Luka

Malam telah larut, harusnya saya sudah mengurung diri di kamar untuk beristirahat. Pekerjaan saya belum selesai dan harus segera saya selesaikan malam itu juga.

Dalam keadaan santai namun otak sedang cukup “panas”, Sixta meledek saya. “Niat kerja atau nonton sinetron, sih?”. Yaa…malam itu, saya mengerjakan proposal di meja depan televisi. Suara para aktor dan aktris memang sangat menggangu. Tapi setidaknya mereka bisa menjadi teman kerja. Tidak seperti suara jarum jam yang sering saya dengar dengan jelas di ruang kerja. Membosankan.

“Elevin, ini kenapa sandalnya ada di luar? Bukannya mau dibungkus buat kado sepupu kamu nanti?” Saya cukup konsentrasi dalam mengolah data, sampai Mami bertanya seirus, saya hanya menjawab datar.

“Biarinlah…”  Intonasi saya dalam menjawab pertanyaan Mami sangatlah rendah. Namun, kesan ketus sepertinya lebih dominan. Mami langsung menuju kamar mandi dengan sedikit ngedumel. Melontarkan kata yang baru saya dengar saat itu.

Kaget, kecewa dan sakit hati. Itu yang rasakan Mami malam itu. Saya bisa merasakannya. Bisa jadi air mata Mami menetes detik itu juga. Saya benar-benar ngga berani menatap wajahnya sama sekali. Saya telah menjadi perempuan yang paling jahat di dunia ini.

Saya yakin Mami sudah melupakan kata-kata saya yang ketus itu. Meski saya ngga bisa menjamin kalau Mami sudah memaafkan saya. Mulut ini belum berani berkata untuk mengucap maaf. Padahal, saat ini Mami ada di samping saya.

8 komentar

  1. kakinya kenapa idah?

  2. Wah ini fiksi apa bukan ya mbakyu. Semoga fiksi ya. Well anyway kasih Ibu memang sepanjang jalan ya.

  3. Lukaaaaaaaaaa….

  4. Aku adalah orang yang paling susah sekali kalau mau minta maaf sama Ibu.
    Sering banget kami berantem dari dulu. Bahkan, tanpa saling meminta maaf secara langsung, masing2 dari kami sudah ikhlas dan saling memaafkan.

    Iki sakjane tulisan fiksi opo kisah nyata to Dah? Aku awalnya kaget banget pas baca judulnya. Hehe

  5. Psikotes Masuk SMA · · Balas

    Mantap mbak, terus kembangkan🙂

  6. Coba mami nya di kasih hadiah atau duit segepok, pasti langsung di maafkan hua hua hua #kabur

  7. Ini kisah nyata apa cerpen ya? hihi…

Hayoo...Ngomen dengan bijak, ya! ^_*

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: