Rem Blong

Tik tok tuk tik. . . Tak terasa sudah mendekati jam pulang. Minus lima menit sebelum bell berbunyi. Saya mulai beberes peralatan tempur yang masih tersisa di atas meja.

Ini siapa yang menelephone saya, ya“. Sudah waktunya pulang e. Handphone yang sudah saya masukkan tas terus berdering. Terpaksa saya abaikan dahulu dan nanti sesampainya di rumah akan saya telephone balik. Niat saya untuk mempercepat proses pulang.

Baru berjalan beberapa langkah, handphone berbunyi lagi. “Ini kayaknya penting, sampai menelephone dua kali“. Saya pun mengambil handphone dan menerima panggilan masuk yang ternyata dari salah satu teman MTs.

Ia mengabarkan, bahwa notebooknya sudah mulai rewel. Katanya buat menyimpan dokumen bisa sampai sepuluh menit, masuk sistemnya juga lama. Intinya loading lambat.  Karena di rumah masih ada laptop yang belum tersentuh, saya pun memberi saran ke dia untuk segera membawa notebooknya ke tempat service.

Bukan saya tidak mau membantu. Tapi, saya takut tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu. Soal, si doski tuh persis banget dept collector. Bawaanya nagih terus kalau punya masalah seperti ini. Hahaha. Sepulang kerja, saya mampir ke rumahnya. Saya mengantarkannya ke tempat service notebook.

Sesampainya lokasi service, kami langsung melakukan registrasi. Mencatat keluhan-keluhan si notebook, kemudian baru kami berikan kepada Mba-Mba yang melayani service-an. Belum mulai di cek, teman saya sudah mulai capcruzz menanyakan “yang rusak apa, kapan bisa diambil, servicenya habis berapa dll dll”. Hahaha Mba Servicenya pusiang, dong.

Saya menyampaikan kepada Mba Service, “Jika hard disk atau ram perlu diganti, ya diganti saja, Mba. Siapa tahu bisa menambah performa. Karena, yang pakai laptop ini orangnya agak-agak kurang sabar“. Langsung saja teman saya itu mbesengut.

Entah ada angin apa, kok ya Mba Service memberikan pelayanan plus-plus alias ramah banget. Di depan kami, dia ngecrapcuzz “Emang kesal punya teman yang tidak sabaran ya, Mba. Apa-apa maunya cepat, enggak mikir proses. Atau, emang dia enggak tahu apa itu peroses. Dikira proses identifikasi bisa secepat kilat. Cas cus cis lalalaa lalala “. Ingin rasanya tertawa keras. Terlebih, ketika melihat mimik wajah teman saya yang hidungnya udah kembang-kempis. Wajahnya berubah drastis, pucet banget.

Tak lama kemudian, Mba Service berinteraksi dengan teman saya. “Mba, kok pucet banget, sih. Lapar, ya? Atau sakit? Ini notebook teman Mba, ya? Sebal ya, punya teman enggak sabaran, Mba.“. Eladalaa, remnya emang blong, masih saja ngedumel, ya.:mrgreen:

Entah seperti apa perasaan teman saya saat itu. Yang jelas, dengan wajah memerah si doski menyeret saya keluar dari ruangan yang cukup luas itu. Hahahaha

Hai Doski. . .ini kejadian tadi siang sudah saya tulis, ya. Bakal saya share di FB kamu. Siapa tahu ini termasuk moment terindah buatmu. Semoga kesabaran selalu menyelimutimu, ya.:mrgreen:

9 komentar

  1. hehe, sepertinya harus lebih belajar sabar nih ya…:mrgreen:

  2. bemzkyyeye · · Balas

    Aku punya tmn yg ga sabaran, awalnya sebel tp lama2 bodo amat alias yasudahlah :p

  3. aku juga ngitung jam pulang sekarang huhahaha *padahal masih jam 11an🙂

  4. kwkwkwkwk kebayang dech wajah temannya xixixixi

  5. hahaha hidung kembang kempis

  6. wedeh.., terus temanmu nggak ngambek diceramahin sama mbak service..?

  7. beruntungnya temanmu itu mempunyai teman yang baik, sabar dan memberikan masukan sepertimu, Dah🙂

  8. sebagai teman memang wajib mengingatkan,
    sabar…….sabar……..sabar.

  9. Sabarr … jadi nostalgia nih, di rumah sakit t4 saya pertama bertugas sebagai PNS bagian farmasi, ada dokter yang bernama Sabaruddin … orangnya sabarrr … sampai jadi perjaka tua … entah kenapa sampai gak nikah2 … padahal dokter cew sejawatnya ada, belum lagi perawat yang seabreg😛

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: