Pilihan Kedua

Sungguh menyebalkan, ketika seluruh perlengkapan tempur sudah dipersiapkan, tapi masih saja ada yang tertinggal. Toshy sudah menyelinap di tas. Sapu imut sudah saya masukkan tas. Minuman sudah ada di saku samping tas. Bekal masih ada di dapur.

Karena merasa gugup, biasanya sifat pelupa muncul begitu saja. Masak sendiri, membuat bekal sendiri eh lupa sendiri. Maksudnya, bekal lupa tidak dibawa. Hasilnya, saya kurang semangat untuk bertempur hari ini. :mrgreen:

Memang sih, ada kantin, tapi saya tidak terbiasa membeli makan di kantin. Entah mengapa, saya koq sungkan beranjak ke Kantin, ya. Pinginnya yang instan saja. Duduk, kemudian membuka tas dan sudah ada bekal. Tinggal lahap bareng sama teman lainnya, yang membawa bekal. :mrgreen:

Alternatif Kedua

Belum diisi ulang. . . :mrgreen:

Yaaaaaaaaaa, karena saya tidak membawa bekal, akhirnya toples imut pun berperan sebagai dewa penolong. Dan ini menjadi pilihan kedua atau alternatif setiap kali saya lupa tidak membawa bekal, bekal utama habis atau tiba-tiba ingin ngemil. :mrgreen:

Bagi saya menyiapkan sebuah pilihan “kedua, ketiga, keempat” atau alternatif itu sangat perlu. Guna mensejahterakan diri (khususnya). :mrgreen:

Bagaimana dengan Anda? Perlukah menyiapkan sebuah pilihan kedua atau alternatif?

Iklan

21 komentar

  1. wow..
    jadi pengen makan nih liat bekalnya.. ๐Ÿ˜€

    sering juga mbak tiba tiba lupa macam ituu..

    1. Berarti ada bolo nih yeeeee. . ๐Ÿ˜†

  2. Kalau untuk makanan kecil, aku gak mau menyiapkan pilihan ke-2, Mbak idah..Sudah sadar usia soalnya hahaha..

    1. Hohohoh. .
      Berarti langsung ke warung nih ya, Bu. ๐Ÿ˜†

  3. perlu bangettt…tapi kalo bekal nggak kebawa,jatah di lemari doraemon (laci meja guru) dah kosong mau ggak mau terjun ke kantin hehhehe

    1. Berarti kudu memperbanyak bekal di laci doraemon tuh, Miss. . ๐Ÿ˜€

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, Idah…Memang menyebalkan ya, bila lupa dan tergesa-gesa. Seharusnya pilihan allternatif perlu disediakan. Tetapi sebaiknya apa yang sudah dirancang disiapkan waktu malamnya agar nanti siang, semuanya sudah ada. Jangan lupa menulis- tulisannya harus besar agar ingat. Syukurlah ada yang bisa di makan. ;). Salam manis buat Idah dari Sarikei, Sarawak.

    1. Wa’alaikumsalaam, Bundaaa Cantikkk.
      Jadi ingat waktu SMA, membuat daftar keperluan di board. ๐Ÿ˜†

      Salam Senyuum untuk Bunda. . .

  5. Alternatif itu harus …
    upaya untuk jaga-jaga

    salam saya Idah

    1. Minimal 3 alternatif kalau saya, Om. . . ๐Ÿ™‚

  6. tiada rotan akar pun jadi mbak ๐Ÿ™‚ untung wis disiapke ..

    1. Yang penting halal ya, Pak. ๐Ÿ˜€

  7. perluuu dong ๐Ÿ™‚ back up plan itu wajib

    1. Asiiik, ada pendukuuunglah. . ๐Ÿ˜€

  8. aih kalau saya mana kenyang makan biskuit gituan, harus makan besar alias nasi, dan untungnya saya dan teman-teman tipikal makan di kantin (anak kos cuma masak nasi).
    Idah ikutan BN 2013?

    1. Ini kalau daruraat bengeeet koq, Mba. Hohohoho
      Kalau Mba Cahya ikut, saya ikuuut. .. ๐Ÿ™‚

  9. toplesnya imut banget Idah

    1. Ini paketan dari Pe***dent Teh. . Hahahaha

  10. ada Plan A, plan B, plan C … :mrgreen:

    1. Isi dari Plan B apa tuh, Mas? ๐Ÿ˜›

      1. kacang ijo … *emang bakpao … :mrgreen:

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: