Proposal Persahabatan

Berbagai macam cara bisa kita lakukan untuk mendapat ilmu. Salah satunya dengan metode membaca. Berangkat dari pemikiran tersebut, sekaligus untuk menumbuhkan minat baca di lingkungan Desa, khususnya di lingkungan masjid Al-Huda, Kapencar, Wonosobo, maka kami bermaksud untuk membuat Taman Bacaan Masyarakat di dua Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Paragraf di atas adalah cuplikan inti dari Proposal Persahabatan. Awalnya, proposal tersebut saya kirim kepada Bang Ari Tunsa. Kemudian, ia menyarankan untuk mengirim proposal ke Blogger Hibah Sejuta Buku (BHSB). Sebentuk komunitas blogger yang fokus mendistribusikan hasil hibah buku.

Proposal sudah saya layangkan, dan ternyata saat itu BHSB baru bisa membantu teman-teman yang memiliki TBM atau Perpustakaan yang berada di luar pulau Jawa. Apakah proposal tersebut didiamkan saja oleh BHSB?

Tidak! Ada seorang perempuan, yang belum saya kenal (saat itu), merespon proposal yang telah saya ajukan. Komunikasi, terus komunikasi dengannya. Sampai akhirnya saya tahu, bahwa kami sebenarnya cukup dekat, tempat tinggalnya. Ya, kami sama-sama tinggal di Jawa Tengah. Ia tinggal di Pemalang, sedangkan saya di Banjarnegara. Cukup dekat, bukan?

Perempuan, Buku, BHSB dan Pemalang. Adakah yang mengenalinya dengan clue yang saya sebut? Ehm…tak lain adalah Ka Eli Yuliana, yang lebih akrab dipanggil dengan Ka Anaz, Anazkia.

Tuhan memberi petunjuk. Melalui sebentuk Proposal Persahabatan dan melalui Bang Ari, Ka Anaz, Mba Nique, saya bersama teman-teman KPM mendapat banyak buku untuk TBM yang akan kami rintis (saat itu). Melalui proposal juga, lahir sebentuk komunitas baru. Adalah Arisan Buku, yang kini menjadi Anaknya BHSB.:mrgreen:

Kejadian ini, tepatnya saat pertama kali saya mengirim proposal kepada BHSB, yang mana si penerima adalah Ka Anaz, akan menjadi kenangan manis, bagi saya khususnya. Terlebih ketika membaca reply pertama dari Ka Anaz. Dimana ia memberi sebentuk solusi untuk saya, teman-teman KPM dan anak-anak TPQ.

Bahagia mengenalmu, Ka. Ide-ide segar selalu bermunculan, perempuan inspiratif. Hidup yang memasyarakat, perempuan sumeh. Hya…meski kadang dengan anggunya wajah jutek itu keluar. Jika sedang membahas hal penting, tanduk pun seakan mengintai, terus mengintai. Hahaha

Ka Anaz, selamat ulang tahun, ya. Do’a yang saya ucapkan via Whatsapp pasti sudah hilang. Oleh karenanya, saya tulis lagi di sini, ya. Semoga barokah umur, Ka Anaz. Barokah rejeki. Sehat setiap saat. Bahagia lahir dan batin. Dan, diulang tahun Ka Anaz yang ke tiga puluh plus dua ini, semoga cita-cita dan harapan Ka Anaz bisa terwujud. Meski tidak punya harapan, tetap tak doakan! Hahaha

Inilah mengapa saya menyebutnya proposal persahabatan. Sebentuk proposal yang mengenalkan saya kepada Ka Anaz dan orang-orang hebat, inspiratif, memasyarakat, guyup, rukun, ramah. Begitu kaya akan manfaat proposal tersebut. Ka Anaz, tak tunggu balikmu. Aja kelalen, nggawa kuaci, ya. Weeks

7 komentar

  1. Semoga segala usaha yang telah dan akan dilakukan bisa mendatangkan berkah bagi Idah dan semua yang telah turut terlibat.

  2. Terima kasih banyak tulisannya, Dah🙂

  3. Sukses selalu ya mba Idah🙂

  4. Dwi Puspita · · Balas

    sini2 mbak,,kuacinya aku mau juga,,cemilan sehat yg nggak cepet habis,,,Ka Anaz nya menerima proposal persahabatannya ya,,kalo saya gimana???

  5. Semoga sukses perpustakaannya Idah… Boleh tahu alamatnya?

  6. Wah, barakallah ya..😀

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: