawet Ayu sudah melanglaglang kemana-mana
    Saya termasuk penggemar dawet sejak kecil hingga kini.
    Maju terus Dawwt Ayu.

    Salam hangat dari Surabaya

    Iyya, Dawet Ayu tuh minuman khas Banjarnegara.
    Kapan ya Pakde bisa mencicipi Da’ Lele ini. 🙂
    Terimakasih ya, Dhe. ^_*

  3. Gag bayangin deh minum dawet ayu tapi pake campuran daging lele, geli sendiri :p

    Jangan dibayangin, tapi diserupuuut, Niar. 😆

  4. Wow… baru tahu ada minuman kaya gini mbak. Boleh nih pesen, delivery order nyampe wonogiri hahahah 😀 kayaknya rasany jg khas, tp tetep manis ya kaya saya? ^_^

    Hahaha. . .
    Delivery order bisa saja lho. 😛
    cieeeeeeeee, ehem2. 😛

  5. Pasti enak ya Dawet dengan menu ikan lele. Ada yang baru nih produk khas Banjarnegara. Kalau keramiknya masih terkenal lho?

    Ini inovasi lho, Mba. 😉
    Keramiknya masih eksis, cuma belum saya tuliskan. 😆

  6. Inget zaman kuliah ke Banjar negara
    Tapi kenapa temenku gak ngajak aku nyicipin dawet ayu ini ya 😀

    Banjarnegara lho, Kak. 😉
    Mungkin temennya lupa ya.
    Tapi kalau sekarang ke Banjar, nanti saya ajak keliling dengan gerobak dawet. 😆

  7. Wah bloggernya keren. Dah bisa deket sama pemerintah. Keren TOP BGT dech 😀

    Iyya, Mba.
    Rasanya seneng,d apat dukunngan dari Pemerinatah. 😉

  8. ngiler… kirimi akuh.. kirimi akuh..

    alamatnya mana, mas? 😛

  9. waluapun bukan orang sana,
    ibuku suka dawet ayu juga 🙂

    Karena rasanya maknyuusssssssss. .. 😛

  10. hehhh????dawet pake daging lele…???
    inovatif nih bu anggi 😀

    Patut dicicipi, Mba. 😆

  11. kalau aku suka sama lele idah..
    pensaran nih sama rasa dawet lele nya 🙂

    Ayoo ke Banjarnegara, Mba Izza. 😆

  12. ih unik. sebagai peternak lele saya jadi pengen tau cara buatnya tuh. 😛 *sekalian promosi usaha* tapi sayang saya jauh di medan.

    Bu Anggi sekarang lagi di Surabaya lho. .. 😆

  13. Waaw. 500 blogger, gimana ramenya tuh…
    dulu waktu mbak idah post tt da’lele saya biasa2 aja, tp sekarang saya jd penasaran mbak.

    Ramai banget, Mas. 😉
    Patut di cicipi, Mas. 🙂

  14. Kapan ya bisa minum dawet ayu Banjarnegara ?
    Ide untuk mencampur dawet plus lele sangat moncer tu, tp rasanya geli2 gmn ya …
    di Malang outlet dawet ayu dimana ya ?

    Kapan saja bisa. 😉
    Saya kurang tahu, Kak.
    Coba nanti saya tanyakan ke teman. 🙂

  15. Banjarnegara itu deket sama banjarmasin ga ya? *tepok kalau salah :p. mau dong dawetnya hehehe

  16. seperti apa rasanya dawet racikan baru ini ya ? #penasaran

    Silakan berkunjung ke Banjarnegara.
    nanti saya traktir Dawet Ayu. . . 😆

  17. beberapa kali ke banjar, suka beli dawet ayu di alun-alun sama ronde buah di dekat rsud. pernah lihat warung dalele, tapi belum berani coba…hihihi….ntar kalo kesana lagi coba ah 😀

    Kalau mampir ke Banjarnegara mbok ya kabar2 lho, Mba. hehehehe

  18. waaah jadi pengenn 😀

    1. Silakan mencicipi. . 🙂

  19. ka idaaah! dapet award nih dari saya lagii :3 hihi. diterima yaaak. cek http://rurikakaka.wordpress.com/2013/02/09/very-inspiring-blogger-award/

  20. Pasti mantap nih,jadi ingin nyobain …sayang di daerah ku kayaknya belum ada..

  21. wong edan apa rasane kue? hoalah bocah ana2 bae

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: