Mubadzir

Tampak samar, empat perempuan duduk berderet di teras rumah. Saya yang sedang duduk di ruang tamu, tetiba ingin melangkah. Beranjak dari tempat duduk, berjalan pelan menuju jendela. Lalu, dengab pelan saya menaeik gorden. Dan akhirnya, saya pun bisa melihat siapa saja yang duduk di teras.

Wajah mereka tampak serius. Suara yang tadinya pelan pun, menjadi sedikit meninggi. Hmmm, kenapa saya penasaran dengan apa yang sedang mereka diskusikan, ya?

Daripada hanya berdiri tapi rasa penasaran menggumpal, saya menghampiri mereka. Duduk di dekat Ibu. Ya, Ibu saya ternyata sudah ada diantara mereka.

Semacam ada konflik tentang sistem konsumsi pada yasinan ibu-ibu. Adalah ada sebagian ibu (dominan) mengajukan ide, kalau bisa konsumsi untuk yasinan dibuat simpel. Dibungkus atau dibuat snack dalam dus. Alasannya, supaya penganan yang sudah dibuat tidak banyak sisa, mubadzir dan lebih hemat.

Tapi, ada beberapa ibu yang tidak setuju dengan hal tersebut. Alasannya, tidak ada penganan yang mubadzir. Sebab, tuan rumah mempunyai tetangga dan saudara. Jadi, jika sisa penganan masih cukup banyak, bisa dibagi-bagi kepadanya. Atau, bisa juga dibawa jama’ah yasinan.

Seperti para Ibu-Ibu yang mempunyai dan menginginkan sistem simpel. Saya pun mempunyai celotehan simpe. Bahwa konsumsi untuk yasinan sebenarnya adalah konsumsi sukarela. Begitu, bukan? Jadi, menurut saya serelanya yang akan memberi saja. Seikhlasnya. Tanpa memikirkan sisa-sisa dan atau sia-sia. Simpel, kan?ūüėÜ

Apakah teman-teman mempunyai pendapat lain?

7 komentar

  1. setuju dengan pendapat Idahūüôā

  2. dua-duanya gak apa-apa sih kan yang penting sesuai kemampuan kan ya…
    salam mbak ida ceris………..

  3. aaa… celoteh ibu2 pengajian. kalau saya sih terserah mbak, apapun konsumsinya. hehehe

  4. Iya, tergantung si tuan rumah pengennya gimana, asal jangan sampe gak cukup aja sih, hehehe

  5. kalo menurut aku sih lbh praktis di dus, kalau takut kurang bikin dusnya lebih. kalau sisa masih bisa dibagi2 ke tetangga juga hehee

  6. saya lebih kepada suka yang simpel, jadi dus lebih praktis hehe…

  7. Bilang setuju aja deh… hehe…ūüėÄ biar gak mikir lama

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: