Kirab, Hari Jadi Banjarnegara ke-182

Acara kirab sebagai tanda Hari Jadi Banjarnegara sebenarnya sudah lama, dua minggu yang lalu. Seperti biasa, tidak ada maksud untuk menunda tapi memang baru bisa ditulis di sini. Saya tidak sibuk sih, hanya masih membangun mood untuk kembali semangat menulis. Ini saja rasanya masih sentlap-sentlup moodnya. :mrgreen:

Teman-teman, sudah pada tahu kan, ya? Tanggal 22 Agustus kemarin, Banjarnegara baru saja memperingati hari jadinya yang ke 182. Kalau yang rajin membaca koran banyak yang tahu, karena minggu terakhir pada bulan Agustus banyak yang mengangkat berita tentang Kota Dawet Ayu.

SAMBUATAN ANAK SEKOLAH ACARA KIRAB

Anak-anak Sekolah menyambut Kirab. . .

Ketika acara Kirab digelar, beberapa sekolah yang dekat dengan Banjar Kulon atau Sekolah yang “jalan utama” dilewati iring-iringan Kirab dipulangkan lebih awal. Seluruh siswa diiharap untuk menghormati atau sekedar menonton prosesi Kirab. Ada yang standby di depan Sekolah, ada juga yang langsung berbaris di sepanjang jalan menuju Banjar Kulon. Kirab atau perjalanan iring-iringan menggunakan Dokar dimulai dari Pendopo Mangunyudo.

Saya bersama Evi sengaja datang lebih pagi supaya bisa menikmati Kirab dan Upacara adat dari awal. Tahun lalu, saya hanya bisa melihat Kirab di Alun-Alun Banjarnegara. Senang sekali, tahun ini saya bisa melihat dan ikut menikmati Kirab mulai dari Banjar Kulon  (meski tidak full).

PASUKAN KIRAB KUDA

Kuda standby. . .

Termasuk penataan iring-iringan dokar  ini. Sebelum upacara dimulai, seluruh dokar yang ada dirapikan barisannya, serta diurutkan untuk pemberangkatannya. Dokar dihias secantik mungkin menggunakan janur kuning. Kemudian di depan (atap) diberi “label kepemilikan”.

Dokar yang paling awal diberangkatkan membawa Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih dan Panji Lambang Daerah Banjarnegara. Kemudian diikuti dokar Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Pejabat Daerah. Setelah penataan selesai, upacara adat baru dimulai.

Upacara adat bertempat di  Pendopo Mangunyudo. Sembari menunggu Pejabat Daerah rawuh, Sinden berparas cantik melantunkan beberapa tembang jawa, diiringi gendingan dari Group Kesenian Satria Punggawa- Wanadadi. Alunan tembang jawa, tradisional ini mengundang perhatian masyarakat.

PENDAPA MANGUNYUDA

Pendopo Mangunyudo

Masyarakat kian bersemangat dan tambah banyak yang berdatangan memenuhi pelataran Pendopo Mangunyudo. Tapi tapi tapi, ketika upacara akan dimulai, terpaksa masyarakat yang ada dipelatran Pendopo ditertibkan. Ketika upacara akan dimulai, tiba-tiba ada telephone masuk dari salah satu teman kantor. Dia mengabarkan, kalau waktu saya untuk menikmati Kirab sudah selesai. Hohohoho. Padahal saya ingin sekali melihat prosesi upacaranya. Sampai sekarang masih penasaran seperti apa prosesi upacara seblum Kirab dimulai. Apakah seperti upacara pada umumnya atau ada tambahan ritual-ritual khusus. Adat kejawen untuk Banjarnegara kan memang masih kental.😉

IRING-IRINGAN KIRAB

Pasukan Kirab

Sayang sekali rasanya. Evi pun akhirnya ikut saya pulang, dia tidak mau sendirian. Hiks. Setelah sampai kantor, ternyata sudah tidak ada orang satupun, alias bubar gasik. Semua geger untuk melihat Kirab di Alun-Alun Banjarnegara. Huaaaaaaa, menyebalkan. Meski tidak melihat prosesi Kirab iring-iringan Dokar (Kuda) yang diarak dari Banjar KulonKantor DPRDAlun-Alun Banjarnegara, tapi masih ada waktu untuk melihat penyerahan panji lambang daerah Banjarnegara dan Arak-arakan Gunungan. Yes!

Tiga perempuan cantik membawa spanduk Kirab Hari Jadi Banjarnegara ke 182. Dipimpin oleh seorang Bapak yang terlihat tegap dalam memimpin perjalanan Kirab. Dibelakangnya ada Bapak Bupati beserta Wakil Bupati, pasukan pembawa bendera, beberapa anak membawa foto atau gambar Bupati dari masa ke masa. Seluruh Pejabat Dewan mengenakan baju adat keseharian, atasan hitam dan bahawan dibalut jarit. Sedangkan seluruh Kepala Dinas mengenakan Baju adat kebesaran, atasan putih tulang (laki-laki) berpita dan bawahan dibalut jarit.

PENYERAHAN LAMBANG DAERAH

Penyerahan Lambang Daerah

Tahun lalu, Kirab diikuti oleh seluruh pejabat daerah, mulai dari Pejabat Daerah sampai dengan Kepala Desa. Namun, Kirab tahun ini hanya Pejabat Daerah, termasuk seluruh kepala Dinas se Kab. Banjarnegara, Kepala BUMN dan Kepala BUMD. Sedangkan Camat dan  Kepala Desa tidak diikut sertakaan pada acara ini, namun dilibatkan pada rangkaian FSB 2013. Meski peserta kirab tidak sebanyak tahun lalu, tapi tidak mengurangi hikmat dan kemeriahan prosesi Kirab.

Bendera Merah Putih dan Panji Lambang Daerah Banjarnegara diserahkan kepada Bapak Bupati, kemudian diletakkan di Pendopo Dipayuda Adigraha. Ini bisa disebut inti dari Kirab Hari Jadi Banjarnegara. Tata Pemerintahan yang dulu terletak di Kabupaten lama (Banjar Kulon), kemudian dipindah ke Kabupaten Baru (Banjarnegara). Kelihatannya memang sederhana, namun pemindahan pemerintahan sepertii ini tidak bisa lepas dari adat dan budaya. Tetap menggunakan prosesi. Apakah prosesi Kirab hanya sampai di sini? Tidak! 

GUNUNGAN KIRAB

Jika di depan gapura Rumah Dinas Bupati sedang ada penyerahan panji lambang daerah Banjarnegara, maka di Alun-Alun atau dibelakang prosesi tersebut ada acara arak-arakan hasil bumi. Berebut gunungan hasil bumi. Tahun sebelumnya gunungan berjumlah tiga. Untuk tahuun ini ada penambahan, yaitu menjadi tujuh gunungan. Gunungan ini berisi hasil bumi dan makanan khas Banjarnegara. Adalah, Kue tradisional Apem, Gunungan Salak, Sayuran, Buah-buahan (non salak), Palawija, Palakependem dan Jajan pasar.

BERBUT GUNUNGAN KIRAB BANJARNEGARA

Masyarakat Berebut Gunungan. . .

Takjub!! Dalam waktu yang tidak lama, Gunungan ini langsung habis. Sangking banyaknya masyarakat yang berebut, saya tidak berani maju untuk ikut berebut. Padahal seru, ya. Hihihiih. Tapi masih bisa  nuturi sisa gunungan berupa padi yang berserakan di jalanan.:mrgreen:  Semua Gunungan yang disajikan ini adalah hasil bumi Banjarnegara. Sungguh kaya kota tercinta ini. Semoga hasil bumi ini mampu memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat Banjarnegara. Aamiin. . . Setelah berebut Gunungan, apakah acara Kirab sudah selesai? 

Bagi masyarakat Banjarnegara, berebut gunungan ini merupakan puncak dari acara Kirab, setelah prosesi penyerahan bendera pusaka dan panji lambang daerah. Setelah Gunungan ludes, meraka pun kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan para pejabat daerah masih menikmati tari banyumasan, Tari Gambyong di Pendopo Dipayuda Adigraha. ^_*

Tari Gambyong Banyumasan

Tari Gambyong Banyumasan

22 Agustus telah ditetapkan sebagai hari jadi Banjarnegara sesuai bunyi Perda Hari Jadi. Hari Jadi tidak sekedar diisi acara upacara atau  iring-iringan Dokar, tetapi diperingati untuk melestarikan tradisi dan budaya Banjarnegara. Budaya yang seperti apa? Budaya yang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa. Lebih berwana dan lebih dari sebuah seni.

37 komentar

  1. uwah,seru banget acaranya…kyknya masuk tv ya mbk, kemarin oas ada tayangannya langsung inget sampean mbk😀

    1. Wah, makasiih sudah ingat saya. .. wkwkwkw

  2. ach……jadi kangen banjar….

    1. Emmm, aseli Banjar po, Mba? Hihihihi

  3. Ini sama sekali tidak panjang …
    dan tidak membosankan …

    karena Fokus …
    dan banyak Foto nyaaaaa

    Selamat hari jadi untuk Banjarnegara …
    Kota tercintanya Idah Ceris

    Salam saya

    1. Heheheh. .

      Terima Kasih, Om. Terima Kasiiiiiiiiiiiiiiih. ..🙂

  4. apeme apem kaya apem Kesesi ora Dah?

    1. Apeme kesesi seperti apa, Mba?🙂

  5. Pasukan kirabnya mantaps ya, Mbak; dan hasil buminya itu lho… alhamdulillaah banget.

    1. Alhamdulillaah, Pak. .🙂

  6. seruuuuu banget…

    1. Iyyaaaa. ..🙂

  7. tariannya itu pengen nonton deh, pasti bagus ya

    1. Lenggak lenggoknya itu lho, Non. Suka bangettt. ..

  8. Baru harlah ke 182 ya Banjarnrgara, lebih tua sumenep dong🙂

    1. Sumenep ke berapa tahun ini, Mas?

      1. sekitar 730an mbak.🙂

  9. Kirabnya cuman pake andong doang ya. Kalo Purworejo kemarin katanya rame bener Dah. Cuman aku males nontonnya, so, aku ga punya dokumentasi.

    1. Iya, meski cuma pakai Andong, persiapannya lumayan menguras otak dan tenaga lho, Mba.🙂
      Kenapa males, Mba?

  10. pengen rasanya ikut berebutan gunungan jg hehe, oiya dirgahayu banjarnegara🙂

    1. Saya juga pingin ikut, tapi keburu isi gunungan sudah habiiis. Hehehehe

  11. ibu2 yg gendong anak itu ikut rebutan juga?😀

    1. Saking semangatnya, ya. ..🙂

  12. sya bernama capung, sengaja komen disini untuk melihat foto2 kirab hut banjarnegara ke 182..😆

    Idahh jdi fotografernya ya.. ?!🙂

    1. Terima Kasiiih. . .
      Enggak lho, Mas. Penonton saja.. 🙂

  13. Wah biar gunungannya ditambah tetap aja habis ya mbak…warga yang nonton lebih rame.

    1. Iya, Mba. . .
      Antusias masyarakat tinggi bangett. .. 😀

  14. Ramai banget…

  15. Wiii, seru banget kirabnya. Di sini pawai atau karnaval gak seheboh gitu hehe

    1. Coba dihebohkan lagi, Bang. ..😆

  16. Wow…kebayang serunya Dah, asyik motret2 deh pastinya ya hohohoho

    1. Tauuuu ajaaaaaaah. .:mrgreen:

  17. Banjarnegara bumi yang makmur, selalu senang menikmati kirab kota. Selamat harlah kotanya Idah. Salam

    1. Aamiin. . .
      Terima Kasih, Bu. Salatiga kapan nih?🙂

  18. […] ini.  Salah satunya bisa kita lihat di postingan yang satu ini.  Postingan yang berjudul “KIRAB HARI JADI BANJARNEGARA KE 182″.  Sebuah reportase sederhana mengenai peringatan hari jadi kota Banjarnegara.  Saya selalu […]

  19. Waaahhh meriah sekali ya mba,,ada penyerahan panji lambang daerah jg yaa,,

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: