Merasa Gugup

Ini kejadian beberapa hari yang lalu. Dua sepupu saya (Nadia & Kamil) yang masih imut didrop di rumah. Katanya sih rewange tidak datang hari ini. Rewang satu ijin karena saktit, terus yang satunya mau kondangan. Orang tua mereka (Ibu) pukul 06.00 WIB harus meninggalkan rumah (kerja), karena tempat kerjanya jauh. Begitu juga dengan Bapaknya. Nyambut damel sedoyo.

Senang sih, pagi-pagi rumah sudah ramai tuh. Nyetel lagu anak-anak, nyanyinya belum bisa cetho. :mrgreen: Kata Ibu, menjadi wanita karier juga merupakan sebuah pilihan. Pilihan tersebut bisa menjadi baik atau kurang baik, tergantung kita yang menjalaninya. Memang ya, jika wanita bekerja, waktu untuk anak terbatas. Pinter-pinternya kita saja bagi waktu. Hihihi. Belum terbayang si, saya akan seperti apa kalau mempunyai anak nanti. Belum tahu juga mau milih menjadi Ibu RT atau Ibu KR. :mrgreen:

Baru bisa membayangkan, pagi-pagi sudah harus mempersiapkan ini-itu untuk keluarga, belum lagi anak-anak yang masih kecil atau udah besar. Pasti masih butuh bantuan Ibunya dong, ya. Benar-benar harus bisa mengatur dan membagi waktu. Ini sih efek baca postingan si Om tadi pagi, berjudul Capek, ya. :mrgreen:

Dua pilihan buat saya ketika sepupu ini didrop. Masak atau bermain dengan mereka. Karena hari itu saya dapat jam full. Jadi, saya pilih momong saja. Karena belum bisa masak cepet-cepet, nanti kalau tidak ada rasanya bisa-bisa diamuk penggemar. 😳

Setelah Ibu selesai Masak, saya pun siap-siap untuk berangkat kerja. Nah, disaat seperti ini saya merasa gugup. Merasa tidak bisa stel rasa, rasanya tidak jelas apa na no na no. Ditambah lagi, Nadia ngekor terus. Apa yang saya kerjakan, dia juga ikut-ikutan. Kemanapun saya malangkah,

Dan saya tambah merasa gugup karena ternyata sudah siang. Tak terasa. Sarapan bareng, satu minta ini, satu minta itu. Hahahaha. Saya merasa kemarin benar-benar tidak bisa membagi waktu. Semua ini ada hikmahnya, ada sedikit gambaran kelak menjadi seorang Ibu. Sedangkan dampak dari pembagian waktu yang kurang pas yaitu bekal saya ketinggalan. :mrgreen:

Nadia Sekolah

Harus digendong dia dulu tasnya. . . Hadeeeh.

Merasa gugup itu tidak enak, dalam hal apapun. Ciyuuus. . .

Iklan

36 komentar

  1. Waduh baru dititipin dua aja udah repot gitu, apalagi satu RT :mrgreen:

    1. Tidak satu Kabupaten sekalian tuh, Kang? :mrgreen:

  2. Uwaaa, itu mirip kamu mbak dari belakang…
    Ibu KR, ibu Kedaulatan Rakyat… πŸ˜›

    1. Kuwiii koran, udu Ibuuuu. . .:D

  3. nah sudah belajar momong anak, berarti siap-siap punya momongan nih. #tolah-toleh …

    kalo sepupu ngekor terus, berarti Mbak Idah sangat disukai anak-anak tuh

    1. Iya, Pak. Sudah siap koq. . :mrgreen:

  4. Hehe kebayangkan kalau sudah punya anak

    1. Baru bisa membayangkan. . .:P

  5. Hahaha,semangat..

    1. Pasti dong, Rit. . . πŸ˜†

  6. Alhamduliilah ada bakat ke ibuan tuh…….

    he,,,he,,, he,,,

    Salam wisata

    1. Terpenting jangan bakat keBapaken ya, Pak. πŸ˜€

  7. Hahahaha
    Ini sich tidak gugup tapi galau atau cemas…
    (Juga bukan lalai atau lengah)

    1. Wkwkkwkkww. .

      Ini gugup, Pak. Seriuuus. .. πŸ˜€

  8. secara kasat mata memang terlihat gugup, tapi kalau sudah menjalani maka akan menjadi terbiasa menangani tingkah anak-anak yang multi perangai…

    1. Benar sekali. .. πŸ™‚

  9. kalo udah jadi ibu ..tar terbiasa kik..tenang Nduk..pasti bisaaaa

    1. Hihihihi. .

      Harus bisa dongs, Mba. . πŸ™‚

  10. […] Merasa gugup pagi itu. Mendapat telephone dari salah satu teman yang sudah di lokasi tempat Pesta Parak Iwak, yaitu The Pikas. Si Dadidu mengabarkan, kalau masyarakat sudah mulai datang, padahal masih pukul 06.30 WIB. Saya pun segera bergegas menuju lokasi. Jalan utama Madukara-Singamerta sementara ditutup untuk para pengendara sepeda motor. Hanya mobil angkutan saja yang bisa melewati jalan ini. Sepeda motor yang akan ke Singamerta atau ke lokasi parak iwak harus melalui jalan alternatif yang sudah disediakan oleh panitia. […]

  11. termasuk gugup saat ditembak itu juga tidak enak lho neng, hahahahaha. πŸ˜›

    saran saya, enak jadi ibu rumah tangga yang kerja dirumah aja. penghasilan tetep dapet, suami dan anak pun juga tetep terurus. piye??

    1. Piyeee, ya. ..

      Tak miri disiit yak, Dhe. ..

  12. Seneng liat anak kecil, apalagi sing momong …hhe

    1. Unyuuu yak. .. πŸ™‚

  13. wah kudu jadi ibu beneran baru gak gugup lagi hehe

    1. Banyak2 latihan juga penting lho. . wkwkwkw

  14. paling tidak sudah bs bayangkamn klo nanti punya momongan kira kira seperti itu

    1. Iya, Om. . .
      Lumayan repot, ya. . :mrgreen:

  15. Bagian dari proses koq Non, ayo melangkah lanjut anak-anakpun kelak akan jadi guru momong kita. Salam

    1. Iya, Bu.
      Terus belajar ini. . . πŸ™‚

  16. artikel menarik mbak, πŸ˜€
    mampir yaa http://barontanime.blogspot.com/ maaf kalo masih jelek.

    1. Terima Kasih sudah berkunjung. . πŸ™‚

  17. Wah harus bener2 siap neh. Semoga sukses dengan rencana kedepannya. Moga ja gugupnya berbubah jadi ketenangan.

    1. Terima Kasih, ya. .. πŸ™‚

  18. […] iklan ini datang kembali ketika sedang BW di rumah.Β  Ceritanya tuh, ketika ponakan melihat saya sedang duduk menghadap komputer, dia langsung minta dipangku. Ok, biasanya dia memang […]

  19. tulisannya bagus (y)

  20. […] merasa gugup, biasanya sifat pelupa muncul begitu saja. Masak sendiri, membuat bekal sendiri eh lupa sendiri. […]

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: