Category Celotehan Idah

KUMPULAN BLOGGER PEREMPUAN

Luka

Malam telah larut, harusnya saya sudah mengurung diri di kamar untuk beristirahat. Pekerjaan saya belum selesai dan harus segera saya selesaikan malam itu juga. Dalam keadaan santai namun otak sedang cukup “panas”, Sixta meledek saya. “Niat kerja atau nonton sinetron, sih?”. Yaa…malam itu, saya mengerjakan proposal di meja depan televisi. Suara para aktor dan aktris […]

PANCURAN OWABONG

Mbonceng

“Mau kemana, Bu?“. Tiap kali naik sepeda motor, kemudian melihat ada seorang  perempuan berjalan, saya berusaha untuk menawarkan jasa mbonceng. Tidak memandang siapa perempuan itu dan tinggal di mana. Perempuan tersebut satu desa; OK. Atau, lain desa? Tetap OK. Tapi kalau lain desanya jauh, melebihi desa saya, biasanya aku kompromi dahulu. “Nanti mboncengnya sampai terminal […]

TAS PUNGGUNG PRIA DAN WANITA

Raline Shah, Selamat!

Ralina Shah! Kapan teman-teman mulai kenal dengan gadis manis kelahiran 1985 ini? Saat ia menjadi finalis Puteri Indonesia 2008, saat ia menjadi model video klip di lagunya Anji, saat ia menjadi pemain film 5 cm, atau ketika wajahnya muncul di film 99 cahaya di langit Eropa? Hayooo…kapan?

PUNCAK PRAU

Byuur!

Saat ini, di daerah tempat saya tinggal udah mulai musim hujan. Memang belum rutin, sih. Biasanya hujan turun pada sore hari. Sedangkan paginya hari belum. Hanya hawa dingin saja yang menghampiri.

KOLAM PUKUL OWABONG

Meriang

Meriang; merindukan kasih sayang. Cieeee…:mrgreen: Mana mungkin bisa merasa seperti itu, tiap hari saja aku mendapat kasih sayang dari orang tersayang, keluarga. Serius, aku lagi meriang sungguhan.

Lengser

Pernah saya membaca status seorang teman di sosial media. Sudah cukup lama, sih. Kira-kira kutipan statusnya seperti ini: “Ini hari ulang tahunku. Berarti jatah hidupku berkurang. Benar-benar tidak enak dimakan usia“. Usia bisa makan juga, ya. Saya kira hanya makhluk hidup saja yang bisa makan. #ini hanya istilah, dodols.

PANTAI MENGANTI KEBUMEN

Mubadzir

Tampak samar, empat perempuan duduk berderet di teras rumah. Saya yang sedang duduk di ruang tamu, tetiba ingin melangkah. Beranjak dari tempat duduk, berjalan pelan menuju jendela. Lalu, dengab pelan saya menaeik gorden. Dan akhirnya, saya pun bisa melihat siapa saja yang duduk di teras.