Memperbaiki Sikap #1

Suatu ketika, masih zaman MTs, rasanya senang melihat ibu-ibu berseragam cokelat polos. Mereka menyebutnya baju keki atau seragam keki. Sepatunya kinclong, ber hak tinggi dan membawa tas jinjing.

Itu namanya wanita karier. Kerja di kantoran“. Bisik Bapak saya saat itu yang tiap pagi mengantarkan saya naik angkot. Saya yang melihat mereka melangkah tegap saja merasa bahagia. Apalagi mereka yang mengalaminya, ya.

Setelah masuk SMK, saya melewati tahap yang bernama PRAKERIN atau Praktek Kerja Industri. Melihat Bapak-Ibu yang berbaju cokelat (lagi). Tapi, ini lain. Yang dulunya tak pernah bertegur sapa dengan mereka, ketika Prakerin tiap hari saling menyapa. Bahkan, saya satu ruang dengan para Ibu muda yang cantik, yang tiap harinya pasti ganti tas mewah. Hahahaha.

Pada suatu kantor, pasti tak luput dengan yang namanya pelayanan. Rasa sebal menyelimuti, ketika melihat para karyawan melayani tamu kurang apik. Bisa dibilang kurang ramah dan kadang malah melempar tamu untuk menuju ruangan ini-itu untuk kepentingan tamu.

Yaaa. . . kalau para tamu tahu ruang A, B atau C, sih, gak masalah. Tapi, kalau gak tahu nama ruang kan lumayan repot. Tidak dibekali petunjuk arah pula. Saya yakin, tamu yang pasif akan bingung melihat banyaknya ruang di kantor. Meski sudah ada nama per ruang, tetap saja kadang ada yang bingung.

Para karyawan instansi sibuk? Sebenarnya tidak begitu. Tidak semuanya sibuk. Mereka masih memipunyai waktu untuk memberi senyum atau mengantarkan tamu. Memberi pelayanan. Meski gak prima, tapi setidaknya gak memberi kesan jelek terhadap pelayanan.

Entah keinginan, wish, atau hanya sebuah ucapan belaka. “kalau nanti bekerja di kantoran, saya gak akan menelantarkan tamu“. Ikrar saya siang itu di sebuah ruang megah yang penuh dengan dokumen.

Saat ini, saya menghabiskan paruh hari untuk bekerja di sebuah instansi. Tiap hari selalu ada tamu yang datang untuk bertanya ini itu. Alhamdulillaah, di kantor tempat saya bekerja, tak pernah menjumpai karyawan yang berbicara hanya menggunakan telunjuk. Dan, jika nantinya saya menemukan hal tersebut, saya tahu apa yang harus saya lakukan.

Contoh kasus; Anda bekerja di sebuah instansi tingkat Kabupaten. Sedang ditugaskan di instansi Tingkat Provinsi. Anda gak mau, kan, mendapat pelayanan yang buruk? Atau bahkan dilempar kesana-kemari. Horror banget kalau sampai terjadi. Hahahaha. Oleh karenanya, ada baiknya berusaha perbaiki sikap sedini mungkin. Jika gak mau merasakan nikmatnya diacuhkan, maka jangan pernah mengacuhkan orang lain. Dalam hal apapun. Karena, suatu saat Anda bisa mengalaminya. Ini seperti hukum berbalik.

11 komentar

  1. Seperti hukum karma ya idah..

  2. Setuju bgt *jempol*

  3. semoga bisa melaksanakan ikrarnya mbaaaak
    #amiiin

  4. Seharusnya jika ada pegawai yg sok2 gitu harus membaca standar operasional pelayanan publik yg diterapkan disetiap tempat kerja untuk dijadikan sebagai langkah perbaikan kinerja pelayanan dan kinerjanya.
    Aku jg bekerja di sebuah instansi, dan Alhamdulillah aku selalu berusaha memberikan pelayanan yg baik, akuntabel, transparan dan terpercaya kepada publik…hahaa koyok kampanye je’. yokpo kabare de’ ?

  5. Sesama manusia kan harus saling tolong ya mbak

  6. sikap baik menuai sikap baik,
    sikap cuek akan dicuekin, sip🙂

  7. harusnya pekerja yang lain juga gitu untuk tidak mengacuhkan orang oain. Kebanyakan pegawai pemerintahan misalnya dari kelurahan dan kecamatan dinilai begitu ya. mudah2an sih skr udah gak lagi

  8. Baju coklat itu PNS bukan mbak?

  9. birokrat sih biasa, mbak. lempar sana sini, trus pelayanannya judes.😀 jadi nikmati aja kalo ketemu gitu. tapi misal kita jadi yang ada di posisi itu, baiknya memang membenahi citra birokrat.

  10. Aku setuju sekali. Sikap yang baik itu perlu sekali dalam urusan pekerjaan….

  11. Bukan hanya dalam pekerjaan tapi dalam setiap aspek kehidupan sikap adalah nomor 1

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: