Menyusuri Jalan Bantul

Kopdar UIN

Sumpah, saat itu saya sedang makmur sekali, ya. .. :mrgreen:

Banyak ceirta tentang persahabat dengan Blogger yang begitu menyenangkan. Tapi, saya ambil satu saja, yaitu ketika Menyusuri Jalan Bantul. Saya yakin,  sebagian besar sahabat blogger sudah kenal dengan teman-teman di atas, para blogger senior tuh, ya. Tapi untuk lebih jrengnya saya perkenalkan mereka di sini. Dari Kanan ada Mas Opick, Mas MF, Mas Iswah, Bubu Phie dan paling kiri adalah saya.:mrgreen: Bubu Phie, Mas MF dan Mas Opick tuh warga Jogja, sedangkan Mas Iswah tuh asli Wonogiri. Dari pada saya mengulang-ulang pertemuan saat itu, mending pada baca postingan ini, ya. Kalau pingin tahu perkenalan saya dengan Bubu Phie, silakan baca postingan Amplaz. Pertama kali bertemu dengan Pak Azzet, Mas Mf dan Baba Irham di Lesehan Maharani. Kalau dengan Mas Opick di Resto Pondok Cabe.

Meski sudah sering bersua dengan mereka, tapi saya tidak akan pernah merasa bosan untuk selalu bersilaturrahim. Jika ada acara atau hanya sekedar bermain ke Jogja, saya pasti menghubungi mereka. Tak pernah bosan untuk bercerita, jalan-jalan bersama dan merepotkan mereka. Hihihihi. Iya, merepotkan mereka. Alkisah, setelah selesai mengikuti Seminar Blog & Online Earning, saya minta tolong kepada mereka untuk ditemani ke rumah Baba Irham di Bantul. Saat itu, saya memang ada kepentingan:mrgreen: dan sekalian silaturrahim juga. Ba’da Dzuhur Jogja diguyur hujan yang sangat deras. Mendengar pembicaraan mereka, yang katanya rumah Baba itu jauh, jalannya rusak ditambah hujan lebat, saya pun sempat mengurungkan niat untuk membatalkan perjalanan kami menyusuri jalan Bantul.

Rasa ragu terus datang, ditambah lagi hujan tak kunjung reda. Kami masih asik bincang bintang di parkiran sampai nyamuk-nyamuk mendekat. :rool: Sampai akhirnya Mas Iswah memutuskan untuk pulang ke Wonogiri, karena sudah sore. Terus, bagaimana dengan kami? Karena besoknya saya harus pulang ke Banjarnegara, akhirnya saya merengek-rengek kepada Bubu Phie dan sedikit memaksa Mas Mf dan Mas Opick untuk tetap ke rumah Baba.😆

Hujan masih rintik-rintik dan kami tetap menerjang. Kami naik motor. Saya mbonceng Bubu dan Mas Opick mbonceng Mas Mf. Sebelumnya, saya sudah S-M-S Baba, kalau kami akan silaturahim ke Bantul. Diberi ancer-ancer untuk berhenti di Rumah Tahanan atau LP. Sebenarnya kasihan juga sih Bubu, karena harus membawa saya, yang bebannya sangat berat (baca:Lemu). Gak ada kebut-kebutan, yang ada cuma jalan cepat saja. Karena sudah benar-benar sore, belum lagi memikirkan untuk pulang. Saya hanya berharap, semoga kami selamat dan si Ezy tetap sehat.😳 Masuk daerah bantul dan masih menyusuri jalan Bantul, tapi belum juga menjumpai papan nama LP. Selain papan nama itu, saya masih mengingat satu nama yang kata Baba dekat dengan tempat tinggalnya. Adalah Goa Selarong.

Daaaan, ternyata Goa ini letaknya masih lumayan jauh dari tempat tinggal Baba.😆 Kami pun sempat kesasar entah kemana.😳 Gak tahu harus tertawa atau mengis saat itu. Lucu dan menyedihkan. Hihihii. Saya masih berlindung dibelakang Bubu, dengan mantel kelelawarnya.😆 Setelah beberapa kali menghubungi Baba, akhirnya kami melihat tangan melambai-lambai didepan rumah. Perjalanan kurang lebih 90 menit. Yes, kami sudah sampai.😆

Alhamdulillaah, kami sampai dengan selamat dan bisa bertemu lagi dengan Baba, Mba Ulfa, Babel dan Neswa. Sesampainya di rumah Baba, kami sedikit heboh, karena tadi sempat nyasar. Nah, kalau di sini kami langsung bisa ketawa-ketiwi. Sedihnya sudah lewaaat.😆 Kesan pertama menyusuri jalun bantul itu “menegangkan”. Kesan pertama bersilaturrahim ke rumah Baba itu “serasa sedang di taman baca”. Hihihii. Buku bacaan keluarga Baba tuh banyak banget, berrak-rak dan bertumpuk-tumpuk. Sampai-sampai ada yang ditaruh di kardus, karena sudah tidak muat raknya.

Setelah beberapa jam bersantai tujuannya sudah tercapai, kami pun berniat untuk segera pamit. Hari sudah gelap dan petir terus cetar-cether. Tapi tapi tapi, belum boleh sama Baba karena hujan masih deras. Akhirnya kami pun berrencana pulang setelah Ba’da Maghrib. Sebelum pamit, kami disuguhi nasi padang nih sama Mba Ulfa. Hmmm, merepotkan, ya?

Pulang Ba’da Maghrib. Ternyata, rencana tinggal rencana. Karena, hujan semkin deras. Tahu, kan? Bubu Phie tuh berkacamata. Jadi, kalau malam+hujan, dipastikan kurang jelas untuk melihat jalan. Mengapa tidak memutuskan untuk bermalam di Bantul? Enggak ah, gak enak sama Tante dan tentunya keluarga Baba. Padahal sebenarnya saya tahu, kalau Bubu sudah tak kuasa untuk pulang dan menyusuri jalan Bantul (lagi). Maafkan saya ya, Bu. Kira-kira pukul 22.00 WIB, kami sedikit nekat pamit dan memberanikan diri untuk pulang .

Entah kenapa, perjalanan menyusuri jalan Bantul ini masih saja terpatri, terngiang an terngiung. Terlebih, jika mengingat perjuangan Ezy ketika pulang. Ketika jalan pulang, Mas Mf dan Mas Opick mengambil jalan pintas. Ternyata jalan yang mereka ambil salah, karena jalan yang kami lewati tuh Banjir. Kira-kira genangan airnya se lutut, kebayang gak nikmatnya jadi Ezy. Si Ezy mblebek saudara-saudara.😉 Dan parahnya, kami ketinggalan kereta, karena Mas Mf dan Mas Opick sudah gak keliatan.😆

Sungguh kejadian yang sangat tragis dan mengenaskan. Malam itu, malam terindah untuk Ezy, Mba Phie dan Saya. Disaat kita sedang berusaha meloloskan Ezy dari genangan air, Mas Mf dan Mas Opick datang (putar balik) dan mereka membantu kami.😆 Betapa indahnya persahabat ini, bukan keluarga (asli), tapi terasa sudah dekat dan begitu akrab. Meski perkenalan kami berawal dari dunia maya yang bernama Blog, tetapi ketika dilanjutkan ke dunia nyata, persahabatn ini benar-benar indah. Serius, kalau gak percaya, buktikan saja sendiri.😆 Menyusuri Jalan Bantul selesai.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Ikakoentjoro’s Blog dan Lieshadie’s Blog -Indahnya Persahabatan Blogger-”

Notes: Maaf, ceitanya panjang banget, ya. Nanti akan dilanjutkan oleh Bubu Phie. Insya Alloh. .  ^_*

44 komentar

  1. turut bahagia merasakan indahnya persahabatan blogger ini…sama sekali bukan persahabatan maya ….🙂 Sukses di GAnya ya…

    1. Terima Kasih, Mba. .😉

  2. Ning Bantul nyangking Bantal…
    Rokoke Bentul. Awake di Buntel ben gak Bentol dicokot nyamuk.

    1. Hahahah. . .
      Dibuntel pakai Mantel ya, Pak. ..

  3. Wah, seru banget Idah. Ada acara mencekam segala. Kayak di sinetron-sinetron petualangan gituu.
    Semoga persahabatan kalian tetap terjalin dengan manis ya.
    Sukses buat GAnya.

    1. Aamiin. .
      Terima Kasih, Bund. . .🙂

  4. sakura suri · · Balas

    Wah, so sweet.
    aku belum pernah kopdar gini,
    padahal waktu itu aku ada di jogja lho bang.
    haha :p

    1. Bang Toyib?😀

      Kapan2 gabung saja kalau ada kopdar Jogja, Gan. . .

  5. idah ngga ngajak yisha jalan-jalan……hiks!
    *moga menang!

    1. Kemarin udah aku ajak, tapi kamunya gak mau?😛

  6. kalo saya ketemu kakak kapan, ya? *lirik jam*
    anak kecilnya lutchuk! :3

    1. Besok ayoo. . .:D

      Neswa namanya. . .😉

  7. baca tentang Bantul jadi inget teman dekatku waktu SMP yang sekarang tinggal di Bantul

    1. Reunian ke Bantul, Teh. . .:)

  8. persahabatan antarblogger, meski pertama kali bertemu, pasti sedekat keluarga. banya hati dan cinta dibagi di dunmay. selamat ya untuk perjalanan indahnya.
    met ngontes juga…..

    1. Benar. .
      Terima Kasih, Bund. . 🙂

  9. Ada anak kicik rambutnya kiting, lucuuuuu

    1. Terus, aku lucuu gak, Noooooooon? Haghaghag

  10. […] Hujan sepertinya adalah alasan utama yang menahan kami hingga sangat betah silaturahim berlama-lama di rumah Baba. Penasaran dengan apa saja yang terjadi di sana? Idah Cer(iw)is dengan senang hati membagi kisah kami berempat. […]

  11. Uhuy, saya nampang di mari😀

    1. Iyyaaaaaaay. ..:mrgreen:

    2. keliatan jelas Mbak Phie

      1. Biasanya samar2 ya, Pak?

  12. semoga menang yaa🙂

    1. Aamiin. . . ^_*

  13. ceritanya seru … semoga sukses ngontesnya …

    1. Terima Kasih, Kaaaaaaaaak. . 🙂

  14. Persahabatan itu memang indah, apalagi di dukung oleh hati yang indah seperti persahabatan kalian…

    Tengkiyuuu cah ayu, bidadari Mbanjarnegara…suit suit !

    1. Suuit suiiiit, Bidadariii jere. . Hiuhihi

      Sama-sama, Mba. .:)

  15. hmmmmmmm… kapan bisa bersua dengan mbak2 dan mas2 diatas ya….🙂

    1. Sekarang juga bisaaa, Om. .😛

      1. Sekarang ???

        The time will come Mbak🙂

  16. Indahnya kebersamaan blogger-blogger jogja. Inilah silaturahim yang membawa banyak kebaikan.
    Saya terakhir ke Bantul sekitar tahun 1996, nginep semalem di rumah teman tapi lupa desanya apa soalnya masuk ke kampung sih

    1. Jangan2 desa ini yang dimaksus, Pak?🙂

  17. Perjuangannya bener2 “sesuatu” banget ya Idah😆 tapi justru yang kayak gitu yang bikin susah dilupakan. Semoga sukse GA-nya. Ayo donk kasih ide nih biar akang bisa ngadain GA #modusmerajuk

    1. Iya, Kang. Kalau ke jogja jadi kelingan kanca2. ..😀
      Ayooo, tentang Ramadhan saja, sebentar lagi kan bulan Ramadhan datang.🙂

  18. hmmm, kangen pengen kopdar di Jogja lagi. pas dhe kemaren ke Jogja, Idah pas gk ke Jogja. jadi kita belum ketemu deh.

    1. Terus, kapan ke Jogja lagi, Dhe?🙂

  19. Uenak tenan to dalan2 nang kono ..he

    1. Dalane sepii, medeni koq, Mas. . .😀

  20. Kenangan jalan Bantul yang tak terlupakan ya Idah.
    Selamat meramaikan GA sahabat.

  21. Selamat ya, artikelmu pilihan kami🙂

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: