Semangat dan Bergembira

“Kalau kalian udah ngga semangat kerja, silakan mengundurkan diri.”

Dengan nada serendah apapun, bila pimpinan menyampaikan hal di atas, merinding ngga? Aku sih, iya. Hihihi. Merinding banget dan bisa jadi sampai kebawa mimpi, plus ngga enak makan. Hahaha. Asli, ini ngga berlebihan. Alasanku menjadi abdi negara, abdi masyarakat, tentu punya tujuan. Ngga serta merta bekerja, atau mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. Aku yakin kalian tau maksudku lah, ya. šŸ˜€

Jadi nih ya, pas kultum usai sholat Jum’at, tekan kerja yang bertugas saat itu menyampaikan materi kultum tengan semangat dan bergembira. Supaya pekerjaan ngga menumpuk, rasa semangat kerja musti tumbuh pada diri. Semangat saat berangkat kerja, menyelesaikan pekerjaan yang sudah menjadi tanggungjawabnya. Semangat untuk saling membantu. Semangat karena jam kerja telah habis dan akan segera bertemu dengan keluarga. Sampai dengan semangat menyambut hari esok untuk kembali bekerja, dan iniĀ telah menjadi konsekuensi sebagai seorang pekerja.

Rasa-rasanya begitu monoton, ya? Betul. Tapi jika menyambutnya dengan bergembira, maka akan terasa lebih berwarna. Pekerjaan pun akan terselesaikan denganĀ tepat waktu.

Seperti saat ramadhan ini. Musti semangat menjalankan ibadah puasa supaya goal sampai bedug. Semangat saat bangun untuk sahur. Semangat untuk tadarus. Semangat membuat takjil, masak. Semangat menunggu buka puasa. Semangat, kemudian bergembira. SampaiĀ tak terasa bahwa Ramadhan telah usai. Bergembira menyambut puncak Ramadhan, Idul Fitri.

Seorang muslim musti bergembira menyambut Ramadhan, ya. Seperti salah satu hadits yang artinya sebagai berikut:

ā€œBarangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”. (Nash riwayat ini disebutkan di kitab Durrat An-Nasihin)

Terlepas dari benar atau ngga tentang hadits di atas, terpenting tetap semangat dan hati tetap gembira, ya. Senyum duluuuuk sebelumĀ closeĀ tab, ya. šŸ˜€

Iklan

3 komentar

  1. pimpinan sekarang kan secara tidak langsung mengikuti gaya kepemimpinan ala Jokowi wkwkwkw

    1. Apik malah. Seneeeng aku. #JokowiInside. šŸ˜€

      1. Revolusi mental, nawa cita dll

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: