Lengser

Pernah saya membaca status seorang teman di sosial media. Sudah cukup lama, sih. Kira-kira kutipan statusnya seperti ini: “Ini hari ulang tahunku. Berarti jatah hidupku berkurang. Benar-benar tidak enak dimakan usia“. Usia bisa makan juga, ya. Saya kira hanya makhluk hidup saja yang bisa makan. #ini hanya istilah, dodols. :mrgreen:

Dan kini, tepatnya dua hari lagi, Indonesia akan memperingati hari jadinya. Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) yang ke 69.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, di Desa saya tidak pernah alpha mengadakan sederet kegiatan untuk menyambut HUT RI. Tahun lalu, saya masih turut aktif menyiapkan keperluan untuk kegiatan HUT RI. Mulai kegiatan untuk lomba anak-anak, dewasa, orangtua, sampai malam puncaknya yaitu malam tirakatan.

Berbalik seratus delapan puluh derajat untuk tahun ini. Dimana saya sama sekali tidak bergerak, apalagi menggerakkan. ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† mengapa? Ini disebabkan oleh USIA. Hahahaha

Semacam re-organisasi juga, sih. Terjadi pembaharuan menu. Dari yang udah agak-agak basi, diganti sama yang lebih segar, kayak agar-agar yang baru dikeluarkan dari lemari es. Dalam organisasi, jika ada yang lengser, pastinya harus ada yang dinaikkan. Dan bagi yang sudah tidak tercantum dalam kotak-kotak, mereka tidak bisa langsung diam, atau tidak peduli dengan kotak-kotak baru, adik-adik yang masih fresh from oven dalam organisasi.

Mereka tetap mempunyai kewajiban untuk memantau, memberi support dan turut aktif mempersiapkan segala suatu terkait dengan rencana kegiatan untukย  HUT RI. Hyaa…meski tidak se aktif dulu karena sudah ada menu baru. #kipas-kipas untuk semangat baru.

๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

Semoga malam tirakatan besok lancar! Dan semoga lomba-lomba yang diselenggarakan dari sore sampai malam hari ini sukses!

Iklan

14 komentar

  1. Terakhir saya ikut ngurusi kegiatan di kampung pas SMA, setelah itu… lengser keprabon ๐Ÿ˜€
    *toss dulu

  2. Udah merasa berumur ya Dah. ^^

  3. saya cuma jadi penggembira aja, jadi ga merasakan lengser ๐Ÿ™‚ *ga pernah diangkat juga*

  4. Wah.. Saya sama seperti Mbak Wening di atas.. Sudah lama tidak bersentuhan dengan urusan 17an… ๐Ÿ˜€

  5. ganti porsi peran saja Idah dari pelaksana jadi pengarah.Salam merah putih

  6. Huhu di sini gak ada kegiatan kampung T.T

  7. kalau udah menikah, punya anak dan tinggal di lingkungan perumahan baru, mau gak mau ibu -ibu dan bapak2 jadi panitianya lho karena belum ada anak-anak remaja, semua anak masih balita heheh *pengalaman*

  8. hmmm.. saya terakhir ngurus kegiatan-kegiatan seperti ini waktu kuliah. Sekarang sudah lulus sudah punya suami juga, jadi leseng semua ๐Ÿ˜€

  9. nasib saya sama kayak Una ๐Ÿ˜€

  10. sejak pindah ke kota besar lama ga ngerasain khidmatnya suasana 17 agustusan

  11. kalau ditempat saya baru2 9 tahun belakangan ngerayain 17 belasan mbak, ya tau sendiri kan Aceh konflik

  12. BIarkan yang muda-muda yang menghandel ya Dah …
    senior hanya mengawasi saja …
    hahaha

    salam saya Idah
    (22/8 : 8)

  13. Pas hari minggu itu aku malah pergi silaturahim, jd ngga ikutan acara 17an sama sekali..

  14. Kesannya pesimis ya klo bilang usia berkurang. Tapi di sisi lain jadi kayak pengingat gitu…

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: