Dimanis-manisin

Ketika menulis postingan ini, saya sedang jalan bersama Teguh. Perjalanan dari rumah Tante menuju rumah sendiri. Naik BUS Teguh maksudnya. Belibet bener bahasanya, ya. :megreen:

Sedang menunggu posisi paling nyaman untuk tidur di Bus, eh ada anak SMA nyeletuk “itu Mas-Masnya enggak pantes banget pakai hem itu, ya. Wajahnya dimanis-manisin gitu”.

Mereka ngasih tahunya mirip woro-woro gitu, suaranya cukup terdengar jelas. Karena, kami berada di tempat duduk bagian belakang. Enggak dekat dwmgan mesin.

Sontak saya agak geli gimana, gitu. Rasanya seperti ingin menggali ingatan saya ketika masih SMA. “Pernah enggak, ya. Saya ngomongin orang lain dengan suara lantang seperti kejadian sore ini”.

idahceris

Mungkin pernah. Hanya saja, saya enggak ingat. Bersyukur, mas-masnya -sepertinya- enggak mendengar celotehan para ABG itu.:mrgreen:

Kemudian, saya ingat-ingat. “Apakah saya pernah memasang wajah seperti dimanis-manisin?” Setelah melihat beberapa foto, ternyata banyak banyak banget foto saya dengan wajah yang dimanis-manisin. Hahahaha. Contohnya ya foto di atas.

Foto tersebut diambil oleh Sitti ketika berada di Museum Gajah. Sehari sebelum ke museum tersebut, saya pernah difoto oleh Mas Vai. Lalu, dia bilang “kalau mau difoto, pasti mukanya dimanisanisin”. Hahaha, saya benar-benar enggak sadar. Serius enggak sadar. Ini semacam reflek dan kebiasaan saja. Semacam gaya, kalik ya.

:mrgreen:

Sejauh ini, ekspresi saya terkait dimanis-manisin, sepertinya hanya ada di foto saja, sih. Enggak pernah ditunjukkan dalam sikap. Biasanya, ketika akan difoto saya menarik alis, ndelik, bibirnya ditarik atau manyun, gitu. Jarang natural, kecuali foto resmi. Emmm. . .saya kayak masih ABEGEH banget, ya. Hahaha

Kalau teman-teman, pernah berekspresi dimanis-manisin enggak?

😆

16 komentar

  1. mbojosouvenir · · Balas

    Hehehe salam kenal Idah🙂

  2. berekspresi dimanis-manis’in itu wajar. yg gak wajar itu kalo kita nggak suka liat yg dimanis-manis’in trus kita komentarin orang lain dengan suara kenceng begitu.

    manners….. where have you gone…..

  3. titi esti · · Balas

    Hihihi…. kalau foto aku juga dimanis manisin. Tapi kalau ngomongin orang ya bisik.bisik. kalau nyindir baru tuuuh…. keras keras.

  4. Nek aku ora dimanis-manisi, emang dasari wis manis. Mangkane aku sering posh dimanyun-manyuna😛

  5. fotonya di atas udah cukup manis menghiasi postingan kali ini Teguh #eh #salah😀

  6. kalau saya ga cocok kayaknya foto dimanis-manisin Dah *hasilnya makin hancur,
    digagah-gagahin mungkin pernah😀

  7. Yakin cuma di foto doang? Wkwkwkwk…

  8. Syukurlah aku enggak pernah begitu, dari dulu hingga sekarang. Ga pernah dimanis-2in, soalya emang udah manis hahah… eh maksudnya, kalau foto memang sudah tahu kalau aku senyum maka fotonya jadi bagusan.

    Soal anak abege itu, duh syukurlah saya gak pernah kayak gitu. Kalau gak selera sama orang, ya gak diucapkan kuat-kuat juga. Gimana pun tak ada orang yang suka ya diomongin di belakang (apalagi di depan). ^^

  9. Haha,bagus kokdi manis-manisin..

  10. Hai salam kenal. Berhubung gw br ngblog mkanya keliling sekedar say hello.

    Kalau manis2an dulu pernah kok. Waktu masih alay dan mencari jati diri

    Untungnya gw skg ga alay, tapi masalah jati diri, au ah gelap hahaha.

    Cherrs!

  11. kirain sama mas teguh hehehe

  12. Seringlah hahaa. Kalo ketemu klien terutama

  13. Akh, aku mah gak perlu lah dimanis manisin Idaaaah…
    Pada dasarnya udah manis banget kok…*plak*…hihihi..

  14. Lha kalo menurut budey itu mas2nya aslinya emang manis apa gak?😀

  15. sya paling nggak bisa foto dimanis-manisin ….. hehehe😀

  16. Haha. Pernah-lah. Ndak apa apa, masih manis ini.
    Salam kenal

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: