Hyaah, Lupa Sapaan

Sapaan, membacanya sapa-an ya, Pembaca. Sok yes banget, saya menyapanya menggunakan kata “pembaca”. Hahahaha

Sudah pada tahu dong, ya. Sapaan atau kata sapaan itu apa? Arti simpelnya yaitu kata yang digunakan untuk menyapa orang. Contohnya; Ibu, Bapak, Mas, Mba, Tuan, Nyonya dll. Lalu, saya mau curhat.😆

Beberapa minggu ini, saya mulai jarang Blog Walking (BW) ke situs-situs luar sonoo. Yang biasanya sehari bisa dapat 5-10 pengetahuan baru, sekarang sehari hanya dapat 3 saja. Yaaa. . .lumayan, masih bisa dapat ilmu barulah, ya. Dan, karena sudah mulai jarang BW, saya jadi siwer pada satu situs Blog, dimana Blog tersebut adalah Blog Pribadi, tapi postingannya kebanyakan dari para kontributor.

Sebut saja nama situsnya The Cuils, ya. Saya mulai membaca dan memahami isi postnya. Saya tahu kalau post tersebut ditulis Bray, cowok seumuran saya. Nah, pas mau post komen, kenapa saya menyapanya dengan Miss. Dan, sapaan itu tidak hanya satu kata. Ada Empat sapaan Miss untuk si Bray. Hahahahaha. Langsung dong, dia menyapa saya di YM. Dia protes maksimal dan kayak marah gitu. Saya hanya menjelaskan, kalau saya siwer wer wer. Hahaha

Saya hanya bisa minta maaf, dong. Dan, ini baru pertama kali saya lupa sapaan sampai separah ini. Biasanya saya menyapanya dengan Bray saja, tanpa embel-embel lainnya. Malu banget rasanya, sampai komen saya dikomentari oleh teman-teman yang lain. Malah, jadi pada gak fokus ke postingan, fokusnya ke komentar saya. Hahaha

BTW. . . di dunia Blog, saya paling suka menggunakan sapaan. Rasanya tuh seperti lebih dekat saja dengan yang membuat posting. Meski saya belum pernah bertemu, atau bahkan enggak tau nama aselinya. Cukup menggunkan kata Mba, Mas, Om, Tante, Pakde atau Panggilan yang cocok untuk si pemilik Blog. Misalnya; yang punya namanya Arman, kadang saya menyapanya dengan Om Arem. Masih nyambung, kan? Menyapanya tuh seenak jari, mau ngetik apa. Terpenting masih sopan, dan yang punya nama gak marah.

Begitu juga ketika membalas komentar dari teman-teman Blogger. Tetap menggunakan sapaan. Ini saya lakukan supaya ada pencitraan akrab, sopan, ramah dll dalam diri ini. Ingat, ya, PENCITRAAN. Hahahaha

Ups, enggak ding, ini murni ingin supaya bisa terjalain keakraban dan gak kikuuuuk.:mrgreen:

Bagaimana pendapat Pembaca yang budiman, tentang sapaan? Jangan sampai lupa sapaan, ya.:mrgreen:

5 komentar

  1. Hahaha… kalo dipanggil Mas gitu kira-kira gondok juga gak si Bray?😀

  2. Sapaan memang penting sih. Bahkan ada field khusus di banyak sistem informasi/database.

  3. aku nyapa Idah gimana ya, mbak?😀

  4. 😆 Hehe, saya juga pernah salah sapa dulu, keliru gender😆 Langsung buru-buru minta maaf saya.

    Mbak udah jarang blogwalking? Saya malah baru buka blog lagi TvT) Berbulan-bulan kemarin banyak yang dikerjain, blog sendiri terbengkalai, huehue.

    Gimana kabarnya, mbak?😀

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: