Meriang

Meriang; merindukan kasih sayang. Cieeee…:mrgreen: Mana mungkin bisa merasa seperti itu, tiap hari saja aku mendapat kasih sayang dari orang tersayang, keluarga. Serius, aku lagi meriang sungguhan.

Sudah tiga hari ini, tubuhku enggak kayak biasanya. Badanku panas, buat nelen sakit, dan kurang tenaga. Ibuku langsung panik saja, dong. Karena, pada dasarnya aku tergolong manusia setengah baja.😆 Hampir tidak pernah mengeluh karena sakit, atau panas seperti sekarang ini. Secapek apapun, dan sekalipun habis hujan-hujanan. Sombong banget, ya. Dan sekarang berbalik. #kawus

Aku saja enggak ingat, kapan terakhir aku sakit. Aku dipaksa untuk mengingat; apakah aku salah makan, minum, atau salah ucap. Perasaan tiap hari apa yang aku makan sama dengan yang dimakan keluarga. Secara, ya, tiap hari kerja aku selalu bawa bekal dari rumah. Paling, kalau ke kantin kantor, ya, pas sore hari. Setelah shalat ashar. Di kantin pun paling makan donat kesukaanku dowang. Enggak makan lainnya.

Oke, berarti bukan karena makanan. Salah minum? Enggak juga. Aku enggak minum es kok, enggak berani. Kata ibuku, sih, karena perubahan cuaca. Sekarang Banjarnegara mulai sering hujan di sore hari. Tapi, hujan turun setelah aku sampai rumah. Pernah satu kali, pas awal bulan gitu. Aku grimisan. Tapi, awal bulan kok efeknya baru minggu ini, ya.

Aku mencoba mengingat kembali, kira-kira apa yang membuatku jadi letoy begini. Dan ternyata karena ucapan. Sore hari, pas lagi ngelipet pakaian di kamar, aku bilang ke Ibu kalau aku pingin sakit. Enggak ada alasan kenapa pingin sakit, sih. Cuma pingin-pingin saja. Dan kini Tuhan telah mengabulkan doaku. Hiks

Badanku terasa enggak jelas banget. Panas, dingin enggak karuan. Dan hari ini aku tetap berangkat kerja, karena ada acara ke Magelang. Aku paksain berangkat, dan hasilnya mendapat tambahan nggreges.

Malam ini aku mau mencoba kerokan, diblonyoh minyak kayu putih, sama freshcare juga. Aku enggak mau konsumsi obat. Mual. Semoga besok sembuh. Aduh…Tuhan, aku pingin sehat. Sehat terus. Sakit itu enggak enak. Maaf atas do’a yang jelek. Sembuhkan aku ya, Tuhan.

Buat teman-temanku semuanya, selamat tahun baru, ya. Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin. . .

13 komentar

  1. eyaampuun, emang ya bener kata orang, careful for what we are wishing for. Semoga cepet sembuh ya Jeung..

  2. Selamat Tahun Baru Idah,
    Alhamdulillah langsung diingatkan-Nya, besok2 do’anya yang bagus2 aja, do’a in saya benar2 hijrah menjadi lebih baik gitu.
    Cepat sembuh😀

  3. semoga lekas sembuh y idah….

  4. get well soon ya klo meriang banyak istrht ama minum susu

  5. Dwi Puspita · · Balas

    selamat tahun baru Islam juga,,maapin kalo ada salah kata selama ini,,,

  6. setuju tuh sama mas dhani, hati2 kalo berharap hahaha

    selamat tahun baru islam🙂

  7. kalau soal kang Dhani mah biarin deh jangan terlalu di pikirin, kan masih ada saya…hlaaa

    selamat tahun baru Islam, moga langkah kita ke depan semakin menjadi lebih baik

  8. nganu mbak..kalau meriang biasanya makan jahe mentah saja mbak..insya allah sembuh.😀

  9. Siapa yang dirindukan kasih sayangnya…

  10. Semoga cepat sembuh deh ..🙂

  11. sekarang memang musim meriangan … hihihi
    entah dah berapa tahun ga berkunjung kesini …🙂

  12. samaaaa… sekarang aku tinggal batuknya nih, gatel tenggorokan. semoga kita sama-sama cepet sembuh yah. aamiin

  13. waduh.. Idah ada-ada aja nih, malah pengen sakit. Katanya omongankan jadi doa..🙂
    Semoga sehat-sehat terus ya..
    Selamat tahun baru juga ya, Dah🙂

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: