Hatinya Selembut Keset Welcome

Hatinya Selembut Keset Welcome. Anda tahu keset welcome, kan? Kalau ditempat saya keset ini terbuat dari tepes, sabut kelapa dan kasar sekali. Ini perumpamaan untuk seorang anak yang sudah tidak lagi peduli terhadap Ibu. Hatinya lembut, selembut Keset Welcome, bahkan lebih.

Tepatnya pada hari Jum’at. Saya duduk di depan Toshy, membuka situs viva.com. Awalnya saya hanya ingin submit hasil tulisan saya saja. Tetapi, rasanya kurang afdhol, jika saya tidak membaca berita-berita terbaru yang ada di sana. Ada satu berita yang membuat saya prihatin dan tanpa saya sadari, air mata saya menetes. Mungkin ini terkesan berlebihan, tetapi inilah yang terjadi Jum’at siang.

Membaca berita tentang Nenek Artija mampu membuat hati saya ikut tersayat, trenyuh dan al hasil, saat itu juga saya patah hati. Kira-kira seperti ini beritanya:

Artija (70 tahun), seorang ibu di Jember, Jawa Timur, duduk di kursi pesakitan karena didakwa mencuri empat batang kayu dan batang bambu.ย Artija pun histeris, tak menyangka, Manisa (42 tahun), yang tak lain anak kandungnya sendiri, tega mempidanakan dirinya. Dia juga tak menyangka, anak yang dilahirkan dari rahimnya sendiri, tega mengusirnya dari rumah.

Jember? Waah, ini kan daerah kekuasannya Brade Sofyan, Kanda Lozz dan Mas Hakim. Saat itu juga, saya langung tag mereka di sosial media, terkait berita yang sangat menyayat hati. Setiap ada berita dengan label “IBU“, entah berita suka maupun duka, saya selalu ingin mengetahuinya sampai sedetail mungkin. Bisa dibilang kepo yang berlebihan. Saya membayangkan, jika itu terjadi pada Ibu saya.

Betapa saya sangat menghormati dan mencintai Ibu saya. Tanpa melihat sosok seorang Ibu, sudah seharusnya kita dapat merasakan dan menyadari perjuangan dan kasih sayang dari seorang Ibu. Sangat berdosanya, jika seorang Anak tega memperlakukan seorang ibu sedemikian hingga. Sebagai seorang Anak, melakukan perbuatan semacam itu tidak hanya mendapat dosa yang berlimpah, tetapi juga durhaka. Hatinya Selembut Keset Welcome, bahkan lebih.

Nenek Artija

Nenek Artija

Lihatlah sosok Ibu Artija di atas. Seorang perempuan yang sudah tidak muda lagi sedang merintih sedih. Betapa tersayat hati beliau, ketika menjumpai seorang anak perempuan (anaknya) yang menuduh beliau mencuri empat bambu di belakang rumah anaknya. Saya paham, jika sang Ibu memang belum ijin untuk menebang bambu, apa tidak sebaiknya seorang anak membicarakan permasalahannya dengan lebih hati-hati? Entah itu dengan ibu kandung maupun bukan, perlakuan anak yang langsung melaporkan perbuatan Ibunya ke Polisi merupakan hal yang sangat tidak bermoral dan tidak berperikemanusiaan. Uniknya, kasus ini sampai sekarang masih diurus dan sudah masuk dalam tahap persidangan. Innalillaahi. . .

Mungkin saya terlalu sensitif dan terlalu berlebihan dalam menyikapi sebuah berita. Akan tetapi, saya menulis kembali di sini sebagai peringatan dan catatan hati juga. Bukankah kita hidup di dunia ini harus terus belajar? Termasuk belajar dari sebuah kejadian yang baik maupun yang buruk. Saya hanya bisa berharap, anak perempuan dari Ibu Artija segera menyabut tuntutannya dan segeralah meminta maaf kepada Ibunya. Semoga Hatinya Selembut Keset Welcome bisa dengan cepat luluh. Bersabarlah untuk Ibu Artija, semoga ada jalan keluar untuk permasalahan ini.

Bahagiakanlah orang tua (khususnya Ibu), maka kelak Anda akan mendapat balasan kebahagiaan yang luar biaasa dari keluarga, anak , cucu, cicit dan orang disekitar.

Sumber berita dan gambar:
http://metro.news.viva.co.id/news/read/402811-video--dituduh-curi-kayu--anak-pidanakan-ibu-kandung

47 komentar

  1. Keset welcome di kantorku malah diganti keset seni-selsaas-rabu-kamis-jum’at lho…kenapa ya kok nada keset pakai nama hari. Kurang kerjaan officeboy jadi mengganti keset setiap hari.
    Orangtua harus kita sayangi duk
    Salam sayang selalu

    1. Saya malah baru tahu kalau ada keset senin selasa, Pakde.๐Ÿ™‚

      Salam Senyuum darikuuh. . .๐Ÿ˜†

  2. berapa sih harga 4 kayu dan bambu itu? sini tak bayarin dengan catatan cabut laporannya. maaf bukannya sombong, ihhh jadi geram dewek. kalo boleh nyuruh ke si ibu, tolong “diuntal” lagi anaknya biar dia tahu kalo tanpa ibu dia juga nggak ada. emang selama 42 tahun siapa yg ngasih dia makan. belum pernah ngerasaain gmn pedihnya hidup sampai dewasa dan tau tanpa ibu yah? ihhhh, dek aku kok jadi emosi sendiri. pengen tak parani itu si manisa. jadi batu lha baru sukurr…

    1. Benar sekali, Mba.
      Aku juga snewen pas liat berita itu.
      Pingin tak gerus anaknya. . .

  3. Sinta Nisfuanna · · Balas

    Beberapa kali melihat berita seperti ini, sempat ada kasus senada yang ujungnya ternyata salah paham. Semoga masalah seperti ini tidak lagi terjadi, sedih rasanya kalau keluarga bisa sampai berkonflik, apalagi antara ibu dan anak๐Ÿ˜ฆ

    1. Aamiin. . .
      Semoga hanya salah paham, kemudian anak meminta maaf kepada ibunya ya, Mba.๐Ÿ™‚

  4. Keset welcome itu masih kasar Idah. Hati seorang ibu lbh lembut dari pada itu. #peluk Idah. Tulisan ini betul2 menunjukkan seberapa bsr Idah menghormati ibunda.

    1. Hehehe. . .
      Bunda gak baca full ya?๐Ÿ™‚

  5. Aku juga baca berita ini Idah, kasihan sekali ya si ibu. kesetku gak ada tulisannya๐Ÿ™‚

    1. Hehehehe, keset dari kain ya?๐Ÿ™‚

  6. ya ampun tega banget itu anaknya,,,
    kok ya gak mikir siapa yang ngelahirin dan merawat sampe setua itu, kok gak mikir seandainya setelah lahir terus gak di rawat apakah masih bisa hidup, gitu kok ya cuma masalah kayu aja sampe di bawa ke pengadilan,,,

    1. Begitulah, Mba. Jadi ikut sewot, kan?

  7. aku juga baca berita ini.
    Ortu memang mesti kita sayangi ya …
    semoga permasalahan yang di alami nenek Artija cepat terselesaikan …

    1. Aamiin. . .
      Aamiin, semoga segera menenmukan jalan keluar terbaik untuk Nenek dan Keluarga.

  8. semoga anak nenk Artija dibukakan mata hatinya #peluk nenek Artija๐Ÿ˜ฆ

    1. Aamiin, semoga segera menenmukan jalan terbaik untuk Nenek dan Keluarga. . .

  9. Ya Allah, semoga diberi ketabahan untuk Nenek. Anaknya lupa ketika melahirkannya, si Nenek bertaruh nyawa..hiks sedih

    1. Tepatnya sang Ibu, Mba.๐Ÿ™‚
      Aamiin, semoga segera menenmukan jalan terbaik untuk Nenek dan Keluarga.

  10. sedih ya id? yisha pas nonton di tv beberapa hari lalu………
    bingung deh ama anak yang bisa begitu……….

    1. Benar2 sedih Yish. .
      Gak tau tuh apa yang dipikiran anaknya. . .

  11. si anak apa gak takut kalau nanti ibunya ngutuk dia jadi lubang w*

    1. Iya tuh, Mas. Prihatin. . .

  12. anak gila tuh….baru juga 4 bambu, gak ingat kali yah darah dan keringat yg dikeluarkan si ibu๐Ÿ˜ฆ

    1. Semoga segera menenmukan jalan terbaik untuk Nenek dan Keluarga, ya?

  13. Imat Kalimahi · · Balas

    Ya…bahagiakanlah orang tua kita sebelum mereka pergi meninggalkan kita…
    Salam membahagiakan mbak Idah…

    1. Mari bersama2 menghormati orang tua dan membahagiakan Orang Tua masing2. ..

  14. Anak nggak punya adab itu. Tega banget sama ibu kandungnya. Kalaupun iya, ngapain sih sampai dipidanakan. Bener-bener anaknya sudah nggak punya hati nurani.

    (*maaf sob, ane terbawa emosi mendengar berita seperti ini, sama ibunya sendiri hitung-hitungan)

    1. Saya juga emosi, Mas.
      Mangkannya saya tulis di sini.๐Ÿ™‚

      Semoga segera menenmukan jalan terbaik untuk Nenek Artija dan Keluarga.

  15. Ndak bisa byk komen, hanya mbrebes mili…๐Ÿ˜ฆ

    1. Kita doakan bersama2 saja, Mba. .
      Semoga segera menemukan jalan terbaik untuk Nenek Artija dan Keluarga.

  16. kok bisa ya anak begitu kejam pada ibunya? Pasti banyak cerita yg tidak kita ketahui terjadi diantara mereka๐Ÿ™‚

    1. Semoga hanya salah paham belaka ya, Bu?

  17. Saya tau beritanya kemarin saat melihat tayangan berita. Dalam hati “Dunia ini makin gila saja, mau kiamat barangkali”, melihat perlakuan anak yang durhaka seperti itu memang membuat geram. Dengan alasan apapun, tidak layak rasanya memperlakukan orang yang sudah membesarkan kita dirahimnya selama berbulan2 dengan cara seperti itu, apalagi ini hanya gara2 4 belah bambu?!

    1. Benar sekali, Mas. Dengan alasan apapaun. . .
      Kita hanya bisa berdoa saja, semoga kasus ini cepat terselesaikan.๐Ÿ™‚

  18. Ejawantah's Blog · · Balas

    Hidup menjadi miris bila kita melihat kejadian ini.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawanath’s Blog

    1. Benar sekali, Pak. Kita hanya bisa berdoa saja, semoga kasus ini cepat terselesaikan.๐Ÿ™‚

  19. pas liat berita ini aku speechless bgt Idah..

    1. Benar seklai, Teh.
      Mrembes miliii. .

  20. semoga kasusnya selesai dan semua baik adanya

    1. Aamiin. . .๐Ÿ™‚

  21. Keset welcome, saya tidak mau lagi mengkeset-kesetkan kaki di sana-kalau memang itu diilustrasikan sebagai hati seorang emak, saya menyebutnya begitu. Ibu, ibu, ibu, barulah bapak.

    1. Itu hati seorang anak mksudku, bukan seorang emak.๐Ÿ™‚

  22. salam kenal, mbak Idah๐Ÿ˜‰

    baru juga sy baca berita nek Artija di tempat Masbro…

    sedih.. sediiiih sekali….tegaaa…

    ya Allah… sy skrg jd menyumpahi anak nenek itu๐Ÿ˜ฆ
    astaghfirullah…

    1. Salam kenal kembali untuk Ibu Lyliana.๐Ÿ™‚

      Hanya bisa berdoa untuk kebaikan keluarga mreeka ya, Mba.๐Ÿ™‚

  23. Aduhhh kasihan ibunya.
    Entahlah apa persoalan antara mereka, namun seyogyanya bisa diselesaikan karena ini antara ibu dan anak….

  24. Hadeuh, kok tega ya?

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: