Bapak Kayu

Aku menyebutnya Bapak Kayu. Sosok laki-laki lanjut usia, penuh semangat mencari rezeki. Hampir tiap pagi hari, Bapak kayu aktif menjalankan sepedanya. Ya, beliau tidak mengayuh sepedanya, melainkan menjalankannya. Berjalan bersama dengan pelan, dan hati-hati.

Bagiku, beliau seperti jam berjalan. Pada titik-titik tertentu, jam berjalan berlaku, dan itu selalu tepat. Pada titik tanjakan Desa Bantarwaru, misalnya. Jika aku menjumpai beliau sudah sampai titik ini, berarti kecil kemungkinan buatku terlambat masuk kerja. Tidak perlu melirik jam tangan, karena aku yakin sudah tepat. Beliau tepat waktu.

Minggir, woy

Teriakan dari seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor sontak membuatku sakit hati. Asli, teriakan itu begitu menyakitkan.

Kenapa?

Kerena dia berteriak tepat di samping Bapak Kayu yang sedang berusaha untuk menepi. Memang, separo jalan hampir digunakan oleh Bapak kayu. Tapi, tidak seharusnya seorang lelaki yang gagah itu berteriak arogan. Aku tidak menyalahkan sepenuhnya kepada lelaki yang mengeluarkan nada tinggi, karena -mungkin- dia tergesa-gesa. Punya tanggungjawab yang harus segera diselesaikan tepat waktu.

Tapi…

Masih banyak cara untuk mengajak Bapak kayu menepi pelan-pelan, meski banyak sepeda motor yang berada di belakang Bapak kayu. Toh lajur kanan sedang kosong, dan sebenarnya pengguna jalan raya dapat menyalipnya dengan cara lebih kalem, lebih elegan.

Gimana rasanya, jika yang digertak di jalan raya adalah orang tua sendiri, atau kerabat? Aku yakin, itu menyakitkan.

Dan yang menjadi catatan penting, bahwa sesama pengguna jalan raya tidak tahu riwayat kesehatan antar pengguna jalan. Gimana kalau yang digertak, diklakson berulang-ulang, adalah mereka yang punya riwayat sakit jantung, atau tuna rungu?

Sesama pemakai jalan raya, JALAN MILIK UMUM, ada baiknya saling menghargai, bijaksana, dan sopan, sesama pengguna jalan. Bukankah kendaraan yang lebih kecil harus didahulukan? Mari…lebih bijak lagi saat berkendara di jalan raya.

Bapak kayu, semoga sehat selalu.🙂

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: