Tanduk Kambing

Ini tentang Tanduk Kambing yang patah. Beberapa hari yang lalu, Bapak membeli beberapa kambing untuk dikirim ke kawasan Serpong. Di sana ada beberapa teman Bapak yang menjual kambing. Bapak hanya sebagai perantara saja . Akad jual-beli sudah beres, dengan catatan si kambing menginap dulu, dirawat dan diberi makan untuk sehari oleh si pemilik. Karena, baru akan dibawa esok hari. Udah beres-beresan lah.

Malam harinya salah satu dari si penjual mengabarkan bahwa ada satu kambing tanduknya patah. Menurutnya sih karena beberapa kambing bijig-bijigan (berkelahi) gitu. Tanduk Kambing patah, darah terus mengalir. Kasihan, ya? Tapi untung gak nangis.:mrgreen: Sampai akhirnya Bapak mengambil tindakan, disekitar tanduk ditaburi serbuk kopi.

Kata Bapak, meski hanya sebuah tanduk yang patah, tapi mempengaruhi harga jual. Padahal, tanduknya tidak dimakan, ya.:mrgreen: Serius, ini postingan gak jelas banget, ya.:mrgreen:

Tanduk Kambing

Apakah kalian pernah melihat tanduk kambing patah?

45 komentar

  1. Kalau kita mau membeli kambing korban, pasti gak mau lah ya Mbak Idah beli yang tanduknya patah. Karena kesannya cacat. Dan kita maunya beli barang sempurnaπŸ™‚

    1. Iya, Bu. Solusinya untuk dijual ke pedagang sate kambing mungkin, ya?πŸ™‚

  2. Tanduk kambing itu dimanfaatkan untuk apa oleh pembelinya?

    1. Belum tau, Pak.πŸ™‚

  3. Kambingnya nakal siiih…

    1. Banyak tingkah mungkin ya, Om. ..πŸ™‚

  4. Ya iya lah … kalau tanduk tidak kumplit kan tidak memenuhi syarat untuk Qurban … karena dianggap cacat
    Mangkanya harganya jatuh
    ini pengertian saya lho ya …

    Salam saya

    1. Tadi saya coba browsing, kalau cacat di tanduk tidak maslah, Om. Masih sah.
      Yang tidak sah yaitu cacat kaki (pincang), mata sehat (tidak buta). Mungkin hanya kurang puas saja ya, Om.πŸ™‚

      Bisa dibaca selengkapnya di sini http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2012/10/22/21310/syaratsyarat-sahnya-kurban/.

  5. Assaalamu’alaikum wr.wb, Idah…. ternyata tanduk kambing yang kecil itu mempergaruhi pasaran. Patahnya disebabkan perkelahian bukan sengaja dipatahkan. Lalu bagaimana tindakan bapa Idah ? Kesian si kambing, pasti “stress” ya. Salam manis dari Sarikei, Sarawak.πŸ˜€

    1. Wa’alaikumsalaam wr.wb, Bunda. . .
      Hehehe, karena berkelahi, Bund. Menaburkan serbuk kopi ditanduknya. Biar darah tidak mengalir terus katanya. . .

  6. disana 1.5 yaa kambing? di mesjid deket rumah kemaren 1.4 hehe. mahal yaa

    1. Harga relatif, Non. Sesuai body si kambing. Hohohoho
      1.4, 1.3, 1.2 juga ada. Kalau untuk qurban minimal ya yang 1.7 lah. Biar manteep. Hihihi

  7. wiih…kasian si mbek… ga harus digips kan? hehe…
    hm, ilang 1 tanduk turun harganya drastis ya Dah? mudah2an ga rugi banyak deh…

    1. Gak dong, Mba.πŸ˜†
      Katanya sih gitu, Mba. aamiin. ..πŸ™‚

  8. di sini kambing 2.1 .. haha, jadi survey harga..
    oo.. jd kambing2 yg di serpong itu dr banjarnegara toh?

    1. Tepatnya dari Jawa Tengah, Mba. Kambing Jawa terkenal gemuk2. ..πŸ˜†

  9. belum lama beli kambing dikisaran harga 1,5jt juga tapi tanduknya malah belum keluar😦

    1. Emang udah berapa tahun umur si kambing, Mba?πŸ™‚

  10. kalo untuk qurban, saya nyarinya yang bertanduk, mantaps mbak…

    1. Lebih lega, meyakinkan tur metep ya, Pak. .. πŸ™‚

  11. kok bisa patah ya tanduknya , kasihan juga kambingnya idah

    1. Iya, Teh. Mungkin saking kerasnya benturan gitu. . .

  12. Wkwkwk gaul berantemnya,
    kayak dua kucingku berantem trus kumisnya patah -,-
    Beda sih ya kumis ama tandukπŸ˜›

    1. Emang kumis bisa patah? Haaaaah? wkwkwkwkw

  13. yang namanya pembeli itu kan biar dapat harga murah, cacat seperti itu meskipun ga berpengaruh ke daging kambing, tapi tetap jadi alasan untuk menurunkan harga.

    1. Maaf, ini bukan alasan untuk menurunkan harga, tapi kenyataan. 3Tanduk patah menyebabkan harga turun dikarenakan kurang sempurna. Begitu.πŸ™‚

  14. emang mempengaruhi harga banget kalau gak ada tanduknya gitu. kalau mau untuk kurban kebanyakan gak mau..

    1. Katanya mempengaruhi, Mba. Mungkin kurang gagah, atau bisa juga yang beli kurang mantep.πŸ™‚

  15. Mgkn klo tanduk patah, dianggap tanduk ketinggalan di istana, soalny si kambing buru2 pulang sebelum jam 12 malam, kalau gak, sihir berubah, si kambing bs berubah jadi pangeran ganteng hahahahahahahahaha…. Aku ini komennya apa ya? Hihihihi…

    1. Wkwkwkwk. . .
      Sihirnya membahana bangetts, Mba. Hahahaha.

      1. Hhihihihi… Jd penasaran penyihirnya siapa ya? Hahaha

        1. Kamu, Mba. .
          Ngaku ajeeeee. . Hahahaha

          1. Hahahahahaha.. Gak ah.. Kacau klo aku penyihirnya, bisa2 kambing kurban gak ada, soalny jd pangera ganteng smua hahahahahaha…

  16. Oh. Saya tidak paham apakah kambing cacat mempengaruhi kurban. Tapi baca penjelasanmu di atas, oke juga… Linknya membantu…πŸ™‚

    1. Saya juga akhirnya browsing, Mba. Cari tahu. Tadinya memang rada penasaran juga sih. Sah atau tidak. Hohohoho

  17. Akang baru lihat tanduk patah yaa dipostingan Idah ini:mrgreen:

    1. Hahahaha. . .

      Pernah lihat tanduk empat belum, Kang?

        1. Ada dong, Kang. ..
          Kalau kambingnya ada dua, kan tanduknya jadi empat. Hohohoh.
          #kenaaaaa deh.πŸ˜›

          1. Preeeeeeeet (kalo Idah ada depan akang udah di bejek2 tau! !! )

          2. Maaf, Anda kurang konsentrasi. Silakan makan siang dolooo, Kang. Hihihihi

  18. sebagian masyarakat masih meyakini bahwa kesempurnaan bentuk, dan keutuhan anggota badan sangat penting apalagi jika digunakan untuk qurban. Meski sebenarnya kalo hanya patah tanduk nggak mempengaruhi kondisi kambing maupun dagingnya

    1. Terkadang malah jadi point utama ya, Pak?
      Eh, ini blognya baru ya, Pak?

  19. […] emang Bapak kemana? Belum pulang, masih di Serpong. Bisa saja sih minta uang ke Bapak, tapi nanti malah merepotkan. Kan harus minta tolong untuk […]

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: