Dibalik Layar : Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan

Pernah saya tulis tentang Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan. Banyak sahabat yang mengatakan bahwa, untuk mendapatkan kebahagiaan sangatlah mudah dan sederhana dan pernyataan tersebut benar adanya. Kebahagiaan lahir dan bathin bisa menghampiri kita kapan saja. Terlebih jika kita bisa melihat keluarga, sahabat atau saudara lainnya bahagia. Secara serentak hati kita pun bisa ikut merasakan kebahagiaannya.

Terus, mana dibalik layarnya? Sabar ya, Gan.😆 Bahagia Dalam Kebersamaan bisa saya rasakan saat berada diantara mereka. Mereka, sahabat kelas yang sudah agak lama tidak mengadakan acara kumpul-kumpul. Sebenarnya postingan ini berisi ndongeng dan nostalgia sih.😆 Mengenang kesederhanaan saat itu, sebulan yang lalu.😳 Pada saat memutuskan untuk berkumpul disuatu rumah, rasanya sedikit bingung. Bingungnya, jika ngumpul-ngumpul dan tidak ada makanan kan layu tur wagu. Jadi, inilah dibalik layarnya, yaitu MAKANAN.😆 #ngomong aja mau pajang foto.😛

Acara ngumpul ini atas inisiatif rekan-rekan satu angkatan yang lulus kemarin. Total ada sembilan anak, yaitu Ridho, Feri, Hudi, Jati, Hari, Hid, Atul, Tri dan Idah. Sebenarnya jika acara tersebut dilaksanakan di Rumah Makan, Kedai dan sejenisnya sih masih bisa. Tetapi, karena saat itu sedang banyak sekali pengeluaran untuk tetek mbengek😆, jadi kami memutuskan untuk berkumpul di rumahnya Ridho. Makanan yang kami sajikan untuk sahabat beserta dosen yaitu made in sendiri. Kesembilan anak diberi kesempatan untuk membawa apa yang ada dirumah masing-masing, tidak mengada-ada tapi apa yang ada harus dibawa, termasuk air putih.😆 Inilah dibalik layar.😛

1. Ridho dan Feri

Dua sahabat saya ini mempunyai kolam ikan. Jadi, mereka membawa ikan untuk dinikmati bersama-sama. Meski mereka tinggal di daerah yang berbeda, Wonosobo dan mBanjar, tetapi mereka kompak membawa ikan Mujahiiiiir.😆

Makanan  Sudah Siap Saji

Mujahiiiir dan Endog 😆

2. Hudi

Nah, kalau si Hudi, anak pedalaman.😆 Karena orang tuanya memiliki beberapa kebun yang ditanami Pisang, jadi dia membawa pisang. Tepatnya pisang godog (rebus).😆

Pisang Rebus

Gedhang Godog😉

3. Jati

Kalau Jati ini juragan mentok. Sahabat tahu mentok, kan? Emm, mentok tuh hampir mirip denan bebek. Eh, iya gak sih?😆 Yang jelas unggas sejenis itik dan dagingnya lumayan a lot (kurang empuk). Jadi kalau yang giginya sensitif, saya sarankan jangan makan daging ini.😆

4. Hid

Mas yang satu ini tinggal di perkotaan. Ngakunya sih tidak punya apa-apa kecuali beras.😆 Jadi, dia datang membawa beras dan rambutan. Kalau rambutannya beli di sekitar jalan masuk ke kampus.😆

5. Atul

Rumah dia lumayan jauh, perbatasan dengan magelang. Desa Kepil, tetapi yang pelosok dan tentunya jauh dari keramaian. Ditemani motornya yang enggrek-enggrek, dia membawa The Gan (Degan) alias Kelapa Muda.😆 Kelapa Muda yang dibawanya lumayan banyak lho, kira-kira ada 10 biji. Benar-benar penuh perjuangan.😆

Es Kelapa Muda

Nggepluk Degan.😆

6. Tri

Tri rumahnya di Wadas Lintang. Jalan penuh liku dan termasuk ndeso mbanget. Katanya di sana tidak ada tanda-tanda kehidupan untuk buah-buahan dan adanya hanya pepohonan. Rasanya mustahil sekali, kalau dia datang membawa Pohon Albasia.😆 Atas inisiatif sendiri, dia pergi ke pasar dan membeli sayur mayur dan cemilan kriyik-kriyik.😉

kriyik-kriyik untuk Para Dosen dan Para Sahabat

Kriyik-kriyik untuk Para Dosen dan Para Sahabat

7. Idah

Haciiiiiiiiiim. . .kalau anak yang satu ini rumahnya pelosok, ndeso, tidak ada sinyal dan belum ada tanda-tanda untuk pergi ke Paris. #ups😆 Idah tidak ada jatah untuk membawa apa-apa, tetapi harus datang lebih awal untuk membantu nyuci piring, ngepel dan beres-beres rumah.😆 Apa iya, jauh-jauh dari Banjarnegara tidak nenteng Salak? Ya layu tur wagu.:mrgreen:

Buah-buahan

Salake gedhe-gedhe, kan?😛

Slank ada benarnya juga mencipatakan lagu, makan gak makan kumpul. Tetapi tidak untuk sekarang. Sepertinya jaman sekarang kalau sudah kumpul seperti ini harus ada makanan, meski hanya kriyik-kriyik.😉

Dibalik Layar

Sebaiknya jangan pernah membebani orang lain jika akan mengadakan suatu acara. Contohnya; membayar biaya konsumsi [berlebihan]. Karena biaya berlebihan, terkadang membuat acara kurang nyaman. Untuk mengajak sahabat berkumpul tidak harus ditempat yang wah, apalagi dengan makanan yang mewah. Tanpa bermaksud merepotkan pemilik rumah, berkumpul dirumah salah satu sahabat pun terkesan lebih sederhana, indah, aman dan nyaman.😆 Demikianlah kisah Dibalik Layar terciptanya rasa Bahagia Dalam Kebersamaan dan Kesederhanaan.

Pernahkah sahabat melaksanakan acara seperti di atas? ^_*

Salam Senyum

14 komentar

  1. Wah acaranya ini pasti pas acara ngumpul arisan dengan sahabat ya😕 tapi dengan jumlah anggota segitu pasti banyak juga menu dan persiapan nya. Tapi kalau ada kebun dan kolam sendiri ya enak juga. Tinggal ambil saja😆

    Iya, pak. Tapi bukan arisan lho ya?😛
    Uranan, Pak. Urunan Mandiri.😆

  2. kalau ibu-ibu biasanya masing-masing bawa makanan nanti kita sharing disana gak memberatkan tuan rumah juga

    oooo, besok-besok kayak gitu aja lah. Ini yang punya rumah juga gak ikut bawa2, mom.
    tapi urun rumah.😆

  3. blm pernah ada acara gitu…
    ih itu yg bawa pedang seremmmm
    Tak kira ini pos Misteri di balik layarnya Pak Dhe😀

    Hahahaha. . .
    Pinginnya sih ikutan di balik layarnya pakde, tapi isinya gak sesuai ya, Mba.😀

  4. Acaranya seru ya, masing-masing berkontribusi …
    btw, rumahnya ganti cat ya, sekarang jadi admin si hijau donk ya …😀

    Benar sekali, Mas.🙂
    Hahah. . iya, si Hijau sekarang.😛

  5. waktu jaman baheula hampir tiap malam acara masak masak,,

    Wah, senang pastinya dong, Mas.
    Pas masih di kosan ya?🙂

  6. Seru ya kalo masing-masing dateng dengan bawa buah tangan yang beda-beda gitu😀
    Saya sih jarang begitu, paling biar gak repot patungan uang aja trus nanti seluruhnya dikoordinir sama satu atau dua orang. Tapi kalau begitu, patungan uangnya makin berasa daripada bawain buah tangan…

    Tadinya mau patungan lho, Mba.
    Tapi ada beberapa teman yang uangnya masih dijalan😆, jadinya ya bawa apa saja yang ada di rumah.😆

  7. hmm.. salah satu enaknya kumpul2 adalah .. makan hahahaha…. ngiler liat menunya.. kirim dong kesini :p

    Kirimnya pakai apa enaknya ya, Mba?😆

  8. Assalaamu’alaikum wr.wb, Idah….

    Memang kebahagiaan itu mudah diperolehi, di mana-mana sahaja kita berada. Bahagia itu berada di hati kita. Seperti acara ngumpul dengan sahabat di atas, pasti pancaran rasa bahagia itu dimiliki oleh semua teman-teman dan dosennya. Melihat foto di atas sudah diketahui bahagianya.😀

    Bukan senang untuk bertemu semula dan ngumpul bersama di kemudian hari kerana masing-masing sudah punya tugas sendiri.

    Selamat berbahagia buat Idah dalam setiap senyumnya yang indah.
    Salam manis dari bunda di Sarikei, Sarawak.😀

    Wa’alaikumsalaam, Bunda Cantik. . . 😉
    Rasanya tuh ada kepuasan sendiri, tanpa membebani teman2 yang lain.🙂
    Terimaksih, Bunda.

    Salam Senyuum. . . ^_*

  9. uwaaaaa..boleh dong salak sama rambutannya m idah😀

    Sangat boleh, Mba.
    Ayoo, ambil saja. Geratis. . 😆

  10. kalo yg namanya ngumpul-ngumpul pasti asik… sekalipun gak ada makanannya.. hehe

    Yakin nih?
    Kalau gak ada makannya tuh kecuuut. . .😆

  11. ide bgus tuh idah
    btw jati bawa mentok nya berapa ekor? dibawa hdup2 kah?
    wah kasian si mentok😀

    Bawa dua, Mba.
    Guede2 yakiiin.😆
    Iyya, dimasak bareng2, Mba.😆
    Kasian sih, tapi mau gimana lagi.😆

  12. waw, jadi pesta makan makan akbar🙂

    pasti jadi acara kumpul2 tak terlupakan nih🙂

    Begitulah, Mba.
    Suka sekali, senang dan bahagia. #lebay.😆

  13. Suasana seperti ini akan memberikan efek positif sekaligus dapat meningkatkan kinerja dalam beraktifitas.
    Satu hal lagi, kebersamaan yang berkualitas akan memotivasi untuk lebih saling percaya, saling menghargai, dan saling terbuka dalam berkomunikasi.
    #lempar_salaknya_ke_malang_de’ …

    Woow, kata2nya sungguh menyentuuh tuh tuh. . .😆
    Emooh, kasian yang dilempar. Nanti sakit.😀

  14. Acara dengan membawa makanan sendiri2 begini memang mengasyikkan. Bunda beberapa kali mengadakan yg spt ini. Hasilnya malah lbh mewah dan lengkap dari pada makan di restoran.

    Mengenai entok… bunda suka tuh sama entok, bebek juga. Dan kalau bisa masaknya engga alot kok… Suami sukanya entok disemur… hadeeuuuhhh.. sayangnya di jkt entok muahal sekali dan jarang ada… .

    Kemarin masaknya udah lama lho, Bunda. Tapi gak tau kenapa ya, koq tetap alooot ya?😦
    Kalau di sini kayaknya banyak yang ternak, Bun. hihihihi

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: