Jawaban Untuk Sebuah Status

Siang tadi, secara gak sengaja saya membaca status teman satu kursusan. Status tersebut update sudah lama, seminggu yang lalu. Tapi, karena ada satu teman yang baru like, jadi status muncul di beranda saya. Dan, saya pun ikut like.:mrgreen:

image

Sebut saja Evan, yang membuat status tersebut. Awalnya, saya biasa saja membaca status di atas. Tapi, lama-lama ada yang janggal. Kata Ibu, sih, saya terlalu peka, sensi. Hahahha. Tapi entahlah, yang jelas, saya merasa status tersebut ditujukan untuk saya. Teman-teman kursusan yang lain juga merasakan hal yang sama.

Ini tentang peraturan di tempat kursusan, tempat kerja saya dulu. Gak dulu banget, sih, tahun lalu. Salah satu peraturan pada tempat kursus, yang bisa dibilang saklek, yaitu; “TIDAK BOLEH MERANGKAP PEKERJAAN“. Artinya, jika sudah bekerja di tempat kursus, berarti gak boleh kerja ditempat lain. Dan sebaliknya.

Nah, sekarang saya kan udah bekerja disebuah instansi, ya. Jika sesuai peraturan, seharusnya saya gak boleh nyambi kerja di kursusan (lagi). Ini yang menjadi masalah utama. Pengunduran diri secara lisan dan tertulis sudah saya sampaikan kepada seluruh dewan direksi. Namun, saat itu kursusan belum mendapatkan pengganti untuk posisi saya. Pihak kursusan masih berusaha mencari pengganti, begitu pun dengan saya yang turut mencari pengganri. Tanpa diduga Pimpinan datang ke rumah saya, meminta saya untuk tetap mendampingi kegiatan kursus sampai mereka dapat pengganti.

Rasanya gak bisa menolak permintaan beliau. Karena, mau bagaimanapun saya banyak mendapat ilmu dari kursusan ini. Saya putuskan untuk tetap membantu, tentunya dengan catatan. Tiap hari Sabtu siang saya tetap ke kursusan. Sampai akhirnya, bulan lalu kursusan sudah mendapat tenaga baru. Saya senang pastinya, karena akan ada generasi baru dengan ide-ide barunya. Niat sudah mau mundur total bulan ini, tapi ternyata saya masih dimintai tolong untuk memberi apa yang pernah saya dapat di kursusan. Bertukar pengalaman dan juga ilmu. Lagipula, tenaga baru tak mungkin bisa langsung dilepas, kan?. Membutuhkan waktu untuk proses penyesuaian.

Terhitung mulai awal Maret, Evan mengundurkan diri untuk bekerja di suatu tempat. Dan, pimpinan pun menyetujui pengunduran diri Evan. Berbeda dengan saya, Evan benar-benar sudah tidak boleh mengajar kursusan reguler. Karena, kursusan sudah mendapat ganti tenaga baru yang sedang belajar bersama saya. Evan cemburu?. Jika melihat dari status, Evan memang terlihat cemburu. Saya masih bisa duduk di lab, duduk bersama para admin, resepsionis, sedangkan Evan tidak bisa.

Untuk senior saya, Evan. Apa yang saya kerjakan sekarang, sungguh bukan keinginan saya. Semua ini atas permintaan atasan. Jika saya tega, saya bisa menolak permintaan dari beliau. Tapi apa iya, saya setega itu?. Gak mungkin bisa, karena dari tempat kursuslah saya belajar banyak hal, menemukan banyak pengalaman dan juga teman. Maafkan jika ada kata yang menyinggung. Saya sengaja catat dinsini, tak melalui status. Supaya semua jelas dan berharap tak ada lagi hati serta pikiran kotor.

Hikmah. Dari status Evan, saya belajar banyak hal. Tentang peraturan, ada baiknya peraturan yang tertulis disampaikan juga dengan lisan. Meski pada pasal terahir (surat perjanjian) sudah tertulis, “…… akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan, akan dibicarakan langsung dengan ybs, dll”. Karena, kalau hati mengganjal, pikiran gak bersih, kemungkinan emosi akan bergejolak.

Bekerja dimanapun harus berhati-hati. Harus bisa jaga sikap dan jaga hati. Saya pekerja, kewajiban saya bekerja secara maksimal dan semampu saya. Sedangakn penilaian terhadap kinerja, serahkan saja pada atasan dan juga rekan kerja.

Terima Kasih kepada Ibu, jika tadi saya tidak bercerita pada beliau dahulu, mungkin saya ngomel-ngomel gak jelas di Catatan ini. Hihihi.

7 komentar

  1. Mdh2an si evan baca yaaa

  2. Nathalia DP · · Balas

    smoga masalahnya clear ya mba🙂

  3. jadi evan cemburu ya????

    coba diluruskan langsung aja dengan ybs….biar clear

  4. Semoga Evan tau ya apa yang dilakukan Idah sekarang

  5. terjemahin donk mba statusnya hehehhe gak ngerti….setelag baca isinya sich nangkep tapi tetap penasaran dgn terjemahannya

  6. mudahan Evan baca biar cepat clear..
    atau ceritain langsung

  7. saya juga skrng masih double job,, krn pengganti saya baru padahal sudah jelas gak mungkin double job tapikan sebagai manusia pasti ada toleransi,, sy berenti total pas 25 april ini….🙂

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: