Mulai Terdengar Suara Bom

Lumayan bosan tiap ditanya, “besok mau noblos apa?“. Ya pasti noblos kertas dong ah.😆 Jujur, sampai malam ini saya belum tahu mau milih siapa dan partai apa. Padahal, yang namanya menggunakan dan atau menyuarakan hak pilih, bagi saya sangatlah penting.

Tadi siang di kantor tak ada seorang pun yang membicarakan pemilu. Karena, kami lumayan banyak pekerjaan . Tak membahas partai A, B atau C. Atau, caleg A, B, G. Tapi, para pencari keadilan koq ya di kantor heboh banget. Sampai-sampai ada yang membawa contoh kertas suara. Ini mau sidang atau sosialisasi, Bapak, Ibu?. Hahaha

***

Sampai pada malam tadi, suasana depan rumah lumayan ramai. “Milih ini aja, hidupmu bakal dibantu”. Atau, Jika ada yang ngasih uang ya tak coblos’e. Kalau yang gak ya noblose sak karepku yoo“.

Sayup-sayup mulai terdengar suara bom. Suara itu milik para lelaki yang sedang duduk santai di teras depan rumah. Entah mereka sengaja ngomong seperti itu atau hanya main kata. Rasa-rasanya sebal kalau mereka pada ngomongin politik, mending mainan gitar, nyanyi-nyanyi plus ngemil. Karena, Opak lebih enak daripada politik.
:mrgreen:

Percakapan pun dimulai. “Kasih ….000, aku coblos atasanmu itu. Lumayan bisa buat beli pulsa. Lumayan bisa buat rokok. Lumayan bisa buat jajan. Lumayan bisa buat beli susu anak”.

Banyak pilihan di atas pembelian satu suara. Sebegitunya, ya. Mau beli sesuatu sampai menjual hak suara. Padahal, yang namanya Suara Bom, sampai kapan pun gak akan membuat aman. Ironisnya dan juga kejadian nyata, beberapa orang bilang, saat ada pilkades, pilkada, pemilu atau pemil lainnya, cara ngeBOM semacam ini merupakan cara ampuh untuk mendapatkan suara dan juga kursi. Kayanya, hal semacam ini adalah manusiawi.

Hebat banget masyarakat Indonesia, ya. Bagaimana akan menjadi negara yang hebat kalau masyarakatnya masih mengharap suara bom, tanpa mempedulikan hati, pikiran dan juga masa depan. Semoga, teman-teman Blogger gak ada yang mempedulikan suara bom, ya. Pilih dengan hati nurani. Dan, mari mulai googling profil calon wakil rakyat, siapa tahu dapat gambaran buat nyoblos besok. Hahahaha

11 komentar

  1. Hi Idah, salam kenal… Saya sebenernya nggak ada niat golput, tapi apa daya surat suara belum nyampe ke rumah sampe sekarang.. padahal perhitungan suara udah dimuali hari ini di Wellington😦 Semoga pilpres nanti surat suara saya nggak nyasar lagi…. Anyway, selamat memilih…

  2. sesuatu yang sangat tidak bisa dibenarkan, sayangnya sekarang justru menjadi kebiasaan.
    mungkin karena hanya sebatas itulah yang mereka pahami…

  3. yah gitu lah mbak, semua tentang uang dan ini itu. Masyarakat yang skeptis terus ‘dibentuk’ menjadi masyarakat mau-saja-dibayar-dengan-uang-segitu. Well, inilah politik, apapun dalam politik itu halal tidak ada haramnya.. :v

  4. Ada yang mengatakan, ini bukan suap, tapi hanya sekedar ganti transpor dari caleg. Ada yang bilang, ini sedekah kok dari caleg. Padahal, kalo mau jujur, hati ini akan mengatakan bahwa itu adalah suap.

    Dan, sudah jelas sekali hukumnya suap.

  5. Mungkin karena saking miskinnya masyarakat sehingga bisa dengan murahnya suara mereka dibeli.

    *prihatin*

  6. saya mengharap dapat wangsit buat nyoblos mba..heheh…*becanda*

  7. kalau di aceh terdengar suara kontak senjata mbak. miris banget dengan kondisi kampungku, gara2 parlok yang suka anarkis itu, demokrasi ternodai

  8. teliti sebelum memilih ^^v

  9. miris ya, masih banyak yang bisa disuap

  10. waduh gimana Indonesia mau menjadi lebih baik ya kalau para pemilih mengharapkan uang di balik coblosannya?

  11. kirain bom beneran Idah

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: