Pemutung Dilarang Memulung

Pemutung Dilarang Memulung. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena jika Anda ingin memulung, sudah pasti banyak godaan. Entah godaan itu internal maupun eksternal. Jadi, jika sahabat termasuk tipe orang pemutung, bener-bener ora dadi.  Sahabat tahu pemutung, kan? Pemutung itu orang yang dikit-dikit marah, tersinggung, gela, sensi, intinya ya mutungan.

Beberapa minggu yang lalu, saya melihat seorang sahabat menulis status, yang ditujukan untuk group Peduli Lewat Sampah (PELEPAH). Statusnya ringan sekali.

 “Alhamdulillaah, hasil ekspor sampah hari ini sebesar 15 ribu. Posisi saldo 100 ribu. Kira-kira jika dibarter buku tulis bisa jadi berapa buah ya? Semangat!”

Tuuh, statusnya renyah sekali, kan? Lebih renyah dari sriping tela, kriuk-kiruk. 😆 Mungkin untuk sebagian besar sahabat ada yang memilih cukup memberikan uang dengan nominal sekian rupiah, daripada harus memulung. Jika dilihat dari segi nominal, angka di atas memang terlihat renyah dan rendah (untuk sebagian orang). Tetapi, akan terasa lebih kriuk jika Anda ikut gabung sebagai orang PELEPAH, karena ada nilai seni tersendiri. . . 😳

Semenjak tahu ada group dengan nama PELEPAH, saya langsung tertarik untuk bergabung dengan group tersebut. Mengapa saya tertarik? Karena saya juga mempunyai keinginan yang sama dengan mereka, yaitu turut peduli dengan sampah. Peduli dengan kebersihan, keindahan dan peduli dengan mereka lewat sampah.

Maksud dari peduli lewat sampah (PELEPAH) itu apa si, Dah? Pelepah adalah sebuah kegiatan  berupa ajakan bersama untuk lebih peduli terhadap sampah-sampah yang kita hasilkan. Membudayakan kebiasaan membuang sampah di tempatnya, sekaligus memberdayakan sampah-sampah tersebut agar lebih bernilai ekonomis yang nantinya bisa  dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. # diambil dari blog pelepah. Jadi, pelepah mengajak seluruh sahabat untuk peduli lewat sampah, mengajak Anda untuk lebih mencintai alam, ikut serta menjaga kebersihan, memilah dan memulung sampah yang sekiranya mempunyai nilai jual.

Kasih contoh sampah yang mempunyai nilai jual dong, Dah. Iya, ada beberapa macam sampah yang mempunyai nilai jual, contohnya; plastik, botol bekas, kertas, kardus dan lain sebagainya. Sementara ini saya baru bisa mengumpulkan tempat minum bekas, baik berupa botol atau gelas.

Tempat Mulung

Nah, ini salah satu tempat saya mulung.

Wah, tapi saya gak punya banyak waktu, Dah. Saya kan udah kerja, capek. Saya juga sudah bekerja, tetapi saya mempunyai waktu istirahat, meskipun sedikit. Kegiatan memilah sampah bisa dilakukan setelah selesai bekerja atau pas waktu istirahat. Memilah sampah tidak membutuhkan waktu lama. Taruhlah 5-10 menit untuk satu sumur (tempat pembuangan sampah). Bahkan tidak sampai 10 menit, memilahnya tidak menyita banyak waktu koq, dan insya Alloh 5 menit itu pahala, asalkan tidak sambil mutung. 😆

Tapi saya malu, kan nanti pasti banyak yang melihat. Tadi kan saya sudah menyampaikan, Pemutung Dilarang Memulung. Jadi, kalau Anda mau memulung, bulatkan niat dan satukan tekad.Ikhlas dan menikmati. Jangan malu, apalagi takut. Kegiatan ini benar-benar mulia dan untuk mereka. Kalau Anda tetap malu, Anda bisa mencari tempat mulung yang sekiranya sepi. 🙄

Hasil dari mulung nanti dijual dimana, Dah? Dijualnya di tempat penjualan botol atau kertas bekas dong. 😛 Kalau tidak tahu tempatnya, bisa tanya langsung ke Abang becak, Insya Alloh banyak yang tahu.

Satu Tempat Sampah

Gelas Bekas

Wah, nanti dapat uang dong kalau dijual. Enak sekali ya, bisa untuk tambahan. Benar sekali, nanti kita bisa mendapatkan uang tambahan. Dan uang tambahannya kita serahkan kepada mereka.  Setiap hari, minimal saya mendapatkan botol atau gelas bekas satu tempat sampah. Kalau satu bulan berarti berapa yang terkumpul hayoooo? Santai saja, kegiatan memulung ini tidak di target koq. Jadi, Anda bisa kapan saja mengerjakannya, tapi jika setiap hari lebih baik lho. Hasilnya kan lebih banyak. 😆

Eh, mereka itu siapa sih, Dah? Mereka yaitu orang-orang yang lebih membutuhkan daripada kita. Uang hasil mulung bisa kita serahkan ke PELEPAH, bisa juga langsung digunakan untuk pembelian barang yang bermanfaat untuk mereka.

Lho, kan kita yang berusaha, mengapa hasilnya untuk mereka? Hyaaah, namanya saja PELEPAH, kalau hasilnya mau dinikmati sendiri berarti Peduli Diri Sendiri. 😆

Dah, kamu benar-benar kurang kerjaan ya? Lha itu Anda tahu, mangkannya saya mulung. Biar ada kerjaan tambahan. Apa Anda punya pekerjaan lainnya, untuk saya. 😛

Fyuuuh fyuuh fyuuuh. . . 😆

Percakapan di atas benar-benar pengalaman pribadi dan tanpa direka ulang. 😆 Mengajak teman untuk berbuat kebaikan memang membutuhkan waktu yang tidak singkat, karena kita harus benar-benar membuat mereka paham. Paham akan misi dan manfaat dari suatu kegiatan. Alhamdulillaah, selama tiga minggu saya sudah mendapatkan satu karung dan masih ada beberapa gelas (plastik) bekas yang belum saya masukkan. Gelas plastik bekas ini masih saya titipkan di gudang Sekolah. Pinjam sedikit ruangan pada penjaga gudang. 🙂

Hasil Memulung Tanpa Mutung

Hasil Memulung Tanpa Mutung 😛

Mari memulung bersama saya dan sahabat PELEPAH lainnya. Siapkan mentalmu untuk mulai memulung, jaga hati, mata, telinga, hidung dan tenggorokan. Awas, Pemutung Dilarang Memulung. 😛

:mrgreen: SELAMAT MEMULUNG TANPA MUTUNG :mrgreen:

Iklan

46 komentar

    1. Obooooooorrrr. . 😆

    1. Kalau Obor mau gak? 🙂

  1. Sofyan · · Balas

    Hmm..aku boleh gak gabung sama Group PELEPAH ya dik 🙂

    Sampah, biasanya identik dengan hal yang kotor, wajar orang beranggapan begitu karena mereka meletakkannya bukan pada tempatnya, coba pada tempatnya pasti akan indah dan menghasilkan 🙂

    Ayo jadi pemulung sampah untuk bumi dan untuk semuanya 🙂

    1. Boleh, tapi gak boleh mutung. 😆

      Ayooo mulung, Brade. . 😆

  2. lozz akbar · · Balas

    Yuk… menjadi pemulung yang cerdas 😉

    1. Mari. .
      Dan gak pakai mutung ya? 😆

  3. kirain pemutung itu adeknya pemotong 🙂

    1. Emm. . .
      Bukan, tapi sepupu tiri gituu. . 😛

  4. Ahmad Alkadri · · Balas

    Kebetulan, saya juga bergabung dengan komunitas yang mengelola sampah di desa sekitar kampus saya 😀 Sempat dorman beberapa bulan, tapi sekarang sedang mau mulai aktif lagi. Membaca ini, saya jadi tambah semangat, hkeke :mrgreen: Ayoo, semangat memanfaatkan sampahnya! Biar jadi pemulung ‘berdasi’ 😀

    1. Horeee, bisa berdasiiiii. . 😆

      yang membuat komunitasnya tiuh kampus ya, Mas?

  5. Wah aku mutungan >_<
    Nek aku sih bisanya buang sampah gak sembarangan dulu deh
    Gemes lah eike sama orang yang pada buang sampah sembarangan

    1. Wkwkwkkw. .
      Di jajal coba, muluuung ayoo. . 😆

      Sama, eikeee juga nih.
      Seebeel deeh.. . hihihi

  6. Kue latar umaeh sapa… mbeler temen sing due…

    1. Kasih tau gak ya? 😀

  7. bmaster23 · · Balas

    blog walking gan .
    kunjungan baliknya
    http://www.bmaster23.blogspot.com

    1. Thanks, Gan. . . 🙂

  8. Semangat Idaaahh..

    1. Selalu semangat nih, Bunda. 🙂
      Terima Kasih ya? 🙂

  9. Ini sih bener2 membantu dengan hati nurani….seringkali kita membantu orang tanpa hati nurani maksudnya cukup dengan memberi sedikit uang tanpa benar2 peduli dengan orang yang kita bantu. Jika cara mba Idah ini diamalkan pasti butuh rasa kepedulian dan ke-ikhlasan tinggi sehingga wajar kalo “pemutung jangan memulung”.

    1. Rasanya tuh lebih krasan dengan cara begini lho, Kang. 🙂

  10. Selama ini saya mulung baru buat diri saya sendiri, daur ulang untuk barang kebutuhan pribadi, belum berguna bagi orang lain. Dan mulungnya masih jarang-jarang.

    1. Tak apa2, Mba.
      Yang penting mulungnya jangan sambil mutung. . 😆

  11. wah, betul2 menarik. selain bisa ikut menjaga kebersihan, bermanfaat jg utk orang lain. lanjut, gan 🙂

    1. Semoga saja kegiatan ini bermanfaat ya.
      Mari kutan mulung, Gan. . 😆

  12. akh, yisha udah kapok memulung,
    padahal yisha bukan pemutung…….

    1. Kapoknya kenapa, yish? #kepo. 😛

  13. itung itung ngurangin polusi sampah juga 😀

    1. Ngurangi sampah plastik yang berserakan dimana2, Mba. . 😆

  14. Aku mau dong memulung hatimuuuuu……

    1. Memulung hati atau memutilasi, Mba? 😀
      Ea ea ea. . . 😆

  15. ha ha ha.. hebat nih Idah. Sudah berhasilmenjadi Pemulung yang nggak pake mutung..

    1. Hihihi. .
      Msih latihan nih, Bunda. .. . 😆

  16. Assalaamu’alaikum wr.wb, Idah…

    Bagus sekali, adanya Pelepah yang menyemangati usaha melestarikan alam dengan menggabungkan sesiapa yang berminat. Bunda doakan usaha Idah diberkati Allah SWT. Yang penting jangan malu dan kemahuan harus kuat. Ikhlas melakukannya akan memudahkan segala urusan. Insya Allah, apa sahaja perkara baik yang kita lakukan, pasti akan dibalas baik dan diganjari Allah juga. Salut dan 2 jempol untuk keperihatinan Idah. 😀

    Salam manis dari bunda di Sarikei, Sarawak. 😀

    1. Wa’alaikumsalaam, Bunda. . . 🙂
      Benar sekali, gak boleh maluuu. . 🙂

      Aamiin. .
      Terima kasih ya, Bunda.
      Semangattttttttt. .. 🙂

  17. tadi awalnya bingung pemutung itu apa hehehe

    Kalau tanya Pascal kayaknya tau deh. .. 😆

  18. wahh pemulung cerdas itu mbak apa lagi kalau status itu ya memang ekspor sampah yang nilainya memang 15.000 setelah di redominasi 🙂

    eh tali asi give away sudah saya terimah mbak.. thanks batik yang di kirim oleh batikrg.com keren 🙂 sila liat di blog saya batiknya jika berkenan 😀

    1. Cakep, Batiknya. . .:lol:

  19. eh baru tau saya kalu pemutung itu artinya pemarah 🙂

    1. Wkwkwk. . .
      Bahasa jawa tuh. . .:P

  20. […] 8. Fety 9. Monda 10. Ely Meyer 11. Doelsoehono 12. Ardiansyah Pongo Darwis 13. Mila 14. Idah Ceris 15. Galeri Siswa […]

  21. selamat memulung …

    1. Terima Kasih, Kakaaaaaaaaaaaaaaak. . . 😆

  22. hey salam kenal yaaa di tunggu postingan selanjutnya 🙂

    1. Salam kenal kembali untuk Pesta Ulang Tahun. . . 🙂

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: